Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 April 2013

Well, Hari Kartini dan Wanita


April.Setiap mendengar kata April, otak saya tidak hanya secara otomatis mengingat tanggal kelahiran saya, tetapi juga tanpa sadar mengaitkan april dengan sebuah nama yang sudah sangat kita kenal: Kartini. Pahlawan Emansipasi Wanita Indonesia.

Sejenak menilik sejarah Kartini,Wanita yang namanya menjadi salah satu nama yang paling dikenang di Indonesia ini harus menjalani masa pingitan. Adat istiadat tidak mengijinkan Kartini bebas berkomunikasi dengan dunia luar, dia hanya menunggu seorang pria pilihan ayahnya, untuk menikahinya. Ayahnya juga menolak keinginan Kartini untuk melanjutkan sekolah dan dia mulai terganggu dengan pemikiran-pemikiran feodal Belanda. Sejak itu, jiwa muda Kartini meletup-letup. Dia bahkan mendirikan sekolah Kartini dan melakukan berbagai perubahan.

Kembali ke potret wanita saat ini. Disini kita tidak lagi akan menyoroti kenapa wanita indonesia yang sekarang tidak bisa berjuang seperti Kartini. Tidak. Karena jelas sekali masa yang dilalui sudah berbeda. Dewasa ini, perhatian kita akan sosok wanita ideal menemukan kiblat baru seiring munculnya budaya pop saat ini. Setidaknya, Katini tidak lagi menjadi idola. Wanita selalu digambarkan sebagai makhluk pesolek yang lemah lembut. Iklan-iklan di televisi memberikan standar baru dalam definisi ‘cantik’. Kulit putih, rambut lurus dan lembut, langsing, dan sebagainya. Hal ini juga sedikit didongkrak oleh rilisnya berbagai jenis tayangan di Indonesia. Salah satunya film Habibie dan Ainun. Yap! Sadar atau tidak, sejak kemunculan film ini, banyak wanita—khususnya yang sudah berpasangan—menemukan demam baru. Romantisme Ainun seperti menghipnotis wanita inonesia, terutama para remaja untuk memujudkan kisah cinta seperti dalam film sehingga mau melakukan apa saja. Terutama dalam urusan berdandan dan berpacaran. Ups! Maaf. Tapi memang iya. Kesempatan kita untuk memperoleh kebebasan seluas-luasnya sangat percuma kalau hanya dilalui dengan hal-hal macam demikian.

Padahal kita diciptakan tidak dengan hakikat yang seperti itu. No. Kita diciptakan sebagai makhluk yang kompleks. Kecantikan kita tidak bisa dinilai hanya dengan segala bentuk kecantikan fisik atau mewujudkan kisah cinta yang indah. Jelas sekali, sebagai pewarna peradaban, banyak sekali yang harus kita lakukan sebelum memutuskan untuk menghabiskan waktu dengan bersolek. Tidak perlu membuat definisi yang muluk-muluk. Mempercantik kepribadian, tentu menjadi hal yang paling utama. Mempercantik cara berfikir dapat menjadi prioritas selanjutnya. Kita juga dituntut untuk melakukan sesuatu untuk kemajuan sesama. Bahkan jika itu hanya sekedar berbagi motivasi dengan orang lain untuk berbuat sesuatu menuju kearah yang lebih baik. Girls, We are Full Passionate just like Beryllium, Precious like Gold, and Strong like Titanium. Because We are ‘Be Au Ti’ Full.

Kamis, 24 Januari 2013

Pemikiran tentang Hujan



Hujan.
Siapa yang hatinya merasa 'ngenes' ketika hujan turun?
berawal dari rasa penasaran kenapa hujan bisa begitu menghanyutkan perasaan seseorang,
saya mulai browsing dan mencari alasan kenapa keduanya berhubungan sangat erat.
Tau apa yang saya dapat?
Hujan, menyimpan fakta yang paling misterius dan mengejutkan ilmuwan.
Hujan dikatakan memiliki kemampuan untuk menghipnotis manusia untuk me-resonansi-kan ingatan masa lalu.
Hujan juga membuat perasaan kita seperti dihipnotis menjadi tenang..dan saking tenangnya akhirnya otak menjadi tenang dan badan mulai terasa ngantuk.
Namun tanpa bisa mendapatkan bukti ilmiah, para ilmuan juga menyimpulkan bahwa di dalam hujan, ada lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yang dilanda rindu. Dan pada titik ini, Kebanyakan manusia biasanya mendapatkan inspirasi saat hari hujan.
Rata-rata disaat hujan datang semua aktifitas jadi terhenti lalu hening, ketika hening itu memicu sesorang untuk melamun sambil memikirkan sesuatu, misalnya orang yang dicintai.
Ketika bersamanya mungkin terselip sebuah kenangan yang manis ataupun pahit disaat hujan ataupun tidak, tapi rata-rata justru kenangan sedih yang muncul, dan galau pun melanda.
Perasaan ini kerap sekali dihubungkan dengan satu-satunya alasan, bahwa faktor cuaca dan suasananya yang dingin dan mellow itulah yang membuat seseorang merasa sedih ketika hujan turun.

Kalau saya, saya mengaitkan hujan dengan ketiga filsafat tentang air, yang mungkin mendukung kenapa hujan--yang notabene adalah air--begitu menghipnotis seseorang.


Pertama, air selalu mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah.  Saya yakin, Tuhan menciptakan air agar manusia bisa mengambil pelajaran darinya. Menurut saya, sifat air yang selalu mengalir ke tempat rendah analog dengan sikap rendah hati pada manusia. Air selalu ingin berguna bagi makhluk hidup yang ada di bawahnya. Tapi kali ini, yang saya bicarakan bukan rendah dalam konteks rendah hati atau atau sejenisnya, tapi keadaan yang benar-benar rendah. Keadaan ketika kita down. Ketika hujan turun, mungkin percikan air-nya secara magis membawa kita dalam titik yang lebih rendah dari keadaan kita yang sekarang. Titik dimana suatu kenangan pernah menjatuhkan kita. Hujan mengembalikan ingatan kita akan kenangan-kenangan tersebut dan membuat seolah kita dilemparkan untuk merasakan lagi perasaan-perasaan pada saat itu.

Kedua, air selalu mengisi ruang-ruang yang kosong. Cobalah Anda buat sebuah kotak kedap air yang bersekat tapi memiliki celah. Kemudian isi kotak tersebut dengan air. Air pasti akan berusaha memenuhi kotak tersebut dengan wujudnya. Perlahan tapi pasti, melalui celah antar sekat, air akan mengisi kotak tersebut hingga penuh. Manusia yang baik adalah manusia yang berusaha mengisi kekosongan hati dari manusia lainnya. Tetapi ketika seseorang yang pernah mengisi hidup kita pergi, maka yang tersisa adalah ruang kosong dalam hati kita. Tempat dimana dia pernah berada. Ketika hujan turun, Hujan membawa kenangan tentang dia merembes kembali ke celah-celah kekosongan hati kita. Perlahan tapi pasti, kenangan itu menggenangi ruang kosong hati kita dengan tumpukan rindu. Rindu membawa kita kembali mengharapkan dia dan segala hal tentang dia kembali mengisi kekosongan yang kita miliki. Padahal kita tahu, harapan seperti itu tak bisa lagi menjadi kenyataan. Hati kita tak akan pernah sama lagi.

Ketiga, air selalu mengalir ke muara. Tak peduli seberapa jauh jaraknya dari muara, air pasti akan tiba di sana. Bayangkan, ada berapa banyak hambatan yang dilalui oleh air gunung untuk mencapai muara? Mungkin ia akan singgah di sungai, tertahan karena batu, kemudian bisa saja masuk ke selokan. Tapi toh akhirnya ia tetap mengalir dan tiba di muaranya. Waktu tempuh air untuk sampai ke muara sangat bervariasi. Ada yang hanya beberapa hari, tapi ada juga yang beberapa minggu. Hujan mempresentasikan kembali persinggahan kita, yang mungkin sudah kita ingkari dan hindari sekuat tenaga. Hujan membuat kenangan-kenangan tentang dia yang pergi terproyeksi kembali, dan sekejap kemudian usaha kita untuk bangkit dan melupakan kenangan-kenangan itu seolah tak berarti. Sekeras apa-pun kita mencoba, pada akhirnya kita dikalahkan oleh kenangan itu. Sejauh apa-pun kita pergi, ternyata kita tak bergerak 1 senti-pun dari kenangan-kenangan itu. Selama apa-pun kita berusaha tak mengungkitnya lagi, pada akhirnya kita akan tetap ingat tentang dia yang pernah ada disisi. Dan kenangan tentang dia yang pergi kembali menghantui, menyadarkan kita bahwa kita memang tak pernah bisa benar-benar pergi.

Hujan meresonansikan ingatan masa lalu, dan menyanyikan lagu bagi mereka yang hatinya sedang merindu..

Kamis, 16 Agustus 2012

Selamat Ulang Tahun Indonesiaku.


Besok negara kita Ulang Tahun loh..
sekedar mengingatkan aja sih.. kali aja ada yang belum tau.

Kenapa saya bilang Ulang Tahun dan bukannya peringatan Kemerdekaan?
Karena saya setuju dengan banyak statement yang mengatakan negara Indonesia belum sepenuhnya merdeka.
Tenang saja. disini kita nggak akan membicarakan sejarah negara yang penuh dengan peristiwa dan tanggal-tanggal penting--yang bahkan hingga usia saya yang ke-18 tahun ini--belum benar-benar dimengerti.
Padahal sejak SD kita sudah dijejali pelajaran sejarah bangsa kita tercinta ini.

Sudah bisa ditebak jika mendekati hari besar negara kita ini seluruh jejaring sosial akan penuh dengan ucapan nasionalisme dari seluruh warga Indonesia.
Itu baik sekali kan? tandanya masih banyak warga se-negara yang ingat betapa berharga hari bertanggal 17 Agustus itu.
tentunya kita semua berharap itu tidak sekedar kata-kata tanpa makna.

Indonesia.
Setiap kali mendengar nama itu yang terlintas dipikiran saya adalah suatu negara yang complicated. Dimana semua urusannya baik yang kecil maupun yang besar saling membelit dan susah diuraikan.
Mungkin karena otak warga kita yang belum sampai, atau memang karena masalahnya luar biasa hebatnya.

Tadi  pagi (16 Agustus 2012), bapak berpesan sebelum pergi.
'Dengarkan pidato kenegaraan SBY di _______ (sensored-, salah satu stasiun televisi swasta). Lihat apa yang beliau sampaikan.'
Dalam pidato tersebut, Bapak Presiden banyak menyinggung isu internasional dan kedudukan Bangsa Indonsia di mata dunia.
Yaa.. itu bagus. hanya saja saya takut kalau masalah di domestik justru 'terlupa' untuk dibahas. padahal, bagaimana-pun urusan dalam negara justru jauh lebih penting.

Setelah bapak Presiden berpidato, segala macam testimoni rakyat muncul. ada yang menghujat, ada juga yang menilai baik. saya justru berfikir kalau masalah yang membeli bangsa kita itu sebenarnya justru masalah-masalah kecil.
Saya jadi ingat bagaimana sikap kita sebagai supporter bola untuk TIMNAS kita.
ketika mereka menang, kita memuja bak pahlawan super.
Giliran ketika mereka down, cercaan pedas justru muncul dari kalangan kita sendiri.
Hei dude, Can't you see?
bahkan dalam ilmu psikologi juga dijelaskan bahwa seseorang yang hidup suatu lingkungan akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter sebanding dengan lingkungannya.
Ketika dipuji secara berlebihan mereka menjadi terlena.
Ketika dihujat habis-habisan mereka akan mendendam dan semakin tebal telinga.
Nah, kita juga salah kan?

Saya pikir itu berbanding lurus dengan sikap pejabat pemerintahan kita.
Semakin kita menghujat, mereka akan lebih tidak peduli terhadap nasib rakyat.
Mungkin mereka--para pejabat itu-- berfikir,
'buat apa rakyat juga diperhatikan? toh citra kita telanjur buruk. Lebih baik melakukan sesuatu yang berguna untuk diri sendiri dan keluarga saja.'

Selain itu kebanyakan dari kita juga cuek dengan keadaan negara.
'ah, kurang kerjaan ngurusi negara.'
'alah, diurusi juga ngapain? toh nggak ada perubahan.'
Lah kalo kita cuek siapa yang ngawasin negara?
mereka justru leluasa melakukan penyimpangan mbak, mas yang cakep-cakep..

Inilah. Negara kita terjajah oleh perilaku kita sendiri.
Apa yang kita tanam akan kita tuai, ingat?
kalau kita nggak mau peduli ya kita nggak akan dipedulikan.
simple.

Kita perlu mendukung perubahan.
salah satunya dengan percaya dan mendukung kebijakan pemerintah.
Tapi disini saya juga tidak membenarkan jika kita terus mendukung seluruh perilaku pejabat.Tidak.
Kita tetap harus tau batasan sampai mana kita harus percaya dan kapan kita harus bergerak meluruskan yang melenceng.
Kita boleh marah dengan pemerintah tapi TIDAK dengan demo anarkis.
Kita boleh kecewa dengan beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab tetapi TIDAK dengan aksi destruktif.
Apa yang bisa diperbaiki dengan cara seperti itu?
Rakyat justru sebal, dan masalah tidak terselesaikan.
Wibawa kita sebagai pemuda pembawa perubahan hancur. Dan kita makin kalah dengan penyimpangan.

Kritik dan saran bisa disampaikan dengan lebih baik.
lewat media masa, lewat musyawarah, atau apa saja yang menarik simpati msyarakat.
Shock terapy  boleh juga.
tapi ada tempo dan strateginya. Bukan asal nyeplos kasar dan merusak seenaknya.

Seorang kakak pernah menjelaskan kepada saya kalau dalam suatu golongan pasti akan ada orang yang membawa kebenaran. Sekalipun golongan itu bobrok.
Kemudian kenapa kita tidak percaya jika seseorang yang membawa kebenaran itu ada dinegara kita?
Atau malah sebenarnya tugas itu ADA PADA KITA.

Dukung dan Ingatkan negara kita dengan cara yang benar.
Caranya?
Buat dirimu belajar. Persiapkan bekalmu untuk terjun secara langsung. dan jika pada saatnya kau punya cukup ilmu, bangun kembali negara ini dari dalam.
Ah, kamu pintar berteori.
Silahkan berfikir demikian. Tidak masalah buat saya.
Saya juga belajar, sama dengan ribuan pemuda lainnya.

Pemuda Indonesia,
adalah saya, anda, dan ribuan remaja lain yang punya tanggungjawab.
ya kepada orangtua, ya kepada agama, ya kepada bangsa dan negara.
kan gitu yang diharapkan semua orang ketika lahir.
Pas syukuran kelahiran juga sering diucapkan kalimat itu.

Contoh sederhana :
Mengejar prestasi akademik it's OK.
tapi bukan berarti kita tidak bisa belajar memperbaiki negara.
Coba pikir. bahkan melalui mengejar angka prestasi juga kita bisa belajar berbangsa dan bernegara.
Bahkan ada wacana mata kuliah dan mata pelajaran anti korupsi.
Kita tinggal menguasai materi kuliah dan mampu mengembangkan dan mengimplementasikan.
Kita tinggal menurut sistem pendidikan sambil belajar untuk apa dan bagaimana sistem itu dibuat.
masalah apa yang berkemungkinan timbul.
tinggal menganalogikan ketika nanti kita terjun di dunia yang sebenarnya, kan?
bukankah banyak dari kita yang meraih prestasi akademik dengan mudah?
seharusnya bisa kan?

Nilai akademik dan prestasi adalah bentuk pertanggungjawaban kita pada orangtua
Apa yang kita pelajari dan pengimplementasiannya adalah pertanggungjawaban kepada agama dan negara.

Bukankah kita hidup, belajar, dan nantinya bekerja di negara ini?
apa kita sampai hati melihat negara yang menjadi tempat hidup kita terkikis dan mati?

Kita tidak perlu berspekulasi dengan debat yang ruwet tanpa hasil.
Kalau menurut saya,
Tinggal jalankan kehidupan kita sesuai dengan kepercayaan kita masing-masing.
Toh dalam agama saya (saya muslim) ajarannya sudah mencakup seluruh aspek kehidupan. termasuk politik.
Kalau kita terbiasa hidup dengan sebenar mungkin dijalan-Nya, kita akan terbiasa menjalankan sistem dengan benar. dan mungkin tanpa kita sadari, itu akan menjadi perubahan besar dalam negara kita.

Everything starts from here.
*tunjukdirisendiri

Sekecil apapun itu.
Bahkan perilaku membuang sampah pada tempatnya bisa menolong negara kita dari musibah banjir kan?
dan banyak yang lain.
Perilaku merawat tumbuhan bisa menyelamatkan negara--bahkan dunia-- dari polusi udara kan kerusakan ozon.
Lihatlah. perilaku kita penting.
Jika belum bisa berdebat dan memikirkan tetek bengek urusan pemerintahan. kita toh bisa berjuang untuk negara dengan cara ini.
#kode

Pemuda,
Besok adalah hari jadi untuk perjuanganmu.
Besok adalah tonggak awal tugasmu.
tongkat estafet sudah siap beralih pengendali.
Maka, mari berlari..

Selamat Ulang Tahun untuk Perjuangan Kita.
Selamat Ulang Tahun Indoesia tercinta..

Sabtu, 04 Agustus 2012

Kembalikan Makna Kebersamaan Ramadhan Kami


Riuh rendah suara anak-anak yang sedang tarawih di mushola yang hanya berjarak kurang dari 20 meter dari rumahku ini mau tidak mau membuat syaraf wajahku menyungging senyum.
Teringat bahwa dulu aku juga seperti itu. Berteriak keras sampai beberapa tetangga memarahi kami.

Hanya saja, Ramadhan disini, di desa kelahiran saya,semakin terasa berbeda dari tahun ke tahun.
Semakin sepi rasanya.
entah apa yang sebenarnya sudah merubahnya.
Jelas sekali tergambar bahwa dulu, tadarusan di mushola ini adalah sesuatu yang menaikkan harga diri kami --anak-anak seusiaku--. Dan mushola adalah tempat bermain kami sambil menghabiskan waktu menunggu buka puasa.

Ketika adzan subuh mulai terdengar, kami, yang notabene masih SD, segera berlari menyambar alat ibadah dan segera berangkat ke mushola sambil membawa Al-Quran dan Buku Kegiatan Ramadhan.
Ah, iya. dulu Buku Kegiatan Ramadhan itulah yang mempersatukan kami, anak-anak sebuah dusun di pinggiran kabupaten ini untuk memenuhi tiap jengkal Ramadhan yang kami lalui.
As you know, Buku Kegiatan Ramadhan adalah semacam paper checklist kegiatan ibadah yang dibukukan. 

Usai sholat subuh, mendengarkan kuliah subuh dari pak Murtadli, imam sholat mushola kami, dan tadarus, seiring dengan mentari yang mulai menunjukkan batang hidungnya biasanya kami menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan keliling kampung sambil membawa petasan korek yang nantinya akan dinyalakan di pematang sawah yang sepi.

Sambil berjalan biasanya kami bersenda gurau. kadang ada juga satu atau dua anak yang kumat isengnya yang bersembunyi dan menakut-nakuti kami ketika rombongan kami terpecah. Seperti biasa, anak-anak perempuan adalah sasaran empuk anak laki-laki untuk ditakut-takuti, baik dengan berpura-pura menjadi hantu atau dengan petasan yang dilemparkan ke arahku dan teman-teman lain.

Setelah matahari mulai dirasa menunjukkan saatnya pulang dan bersiap-siap untuk berangkat sekolah, Maka kami akan segera menyudahi kegiatan bersenang-senang kami dan melanjutkan rutinitas sekolah yang.. ya.. bisa dibilang cukup membosankan.
Apa sih yang bisa anak-anak lakukan ketika perutnya kosong dan mendengarkan gurunya bercerita didepan papan tulis?
Tidur? jelas tidak. kami cuma menutup mata sejenak. #eh

Kegiatan di mushola mulai berlanjut ketika adzan dhuhur berkumandang.
Setelah beruka puasa --bagi yang puasa mbedug--  kami kembali berkumpul memadu keceriaan di mushola dengan sholat berjamaah, mendengarkan tausiyah (lagi) dan kemudian antri meminta tanda tangan Sang Imam di Buku Kegiatan Ramadhan kami. Oke, Sang Imam mendadak populer dikalangan anak-anak.

Ketika selesai dan Sang Imam melangkah pulang kerumah, kami biasanya menutup pintu mushola dan mulai beraksi di dalamnya. entah bermain karet, main rumah-rumahan, atau apa saja yang menyenangkan.
Bahkan kadang, kami juga bekerja bakti membersihkan mushola lho.. 
kami anak yang manis kan? ini entah karna memang bulan puasa dan setan-setan sedang di ikat dineraka (kata Pak Murtadli) sehingga tingkat kenakalan kami menurun drastis, atau memang karena kebersamaan kami melahirkan banyak niat baik, kami bisa dengan sukarela bekerja membersihkan mushola semampu kami, hingga sholat Ashar menutup kembali pertemuan kami.

Belum lagi kami menyantap habis makanan buka puasa kami, Adzan Maghrib berkumandang.
secara serentak, kami langsung lari ke mushola untuk sholat berjamaah. 
Hahaaa.. kami oke sekali dalam hal ibadah ya? bukan. itu karena kami takut lembar check list buku kegiatan ramadhan kami di bagian sholat maghrib kosong.. #SalahNiat.

Dan tarawih adalah puncak dari hari kami yang melelahkan.
Biasanya, kami akan berangkat awal untuk memenuhi shaf sholat paling belakang padahal baris depan belum terisi. kenapa? Untuk apa lagi kalau bukan bercanda (Semoga Allah mengampuni dosa polos kami).
Biasanya juga, mushola kami akan penuh dengan jamaah tarawih, bahkan sampai ke teras mushola.
Tapi sekarang? 
terisi setengahnya saja sudah bersyukur..

Dewasa ini, saya agak merasa 'kehilangan'.
Saya kehilangan kebersamaan anak-anak sepeti saat saya kecil.
Saya kehilangan rasanya berdesak-desakkan tarawih.
Saya kehilangan riuh rendah suara anak-anak yang tadarus.
Saya kehilangan rasanya melihat anak-anak antri minta tanda tangan.
Saya kehilangan rasanya melihat anak-anak menghabiskan waktu bersama sepanjang hari dalam kegiatan keagamaan kami.

Karena saya sudah tidak melihatnya lagi sekarang.
Bahkan adik saya ketika disuruh tadarus oleh ibu saya, menjawab dengan polos, 'mboten wonten rencang-e og bu.. ajrih kula tadarus piyambakkan..'
Dan saya hanya bisa menghela nafas.
Kenapa sekarang tak ada Buku Kegiatan Ramadhan?
Kenapa sekarang anak-anak lebih suka dirumah?

Anak-anak memilih menonton tayangan televisi setelah sahur.
Anak-anak memilih online atau smsan untuk menghabiskan waktu.
Anak-anak memilih bermain Game di Laptop pribadi atau di Warnet
dan sudah tidak ada Buku Kegiatan Ramadhan yang memacu kami untuk berlomba-lomba rajin ke mushola.

Saya menatap sekeliling saya, dan ingin sekali berkata pada Laptop, TV, Facebook, Game, Handphone, dan sebagainya yang menyita perhatian anak-anak jaman sekarang.
Kembalikan makna kebersamaan Ramadhan kami..

HADAPI


Menghadapi kenyataan tidak pernah menjadi pilihan.
Karena kita tidak bisa memaksa semuanya berjalan sesuai arah keinginan kita. padahal dalam kiblat yang sesungguhnya terlalu bertentangan.
Menghadapi kenyataan tidak akan pernah menjadi pilihan.
Karena semuanya terlalu cepat terjadi untuk menunggumu siap menghadapinya.
katanya,
kamu tidak akan tau seberapa kuat dirimu, sampai menjadi kuat adalah satu-satunya pilihanmu.
Saya terlalu sering dibilang gagal move on. Dan biasanya saya cuma menjawab dengan senyum dan jawaban klise.
Tapi sebenarnya tidak begitu. saya menulis tentang 'dia' bukan karena gagal move on. Karena memang hingga sekarang hal-hal yang lebih banyak menginspirasi saya adalah segala hal dari 'dia'.

Move On bukan berarti tidak membicarakannya sama sekali. Move On bukan berarti menghapusnya dari segala kehidupan kita. Itu terlalu kejam.

Move On adalah soal berhenti berharap dan memaafkan. Berhenti berharap bahwa dia akan kembali dan mau mengerti betapa kita terluka seolah semua ini salahnya. Memaafkan jika memang tindakannya kurang tepat untuk kita.
Kita tidak pernah tau apakah dia terluka juga atau tidak kan? Kita juga tidak tau apakah dengan rasa amarah kita semuanya akan lebih baik. Jadi, ayo berhenti menjadi pendendam. berikan maaf.. ringankan langkah kita sendiri..

And I know, I'm not alone.. I'm not the only one who is broken..
(Secondhand Serenade- You and I).
hanya orang dewasa yang bisa berfikir seperti itu.
Perpindahan hanyalah masalah perpindahan posisi. iya kan?
Beberapa orang tinggal di hatimu tetapi tidak di hidupmu. Maafkan mereka.
Beberapa orang tinggal di hidupmu tetapi tidak di hatimu. Hargai mereka.

Iya, perpisahan memang bukan persoalan gampang, tapi cukuplah seperti itu saja sulitnya. jangan semakin dipersulit dengan terus-terusan bertanya kenapa kita ditinggalkan dan kenapa itu terjadi.
Beberapa orang memang tercipta untuk kau cintai, tapi tidak untuk mencintaimu. itu biasa terjadi.
Tapi beberapa orang emang diciptakan untuk mencintaimu walau kau tidak pernah mencintainya.
Karena itulah kita belajar untuk tau bagaimana memaafkan dan menghargai orang dalam arti yang sedalam-dalamnya.
memaafkan mereka yang tak bisa membalas cintamu. menghargai mereka yang tetap mencintaimu walau kau tak pernah menoleh pada mereka.

Saya juga berharap note ini tidak hanya sekedar teori. saya juga sedang belajar memaknai dan tidak lagi merengek seperti anak kecil untuk sesuatu yang tidak membahagiakan. bahkan dalam hal menyayangi seseorang.

Ambil langkah. mantapkan berdiri.

Rabu, 07 Maret 2012

Kita (Selalu) Beruntung karena Memiliki Pilihan

Salam jumpa
:smile
Sudah beberapa lama saya tidak menulis ya?
semoga tidak membuat saya lupa menempatkan kata-kata ini.

Hei, menyusun kata berarti memilih susunan yang paling tepat untuk kalimat yang bagus kan?
Seandainya saya salah meletakkan kata dalam suatu kalimat, maka makna kalimat itu akan berubah seluruhnya bukan?
Seperti itulah pilihan. kadang tidak terlihat penting. tapi ketika salah, dia merubah hidup anda.

Pilihan.
Siapa yang sering dilema menghadapinya?
*tunjuktangan
Saya sering. dan pastinya semua orang diantara kita atau di dunia ini pernah merasakan menghadapi suatu pilihan.
Mungkin kita sering mengeluh,
'aduh.. bingung. pilih ini apa itu ya.. aku pengen ini, tapi itu juga bagus...'

Tapi percayalah bahwa kita selalu beruntung karena memiliki pilihan.
hanya saja kita memang harus berfikir tentang semua hal yang harus dipertimbangkan.
Ketika kita memutuskan untuk menerima lamaran atau melamar seseorang misalnya. kita tidak mungkin memilih dengan cepat dan tanpa pertimbangan kan?

Oke. itu contoh sulit.
ini mungkin lebih mudah. kamu punya pilihan, pergi atau tinggal.
Itu dilema berat bukan?
Ada kalanya kamu harus mengambil pilihan untuk pergi, bukan karena kamu ingin berhenti, tapi karena kamu memang tak mungkin melanjutkan.
Masalahnya adalah bagaimana kita tau kalau kita sudah tidak bisa melanjutkan lagi?
Bingung juga ya..
Ada pepatah mengatakan,
Orang bilang, ikuti kata hatimu. Tapi ketika hatimu pecah menjadi berbagai bagian, bagian mana yang harus kau ikuti?

Kalau saya, saya akan tetap bilang ikuti kata hatimu, tapi biarkan waktu yang menjawab mana dari sisi hatimu yang terkuat.
Hanya saja ditulisan ini saya hanya ingin mengingatakan bahwa kita jangan sampai salah mengikuti nafsu, bukan hati kita.
karena bisa saja, suara keinginan hati kita itu tidak datang dari nurani, melainkan dari nafsu. atau keinginan sesaat.

Untuk yang nerasa sudah mempunyai pilihan, syukurilah.
karena tidak semua orang punya, dan tak semua orang bisa memutuskan pilihan yang tepat.
karena itu, jangan sia-siakan setiap pilihan.
Caranya, berfikirlah tentang siapa kita. apa tujuan hidup kita. apa yang kita inginkan dan sesuai dengan tujuan kita, dan apa yang akan kita kerjakan untuk orang lain.
Hidup ini pilihan, dan kita selalu beruntung karena sudah memilikinya.
Bayangkan jika ada orang lain yang selalu bermimpi untuk memiliki pilihan yang sama dengan kita, untuk memprbaiki hidupnya.
Betapa bergunanya satu pilihan yang tidak kita duga.

Tapi juga jangan asal mengambil pilihan. apalagi jika itu hanya suatu nafsu atau keinginan kita semata.
Misalnya begini.
kita dapat memilih antara pergi dari tempat kerja kita sekarang untuk tawaran pekerjaan lain yang lebih bergengsi daripada pekerjaan kita sekarang, atau tinggal di pekerjaan lama tetapi dengan title tidak sekeren tawaran tadi.
Jika tujuan hidup kita hanya untuk memperlihatkan title yang bergengsi kepada orang lain, kita boleh memilih untuk pergi dari pekerjaan yang lama
TAPI
jika tujuan hidup kita ingin mengabdikan diri pada orang lain walau dengan gaji yang tak seberapa atau dengen title tidak sepanjang pekerjaan baru kita, kita mungkin memilih tinggal.
apalagi mempertimbangkan dampak lain yang akan kita tempuh jika mengambil pilihan lain.

Untuk yang merasa belum memiliki pilihan, Hei. bukannya takdir tidak berpihak padamu. bukan. tapi memang..
ehm.. Rabb sedang membantu kita untuk memilih, dengan langsung menunjukkan padamu jalan yang harus kita tempuh.
Kita akan tetap punya pilihan, dilain kesempatan nanti. yang kita butuhkan adalah bersabar dalam keindahan dan percaya.

Hidup anda adalah akumulasi pilihan anda sekarang.
Jadi, melangkahlah dengan benar. :)

Kita TIDAK Perlu Menebang Pisang untuk Menyelamatkan Rumput. #EdisiKMD

Ini yang saya dapat selama ikut KMD.
KMD. Kursus Mahir Dasar untuk Menjadi Pembina Pramuka.
Keren? Jelas. PGSD punya.
:bigsmile
Kembali pada keadaan saya yang lebih cenderung memilih untuk mencoret-coret menuliskan sesuatu yang tidak penting daripada menuliskan catatan materi, saya tertarik pada satu kalimat ini:
'..Salah satu metode aman dan tidak merusak alam ketika pembuatan api unggun adalah dengan mencabut rumput disekitar area api unggun beserta tanahnya, kemudian di-area tersebut ditaruh batang pisang untuk tempat pembakarannya..'

Dan... Sreeettt..
otak saya tiba-tiba bekerja.
Kenapa harus batang pisang?
kenapa harus mencabut batang pisang untuk menyelamatkan kehidupan rumput?
Cinta alam darimana kalau membunuh satu tumbuhan itu demi tumbuhan lain?
maksudnya gini, apa gunanya kita menyelamatkan nyawa makhluk hidup dengan mengorbankan nyawa makhluk hidup lain?

Mungkin pemikiran saya salah.
Tapi saya bukannya ingin membahas itu, tapi saya ingin menganalogikan kalimat tersebut dalam hidup kita.
kita tidak perlu mengorbankan pisang untuk menyelamatkan rumput.
Maksud saya, kita tidak perlu mengorbankan hal yang lebih besar untuk keterpurukan kita karena masalah sepele.
Mulai mengerti arah pembicaraan saya?
Ya.
Benar. Dalam hal yang kita lakukan kita harus rasional memikirkan segala kemungkinan.
Dan saya rasa, kita-pun pasti juga sudah bisa mempertimbangkan resiko yang kita hadapi.

Pernah sakit hati sampai badmood se-badmood-badmoodnya?
Pernah sedih sampai nangis se-sedih-sedihnya?
Pernah bingung mikirin masalah sampai se-pusing-pusingnya?
Apa yang kita lakukan?
Berdiam diri dan membiarkan hari berlalu dengan duduk nungguin ada orang yang menayakan kabar kita?
Teman, nggak begitu caranya.
Saya pikir bahwa melewatkan semuanya yang bisa kita raih hanya karena kita sedang berada dalam keadaan yang tidak stabil itu merugikan sekali.
Contohnya gini, malam ini kamu bertengkar hebat sama pacar kamu. kamu sedih se-sedih-sedihnya, sampai lupa waktu buat tidur padahal besoknya ada seleksi fungsionaris HMJ atau ada lomba.
Karena kamu sedih kamu lebih milih begadang menyesali kesalahpahaman kamu sama dia.
besoknya telat bangun, kondisi nggak fit, seleksi mggak maksimal, dan sebagainya.
Hingga pada akhirnya kamu nggak lolos seleksi HMJ atau jadi finalis di lomba itu.
itu hanya satu contoh. dalam hidup kita, ribuan kejadian semacam ini banyak terjadi dengan kasus yang berbeda.

Inilah yang saya bilang kamu memotong tanaman pisang hanya untuk menyelamatkan rumput.
Kamu mengorbankan hal yang jauh lebih besar dari masalah yang menyandungmu saat ini.

Saya sedang dalam keadaan seperti ini.
Saya tidak tau apakah keputusan yang saya buat benar atau salah.
Saya tidak tau apakah pilihan yang saya buat benar atau salah.
Tapi bukankah ada pepatah yang mengatakan bahwa
Kehidupan Anda yang sekarang ini adalah kumulatif dari pilihan-pilihan yang anda buat saat ini.
Jadi saya memberanikan diri mengambil suatu keputusan yang sangat menyakitkan untuk saya.
Tapi saya percaya, apapun yang saya pilih nantinya pasti akan memberikan dampak yang positif baik untuk saya atau orang yang bersangkutan.

Teman, keadaan itu tidak pernah berpihak pada kita.
Tidak pernah.
Tapi bukan berarti kita tidak bisa membuat pilihan yang benar untuk meminimalisir segi negatifnya.
Teman, jika kamu sedang terpuruk sekarang, Berdirilah. Tolong berdirilah.
Sudah terlalu lama kamu tersungkur dan membiarkan banyak hal menyenangkan untuk menggantikan kesedihanmu.
Percayalah bahwa yang baik akan kembali baik padamu, seburuk apapun kondisinya saat ini. Yang pasti itu terjadi setelah kamu mengusahakannya semaksimal mungkin.
Selanjutnya percayakan semua pada tangan yang berwenang dalam menilai usaha dan keadaanmu yang sesungguhnya. semua sudah akan ada yang mengaturnya untukmu.
Jadi, kita tidak perlu menebang pisang untuk menyelamatkan rumput bukan?
Bukan karena rumput tidak berarti,
Tapi karena kita tidak boleh membuang manfaat tanaman pisang hanya untuk rumput yang sudah layu.

Salam Sayang. :)

Re(A)l ̶a̶ wan. Tentang Kehidupan.#EfekDiklatsar

Relawan. Apa mindset kita tentang relawan?
pasti yang terbesit dalam otak kita adalah seseorang yang bekerja tanpa bayaran apapun unutk menolong korban bencana maupun konflik. Namanya juga relawan.
yang diurus ya masalah kegawatdaruratan keselamatan, ya kesehatan, ya permasalahan bencana.
Oke. Mungkin banyak sekali yang menulis tentang diklatsar kemaren dan seluruh nilai-nilai yang bisa diambil dari diklatsar.
Tapi saya, melalui tulisan ini ingin mengajak anda memandang seorang relawan dari sudut pandang yang berbeda.
Namun ini haya pendapat pribadi. sebatas hasil pemikiran saya yang sederhana. boleh diterima, boleh tidak.
Diklatsar dan Gladi Tangguh UKM KSR PMI Sub-Unit PGSD FIP UNNES Angkatan 26.
Wow. dari judulnya saja sudah sedikit horror bagi pe-tidak-suka (?) kegiatan dalam jangka waktu lama seperti saya ini.
Capeknya itu lho..
Tapi serius. Tolong serius membaca tulisan ini. Sebentar saja.
Sebenernya menurut saya memang dua kegiatan terakhir itulah yang sangat berkesan. tapi bukan karena harus pura-pura jadi korban atau harus berjalan berkilo-kilometer ditengah malam atau berguling-guling di lumpur atau dimarah-marahi kakak senior atau karena asrama mati air atau karena sepatu saja jebol atau karena harus menyebrang sungai dan berpegangan pada tangan mas-mas yang tidak saya kenal (?) yang membuat saya menulis ini. bukan.
ya. Simulasi bencana dan gladi tangguh ini mengajarkan sesuatu yang tidak ditawarkan oleh ribuan kegiatan dalam bidang lain.
Inilah yang membuka mata saya. Betapa yang namanya relawan itu adalah pahlawan tanpa tanda jasa setelah guru (Catatan: Guru adalah spesialisasi pendidikan saya. Jadi saya menjunjung tinggi profesi ini). Kenapa saya menyebeut begitu?
Ada 2 Point disini. Lihat judulnya kan? Secara bunyi disebut RELAWAN, tapi dalam tulisan bisa dibaca REAL̶A̶WAN.
kenapa begitu?
Pertama, Relawan.
Merujuk pada pengertian kata relawan, Imbuhan “wan” tidak pernah dipadankan dengan kata kerja (verba).
Jadi relawan adalah orang yang melakukan sesuatu dengan sukarela (tidak karena diwajibkan atau dipaksakan).
Untuk pengertian yang ini saya kira teman-teman punya alur pemikiran yang sama dengan saya, bahwa relawan adalah seseorang yang benar-benar berdedikasi pada kemanusiaan tanpa bayaran, bahkan jika harus mempertaruhkan nyawa sekalipun.
dalam kegiatan ini, saya sadar bahwa relawan tidak hanya dalam hal medis dan penyelamatan saja.
Kenapa?
Karena relawan bergerak paling depan mengatasi permasalahan. begitu pula pelajaran yang saya dapat dari kegiatan ini. secara teori saya mendapat materi apa saja yang harus kami lakukan dalam siaga gawat-darurat bencana.
TAPI secara praktek kami belajar bagaimana menghadapi keadaan yang menjengkelkan dengan kerelaan setulus hati.
Lihat saja, dalam kegiatan ini kami harus secara sadar diri menyadari bahwa kami harus rela kegiatan ini menguras tenaga kami, menyita waktu dan mengurangi kegiatan online kami. kembali lagi, bahwa kami diajari untuk menghadapi segala kemungkinan dengan kerelaan setulus hati.
ini penting untuk hidup kita. dalam hal apapun. Dengan penerimaan yang indah dalam kesukarelaan inilah seluruh masalah dalam hidup kita setidaknya tidak seberat yang kita pikirkan.
Kedua, Apa hubungannya dengan REAL̶A̶WAN?
kenapa saya katakan REAL?
Karena prinsip KESUKARELAAN ini berhubungan denga KENYATAAN atau sesuatu yang REAL.
Untuk apa kita menerapakan prinsip rela atau nerima dalam menjadi relawan di hidup ini?
Karena ini:
  • Dengan penerimaan pada kenyataan yang digariskan Sang Pencipta untuk kita, kita terhindar dari sifat pengeluh. bahkan sikap menghujat keputusan-Nya.
  • Dengan penerimaan pada kenyataan kita senantiasa melihat apa yang bisa disyukuri. Melihat apa yang terjadi pada kita tentulan bertujuan baik untuk kita.
  • Dengan penerimaan pada kenyataan kita bisa melangkah dengan tenang tanpa terbebani dengan pemikiran buruk kita. gampangnya pikiran kita jadi lebih ringan.
  • Dengan penerimaan pada kenyataan kita merasa terpacu bahwa mungkin setiap kegagalan adalah alasan kita untuk terus membuktikan diri kita layak dan mampu.
  • Dengan penerimaan pada kenyataan kita tau bahwa ada alasan untuk kita untuk terus belajar dan tidak terseret kenyataan pahit.
  • Dengan penerimaan pada kenyataan kita telah menjalin hubungan yang baik dengan sesama.
  • Dengan penerimaan pada kenyataan kita mampu mengidentifikasi kelemahan dan kekurangan kita, serta cara menanganinya..
  • dan banyak hal yang belum terungkap oleh pemikiran saya.

Percayalah kawan, percayalah.

sebagaimana saya percaya anda bisa meresapi nilai-nilai yang saya sebutkan.
kita sudah cukup dewasa untuk mengerti tanpa dijabarkan.
kita semua adalah relawan tanpa harus turun ke PMI--bagi yang tidak berminat di PMI--.
Setidaknya, dengan ini kita telah meng-upgrade diri sendiri kearah yang lebih-baik.
kita rela menerima segala kenyataan yang IA berikan, berikut dengan kerelaan untuk terus berbenah.
Cukup ya?
Segini saja sudah mampu mencetak KITA menjadi Pribadi yang LUAR BIASA.
Trimakasih untuk UKM KSR yang telah menyelenggarakan acara yang Luar biasa ini.
*Applause untuk kita. :)

Selasa, 10 Januari 2012

Seminar Lomba Gagasan Tulis Ilmiah (LGTI) Se-Jawa Himpunan Mahasiswa PGSD FIP UNNES, Salah Satu Pergerakan Mahasiswa Dalam Menyukseskan Pendidikan Karakter

Sabtu (7/1 2011) bertempat di Kampus Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FIP Universitas Negeri Semarang (UNNES) Himpunan Mahasiswa PGSD FIP UNNES menggelar Seminar Lomba Gagasan Tulis Ilmiah (LGTI) Se-jawa setelah mengadakan Lomba Gagasan Tulis Ilmiah Se-Jawa untuk pertama kalinya. LGTI ini diikuti oleh berbagai Universitas di seluruh Jawa, antara lain UNTIRTA, UNJ, IKIP PGRI Semarang, IKIP PGRI Jogja, Polines, UMK, UNY, UNEJ, UGM, UNIBRAW, IKIP PGRI Madiun, dan Sang Tuan Rumah, UNNES.

Ketua Jurusan PGSD, Dra.Hartati, M.Pd mengatakan Seminar yang merupakan tindak lanjut dari Lomba Gagasan Tulis Ilmiah (LGTI) yang dimulai sejak Akhir November 2011 ini merupakan pergerakan kebangkitan mahasiswa untuk melakukan pembangunan nasional, terutama dibidang pendidikan karakter bangsa sehingga pada akhirnya mampu membangun kembali peradaban moral generasi penerus bangsa. Lebih lanjut, banyak pihak berharap LGTI yang merupakan agenda terakhir HIMA kepengurusan 2011 ini dapat menjadi stimulus kepada mahasiswa untuk produktif dalam menelurkan ide-ide baru dalam kancah karya ilmiah.

Seminar LGTI ini disambut oleh antusiasme yang hangat dari mahasiswa. Terbukti dari jumlah total peserta seminar sebanyak 142 yang telah mengalami penambahan kuota dari total peserta awal yang hanya 100 peserta. Seminar yang dirancang dalam format persentasi dari 10 karya Gagasan tulis yang telah berhasil menyisihkan 70 gagasan yang telah masuk ke Panitia untuk kemudian diseleksi menjadi 3 gagasan yang terbaik. Para finalis memperebutkan hadiah berupa trophy, sertifikat, serta uang pembinaan sebesar Rp. 1.000.000,00 untuk juara pertama, trophy, sertifikat dan uang pembinaan sebesar Rp. 600.000,00 untuk juara kedua, serta trophy, sertifikat dan uang pembinaan sebesar Rp. 400.000,00 untuk juara ketiga.

Ke-sepuluh finalis 10 besar LGTI ini terdiri dari 5 gagasan tulis dari mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES), 2 gagasan dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), 1 gagasan dari IKIP PGDRI Madiun, 1 gagasan dari dari IKIP PGRI Semarang, dan 1 gagasan dari Universitas Brawijaya.

Untuk menyeleksi kesepuluh karya tersebut, HIMA PGSD menghadirkan tiga juri dari Universitas Negeri Semarang yang telah diakui mampu dalam bidang keilmiahan. Juri tersebut adalah Arif Widagdo S,Pd, Drs. Wardi M.Pd, serta Farid Ahmadi S,Kom, M.Kom.

Dalam penilaian juri, terpilih Pagelaran Wayang panas sebagai Inovasi Pengembangan Media Pendidikan Karakter Pada Siswa di Sekolah Dasar (Agustin Anggriyani) sebagai pemenang pertama, Internalisasi "4 propectic character" Sebagai Nilai Luhur dan Dasar Perilaku Berkarakter melalaui Permainan Tradisional Modifikasi pada Anak Usia Dini Sekolah Dasar: Stategi Mikro Program Pendidikan Karakter Untuk Menyukseskan Gerakan Aksi Nasional Pendidikan Karakter 2010-2015 (Vebby Astri Rizkilia UNIBRAW) sebagai pemenang kedua, dan Cheerdio ( Cheerfull Radio ) Sebagai Pembersih Polusi Karakter pada Anak-Anak Usia Dasar (Desty Putri Hanifah UNNES) sebagai pemenang ketiga.

“Karya ini merupakan sebuah ide inovasi pendidikan karakter yang brillian dan bebas plagiarisme dalam masyarakat. karya ini sederhana namun apabila terlaksana akan menjadi media pendidikan karakter yang luar biasa. Bisa dipatenkan menjadi hak kekayaan intelektual” Ujar Arif Widagdo disela-sela penjurian. Hal ini membuktikan bahwa sebenarnya mahasiswa-mahasiwa yang mengikuti lomba LGTI ini khususnya telah memiliki capabilitas yang mampu membawa Indonesia kearah yang lebih baik.

Kamis, 08 Desember 2011

Upaya Sadar Politik dalam Pemilihan Raya Unniversitas Negeri Semarang (UNNES)

Universitas Negeri Semarang (UNNES) belakangan ini dihebohkan oleh Pemilihan Raya Keluarga Mahasiswa atau yang biasa kita sebut Pemira periode 2011/2012 yang akan dilaksanakan tanggal 14 Desember 2011 nanti. SepertI yang telah disosialisasikan, Pemira tahun ini diikuti oleh tiga calon. Dengan diselenggarakannya Pemira, berarti hal terpenting yang disoroti adalah mengenai kesadaran politik mahasiswa.

Kampus, selain sebagai lembaga pendidikan, juga menggambarkan miniature kehidupan bernegara, terutama mengenai aspek politik. Kecenderungan aspek poltik ini semakin terasa kuat pengaruhnya ketika memasuki masa-masa pemilihan raya seperti saat ini. Namun, berdasarkan pemahaman yang ada sekarang, politik itu memang berarti sesuatu yang ‘kejam’. Bagaimana tidak, jika dalam sebuah pameo dikatakan, bahwa dalam politik tidak ada teman yang abadi, tidak ada kawan yang abadi, yang ada hanyalah kepentingan yang abadi.

Menurut Henry S, dalam www.sumajanews.com, Pendidikan politik telah diatur dalam kurikulum Sisdiknas untuk memenuhi kebutuhan politik para pelajar dan mahasiswa. Tetapi bagi sebagian remaja, terutama mahasiswa yang notabene sudah dianggap mampu berpolitik dalam tingkatan lebih kompleks, ternyata masih kurang kesadaran politiknya. Bukan bermaksud sinis, tetapi menumbuhkan kesadaran politik dikalangan mahasiswa memang merupakan hal yang penting. Hal ini bertujuan bahwa sebagai mahasiswa kita dituntut untuk kritis sekaligus solutif dalam lingkungan masyarakat.

Selain itu, kesadaran politik perlu dibangun sedini mungkin pada kalangan mahasiswa mengingat merekalah yang akan menjadi pemengang pimpinan bangsa ini dengan sportif dan tanpa mengacuhkan norma-norma yang berlaku di bangsa kita. Tanggungjawab kita selanjutnya adalah bagaimana caranya agar terbangun kesadaran politik dalam diri masyarakat. Pada Buletin Express edisi 8 November 2011, tertulis bahwa pada Pemira tahun 2010 kemarin, dari 24000 mahasiswa hanya sekitar 6000 mahasiswa yang menggunakan hak pilihnya. Selain itu, fenomena lain terjadi ketika diadakan dialog Presiden mahasiswa yang terlihat sedikit peminat. Hal ini dapat memicu adanya mahasiswa yang tidak memberikan hak suaranya pada saat Pemira, dengan alasan tidak mengenal calon Presma yang mengikuti Pemira. Hal ini tentu harus ditanggulangi, karena pemilih yang cerdas merupakan salah satu syarat terselenggaranya pemilu yang berkualitas. Pemilu yang berkualitas harus meliputi kontestan dan pemilih yang beretika, taat aturan main, media yang sehat dan objektif, penyelenggara juga objektif, dan pemilihnya cerdas. Pemilih yang cerdas adalah pemilih yang memahami peraturan pemilu, mengetahui orang yang dipilihnya dan pemilih yang tidak mau dibodohi oleh calon yang menggunakan politik iming-iming sebagai alat berkampanye.

Kita harus mencontoh aksi Himpunan Mahasiswa Islam di Jakarta yang mendirikan gerakan pemilih cerdas sebagai salah satu solusi mengurangi mahasiswa yang golput, serta memulai perybahan mendasar di kalangan mahasiswa. Upaya lain yang bisa dilakukan adalah dengan memberi stimulus kapada para mahasiswa untuk tutut serta menentukan keputusan yang menyangkut kehidupan mereka melalui media yang persuasif, misalnya dengan inovasi cara kampanye atau mengadakan teatrikal tentang pentingnya hak suara mereka untuk lembaganya.

Alternatif selanjutnya adalah dengan membudayakan partisipasi mahasiswa diluar organisasi penyelenggara Pemira dalam menentukan sistem pemungutan suara. Dengan begini, mahasiswa akan merasa bahwa kehadirannya sangat dibutuhkan, sehingga akan tumbuh rasa peduli dalam diri mereka. Mari kita canangkan suatu perubahan.









Kharissa Widya Kresna

PGSD FIP UNNES 2011

085742946406

Rabu, 07 Desember 2011

Pendidikan Karakter, Untuk Siapa?

Dewasa ini ramai sekali diperbincangkan mengenai pendidikan karakter, setelah maraknya kasus korupsi yang terbongkar di negara ini. Tetapi apakah pendidikan karakter itu?

Menurut mandikdasmen dalam situs mandikdasmen.kemdiknas.go.id dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan pendidikan karakter adalah pendidikan budi pekerti plus, yaitu yang melibatkan aspek pengetahuan (cognitive), perasaan (feeling), dan tindakan (action). Menurut Thomas Lickona, tanpa ketiga aspek ini, maka pendidikan karakter tidak akan efektif. Tetapi apakah pelaksanaannya sudah sesuai dan mencakup seluruh aspek tersebut?

Dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3 menjelaskan fungsi Pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa; dan tujuan pendidikan nasional untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Tetapi terlepas dari itu, prihatin sekali ketika saya mendapati kasus di desa kecil disebuah kabupaten di Jawa Tengah, ada oknum guru yang tertangkap basah terlibat dalam sindikat perdagangan siswi SMK Swasta ternama di kabupaten tersebut. Contoh yang lebih sepele adalah bahwa masih saja ada oknum guru -baik PNS maupun guru wiyata bakti- yang sering membolos kerja dengan berbagai alasan. Padahal pemerintah setempat sudah sering mengadakan sidak untuk mengurangi ketidakdisiplinan guru.

Sekarang mari kita pikirkan. Apa gunanya kita gencar menanamkan pendidikan karakter pada peserta didik jika sebagai pendidiknya saja ‘bermasalah’ dengan karakter? Bukankah upaya penanaman karakter yang terbaik untuk peserta didik adalah dengan memberi contoh kongkrit dalam kehidupan sehari-hari? Pendidikan karakter akan berakar kuat ketika guru menyadari keberadaan dirinya sebagai pendidik karakter dan pelaku perubahan.

Guru sebagai ujung tombak keberhasilan pendidikan dituntut belajar tentang banyak hal, bukan hanya materi yang akan disampaikan, guru juga harus benar-benar bisa menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menanamkan karakter pada anak sesuai kepribadian bangsa.

Karena kunci keberhasilan dunia pendidikan terletak di tangan guru, termasuk dalam menegakkan pendidikan karakter kepada anak. Sebelum guru mendidik anak supaya berkarakter, terlebih dahulu gurunya juga harus berkarakter.

Oleh karena itu, upaya penigkatan profesionalisme para pendidik merupakan hal mutlak atau suatu keharusan. Hakikatnya, kualitas seorang guru dapat dilihat dari segi moralitas, bijaksana, sabar, serta mampu menguasai materi yang akan diajarkan kepada anak, berikut upaya penerapannya. Guru harus memiliki komitmen untuk mengembangkan karakter peserta didik, dimulai dari kesadarannya sebagai penutan anak-anak didiknya. Dengan kata lain, guru inspiratif adalah guru yang mampu menularkan pengetahuan dan sekaligus menggerakkan perubahan serta memengaruhi siswa. Jadi, guru inspiratif bukanlah sekadar guru kurikulum, melainkan mampu mengembangkan potensi dan kemampuan siswa, berpikir kreatif, dan mampu melahirkan siswa yang tangguh dalam menghadapi aneka tantangan dan perubahan.

Guru inspiratif mampu membangun iklim pembelajaran dengan kreatif. Model dan media pembelajaran dibuatnya menarik perhatian. Peserta didik pun akan selalu merindukan guru semacam itu untuk terus hadir di kelas. Pembelajaran pun terasa begitu sebentar bagi peserta didik. Usai pelajaran, peserta didik pun mendapatkan pencerahan, termotivasi melakukan perubahan dan pelajaran tertanam dalam. Lebih dari itu, siswa mengalami revolusi diri: cinta pada Tuhan, berubah lebih baik, mengenal bakat terpendam dan kreatif.

Memperingati hari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pada 25 November yang lalu, kita pasti berharap adanya perbaikan pada sistem pendidikan di Indonesia, terutama pada pendidikan karakter ini. Karena pada dasarnya guru-lah yang memegang kendali arah generasi penerus bangsa. Dan kita sebagai mahasiswa, terutama pada mahasiswa calon pendidik sudah pasti memikul tanggungjawab untuk turut serta membangun negara, berawal pada diri dan karakter kita pribadi. Demi Pendidikan Indonesia yang lebih baik. Indonesia Bisa!



Hidup Mahasiswa!

Minggu, 13 November 2011

Mahasiswa dan Masa Depan

Oleh Dona Sukma Permana
Senin, 05 Juli 2010 20:38

Oleh Ermy Mulltiyarti

Mahasiswa. Tentu kita semua tahu apa pengertian dari kata – kata tersebut, Karena kita pun merupakan bagian dari kata – kata tersebut. Mahasiswa tidak dapat hanya diartikan sebagai suatu gabungan dari kata ‘Maha’ dan ‘Siswa’ tapi ‘Mahasiswa’ sebagai suatu kesatuan memiliki makna yang sangat luas. Mahasiswa bukan hanya sekedar sebutan bagi seseorang yang melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi tapi Mahasiswa adalah bagian sebuah proses panjang dari sesuatu yang biasa kita sebut dengan masa depan.



Apa yang kita sandang sebagai mahasiswa tidaklah ringan. Karena yang kita bawa adalah harapan dari begitu banyak manusia di Indonesia. Tentu sangatlah tidak mudah untuk dapat mewujudkan semua harapan tersebut. Tapi satu hal yang pasti bisa kita lakukan adalah belajar, karena belajar adalah suatu awal tanpa akhir. Kita akan terus belajar dan belajar untuk mendapatkan apapun yang kita inginkan termasuk masa depan yang lebih baik tidak hanya bagi diri kita sendiri tapi juga negara ini. Namun belajar dalam konteks ini tidak lantas diartikan dalam makna yang sempit sebagai seorang mahasiswa tipe ‘study oriented’ tapi belajar disini memiliki makna yang sangat luas karena dalam kehidupan sehari-hari pun kita senantiasa belajar dengan atau tanpa kita sadari. Saat kita semua terlahir kedunia ini pun kita mengalami proses yang sangat panjang, mulai dari bayi kita belajar bagaimana cara berbicara, merangkak, berjalan, hingga belajar tentang makna kehidupan. Dari kecil kita belajar membawa makna hidup yang sangat besar dari orang tua kita. Begitupun kita sebagai seorang mahasiswa, kita membawa makna dan harapan hidup dari bangsa ini. Bangsa yang tengah berjuang menghadapi banyak sekali permasalahan demi sebuah kata yaitu masa depan yang lebih baik.

Mahasiswa dengan berjuta-juta harapan yang diembannya juga merupakan seorang agen masa depan yang sangat penting. Mahasiswa berperan membawa amanat yang dititipkan banyak manusia Indonesia untuk dapat menyampaikan amanat itu dengan baik pada orang –orang yang tengah “berkuasa” di Negara ini.

Lalu muncul pertanyaan baru ‘Mengapa harus kita, seorang Mahasiswa yang harus mengemban semua itu ? Karena kita sebagai generasi muda dengan mau atau tidak mau akan menggantikan posisi orang – orang yang “berkuasa” tersebut. Karena itu kita harus mempersiapkan diri kita sebelum semua hal itu benar-benar sampai d hadapan kita. Kita harus mulai menempa kemampuan dan mental kita dari sekarang. Jangan biarkan keadaan menggerogoti jiwa kita.

Namun kenyataannya dewasa ini jauh lebih banyak mahasiswa yang “kopong” dari pada mahasiswa yang utuh. Mahasiswa kopong ini membiarkan dirinya digrogoti oleh keadaan. Wabah keadaan ini datang dalam berbagai bentuk baik rasa malas, pengaruh dunia luar ataupun sejuta alasan bodoh yang lain. Karena itu jangan sampai kita terjangkiti wabah mahasiswa ‘kopong ini’ yang terlihat secara fisik tapi kosong isinya bahkan seringkali tidak disadari keberadaannya oleh orang – orang disekitarnya. Tentu akan sangat menyedihkan. Yang seharusnya kita lakukan adalah memanfaatkan keadaan bukan dimanfaatkan oleh keadaan. Kita harus memanfaatkan keadaan kita sekarang ini di saat kita masih memiliki kesempatan untuk belajar berkontribusi dalam lingkungan dan masyarakat sekitar sebelum kita benar-benar kehabisan waktu untuk belajar.

Sekarang adalah saat yang tepat untuk membentuk karakter yang akan menjadi tolak ukur masyarakat pada kita di masa datang. Karakter ini dapat dibentuk melalui berbagai hal salah satunya dengan berorganisasi. Banyak sekali organisasi dan kegiatan di sekitar kita hanya tinggal kita yang memilih dan memutuskan karakter seperti apa yang akan kita ciptakan. Karakter ini akan menjadi stereotype untuk mengukur peran dan keberadaan mahasiswa bagi masyarakat. Seperti pada era kejatuhan orde baru. D masa itu kita bisa melihat bagaimana peran mahasiswa dalam pemerintahan. Karenanya masyarakat tidak bisa menyepelekan keberadaan mahasiswa karena mahasiswa adalah ‘agent of change’ yang merupakan tumpuan harapan masyarakat untuk masa depan Negara ini di masa depan . Kita harus bisa membuktikan keberadaan dan peranan kita bagi masyarakat dan Negara ini.

Mari Berkontribusi !!!

sumber : http://www.penilai-stan.com/index.php/component/content/article/78--mahasiswa-dan-masa-depan

Sabtu, 12 November 2011

Perjalanan Mencari Tujuan

Sebelumnya, tolong jangan katakan saya hanya pintar TEORI atau MENGGURUI. tidak. Maksud saya bukan begitu. ini hanyalah suatu yang terfikir di otak saya. Jika anda berkenan membaca, lanjutkan saja. Tapi jika anda berfikir ini tidak ada artinya, Silahkan tinggalkan halaman ini. Karena anda tidak akan mengerti. :)

(Saturday Night, November 12th 2011)

Ketika terbungkus dalam deranya hujan dan kegelapan ruang kecil ini, saya berfikir. Seperti inikah yang saya inginkan?
Seperti inikah keadaan saya?
Bahwa saya hanya tersilap dalam kotak yang bahkan lebih kecil dari yang saya pikirkan.
Bisa dibilang pikiran saya sedang tidak rasional. Saya merasa dititik bawah hidup saya. Saya frustasi dengan apa yang ada di diri saya.
Tiba-tiba ponsel saya bergetar, dengan ringtone lagu yang cukup mengagetkan.

'..You never enjoy your life, living inside the box. You're so afraid for taking chances, how you gonna reach the top?'.

[Greyson Chance - Waiting Outside the Lines]

Saya tertegun.
Saya sendiri malah lupa kalau saya yang dengan sengaja memasang ringtone itu.
Anda tau rasanya? Seperti tertampar. Seperti dibangunkan.
Selama ini saya berfikir apa yang saya lakukan, sudah cukup untuk menyelesaikan masalah. Dan diam untuk menghindari masalah.
TAPI semua itu SALAH. masalah tidak selesai. Semuanya hanya 'pelarian' tetapi tidak mengubah apa-apa. Semua yang ingin saya tinggalkan justru mengendap semakin banyak, dan mendesak keluar semakin diluar kontrol.

Saya tidak mengerti, jujur saya merasa kesulitan.
Saya membatasi diri saya karna saya merasa hampa. Saya merasa ditarik keluar dari diri saya sendiri oleh segala deretan keadaan yang saya alami.
DAN sekarang saya tau saya HARUS BANGKIT.
saya harus bisa menyeret mereka dari posisi saya, dan menempatinya kembali.
Ini mungkin suatu teori, dan pasti akan banyak kendala. Tapi benar apa kata sahabat saya malam ini,
bahwa semua ini pasti bagian dari perjalanan hidup.

Sudah cukup saya berdiam diri dan membiarkan masalah men-damage diri saya.
Sudah cukup pula saya menghancurkan diri saya sendiri
SAYA AKAN BERJUANG.

Saya mungkin sedang berjalan tanpa arah, tapi saya sedang berjuang menentukannya.
Saya mungkin sedang berjalan tanpa tau arti perjalanan saya,
tapi saya sedang berjuang menemukannya.

Saya tau, jalan diluar sana akan jauh lebih terjal dan menyakitkan. Dan mungkin berdampak jauh lebih dalam dari yang saya alami sekarang, namun saya harus memulai berjalan atau mereka akan menang tanpa perlawanan.
Hidup itu berjalan, proses itu berjalan, dan masalah serta keadaan akan terus berkembang. Jadi, apa kita akan diam saja tanpa ingin berjalan?
BEGINNING IS ALWAYS DIFFICULT, BUT ITS NOT IMPOSIBBLE.
Saya juga tau bahwa perjuangan ini mungkin tidak akan pernah benar-benar berakhir. Tapi percayalah, tidak ada salahnya mencoba.
Saya mencoba. Bagaimana dengan anda?

Semangat untuk kita!

Seperti apa seharusnya teman itu?

Seperti apa seharusnya teman itu ?

Seperti apa sih sebuah pertemanan itu dijalankan ?



Jangan anggap aku konyol bertanya seperti itu. tapi tolong renungkanlah. jika banyak orang bilang teman itu harus saling membantu dan tolong menolong dalam kebaikan, mari pikirkan lagi. kebaikan yang seperti apa?

jangan buat aku makin ragu dengan apa itu TEMAN.

beberapa bulan yang lalu, seorang teman datang meminta tolong dan aku menyanggupi. saya tau, bantuan yang kulakukan akan berdampak besar untukku sendiri. menyangkut pencitraan buruk atas diri saya sendiri. tapi karena KUPIKIR kami TEMAN, tidak masalah. karena aku temannya, dan kewajibanku membantunya. juga karena kau tidak tega membiarkanya kebingungan.

Tapi ketika semua yang direncanakan tidak berjalan mulus, bisakah seorang teman meninggalkan kita sendirian menyelesaikan masalah yang bahkan bukan wilayah kita?

bisakah seorang teman hanya datang ketika dia yang mempunyai keperluan tapi menghilang ketika situasi membahayakan dirinya sendiri dan tidak memperdulikan orang yang tulus berkeinginan membantunya?

Sistem pertemanan macam apa ini?



Bukannya menuntut dihargai atau bagaimana. tapi paling tidak ketika anda bicara bahwa AKU TEMAN KAMU itu berarti anda telah memberikan dampak psikologis pada orang yang anda ajak bicara. secara tidak langsung, anda pasti juga MERASA BERARTI ketika seseorang mengatakan bahwa anda adalah temannya --tentu saja ini hanya berlaku pada hal kebaikan-- karena teman adalah sesuatu yang membanggakan. karena teman adalah bagian hidup yang tak bisa ditinggalkan. karena teman adalah orang yang kita sapa tiap harinya. ataukah cuma aku yang merasa begitu?



Bagaimana seharusnya kita memperlakukan seorang teman?

Banyak orang mau melakukan apa yang diminta seseorang atas dasar rasa TEMAN, tetapi tidak menyadari apakah hal yang dia lakukan benar atau salah. Aku salah satunya.

jadi,

TEMAN, apa aku salah menganggapmu teman?

apakah benar kamu temanku? atau kamu hanya sebatas orang lain yang kuketahui namanya tapi tidak kukenal?

buktikan bahwa kamu adalah TEMAN bukan raga dengan nama tapi TANPA ARTI bagi orang lain.

Menghapus Nepotisme. Yakin??

Salam..
ini bukan sesuatu yang diperuntukkan untuk mengkritisi suatu sistem, TAPI untuk MENGKRITISI DIRI SENDIRI.

Santai saja.. :bigsmile:
tau definisi Nepotisme?
Sederhananya Nepotisme adalah suatu tindakan memberikan sesuatu (mungkin jabatan, kesempatan, dll) kepada orang atau kelompok tertentu yg memiliki hubungan intens dengan si pemberi.

Flashback di Orde Baru, KKN --kolusi Korupsi Nepotisme-- banyak merebak di sistem pemerintahan RI.
Tapi kali ini kita tidak membahas sistem. Melainkan KEBIASAAN.
Mari kita renungkan, bisakah nepotisme dihapus ?
Nyatanya, nepotisme sudah mendarah daging dalam hidup kita.
Tidak usah jauh2. Sebagai mahasiswa, tiap masuk dalam ruangan untuk mengikuti kuliah, beberapa mahasiswa yg datang lebih awal mengklaim-kan tempat duduk untuk teman dekatnya yg belum datang.
Akibatnya, beberapa mahasiswa lain yg susah payah hanya bisa kebingungan melihat tempat duduk strategis sudah 'dipesan' teman2 lain yg belum datang.
Atau seperti ini kasusnya : Sama2 minta dipesankan tempat duduk, yg satu teman dekat kita, sedangkan yg lain belum kita kenal dgn baik, pasti yg pertama kali kita pesankan tempat duduk adalah teman dekat kita. Ini juga contoh nepotisme kan? Mengutamakan keuntungan orang yg sudah kita kenal, padahal mereka punya kesempatan yg sama.
Lalu, dalam proses perkuliahan : ketika persentasi materi, sesi tanyajawab diisi oleh pertanyaan dari teman dekat yg sengaja dipilih oleh kelompok yg bersangkutan. Lalu, saya ingat ketika seorang teman bercerita bahwa ketika dalam suatu forum ada yg bertanya tentang bagaimana menjadi aktifis organisasi mahasiswa, sang pemateri menjawab '..dengan mencari kenalan kakak tingkat.. (lupa lanjutannya)'
bukankah sudah jelas ?
Contoh lain dosen saya, lebih cenderung melihat dan menganakemaskan teman saya yg sudah beliau kenal dibanding saya, padahal saya sudah seaktif mungkin didepan beliau. Padahal saya berusaha sekeras mungkin mempersiapkan pertanyaan atau materi se-baik mungkin. Tapi tetap saja saya diabaikan. Sedangkan teman saya tidak melakukan apaapa. :( (curcol dikit)

Bahkan, baik anda akui atau tidak, anda pasti selalu mempertimbangkan aspek subjektifitas saat mengambil keputusan yg menyangkut orang lain. Cuma bedanya, anda mampu mengalahkan 'nafsu' tsb atau tidak. :)

Dan hey, anda pasti tidak sadar ketika anda menilai seseorang.
Anda PASTI akan lebih mempertimbangkan orang yg sudah anda kenal lama & sudah anda ketahui perilakunya, DARIPADA orang yg anda kenal sehari tanpa anda ketahui kemampuannya yg sebenar-benarnya.
Lalu bagaimana nasib orang yg baru anda kenal? Jika mungkin justru dia-lah yg (mungkin) lebih menginginkan dan lebih bisa melakukan sesuatu dibanding orang yg sudah lama anda kenal? Nepotisme juga kan itu?

Contoh :
ketika anda dihadapkan pilihan antara bekerjasama dengan teman dekat anda ato bekerjasama dengan teman yg belum anda kenal sebelumnya, apa yg akan ada pilih?
Hampir dapat dipastikan anda akan cenderung memilih teman dekat anda.
Memang, terlihat bahwa Nepotisme itu berkaitan erat dengan KENYAMANAN KITA.
Maka dari itu, jika ada suatu harapan menghapus nepotisme dari negara ini, mulailah menyadari hal kecil yg kita lakukan.
Kenapa kita 'takut' menilai seseorang yg baru dalam hidup kita?


Menurut saya pribadi, menghapus nepotisme itu sulit--bahkan cenderung tidak mungkin-- karna subjektifitas itu manusiawi. tapi setidaknya kita mampu meminimalisir terjadinya Nepotisme demi kenyamanan semua pihak. Betul tidak ? :)

Terkadang salah mengartikan 'Nikmat'

Teman, ingatkah apa yg kita katakan ketika awal pidato atau membuka sesuatu wacana lisan?
Berawal saya mencermati beberapa teman,
Lets repeat :
'..Pertama-tama marilah kita Panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yg telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya berupa nikmat keselamatan dan nikmat kesehatan..' dst.
Pertanyaan yg timbul adalah, APAKAH NIKMAT HANYA SEBATAS HAL-HAL SEMACAM ITU ?
dan otak saya secara otomatis menjawab : ABSOLUTELY NO.
Pernahkah terlintas difikiran anda,
bahwa corak baju anda yg dipuji bagus oleh orang lain itu juga NIKMAT ?
bahwa anda masuk kelas terlebih dahulu --sedangkan teman anda mungkin terlambat-- itu juga nikmat ?
Dan bahkan, ketika anda punya teman bicara yg menyenangkan itu juga NIKMAT?
Bukankah anda sudah bisa berfikir lebih cepat dibanding teman anda itu juga nikmat?
Orang lain belum tentu mendapatkan itu semua kan?

masalahnya adalah, betapa hal2 yg sangat sederhana ini-lah yg tanpa sengaja kita abaikan. Dan bahkan, kita lupa untuk mengucapkan terimakasih. Dan yg lebih parah, kita sibuk mengkritik sedikit dari kekurangan kita yg bahkan jauh lebih sedikit dari kenikmatan kita.
DAN bukankah MASALAH serta KEKURANGAN kita juga sebuah NIKMAT ? dimana masalah dan kekurangan kita itulah yg menjadikan kita lebih dari sebelumnya.
Tanpa masalah, kita akan tetap menjadi kita ketika SD dulu.
Tanpa kekurangan, kita akan sama dengan banyak orang lain didunia ini yg mengakibatkan hidup ini monoton.
Kelebihan bisa diusahakan, tapi kekurangan kita yg tercover itulah yg menjadi ciri khas.

Jadi, katakanlah, yg mana dari nikmat Tuhanmu yg kamu dustakan ?

:)

Kamis, 11 November 2010

^ SAHABAT ^

Malam tadi, kamu dan sahabatmu bertengkar. kamu membuat keputusan untuk tak mau berbicara padanya.
Keesokan harinya dia tersenyum padamu tapi kamu mengatupkan bibir untuknya,
Dia menceritakan perkara yang baik tentangmu krpada teman^nya.
sebaliknya, kamu menyebarkan kabar angin mengenainya.
Dia mencoba mendekatimu dan menegurmu. Tapi kamu tak peduli dan mendorongnya menjauh.
Kamu merasa ia sahabat yang paling buruk.
Diapun menulis catatan tentangmu dan menuliskan saat^ indah bersamamu.
Sebaliknya, kmu menulis saat^ buruk bersamanya.
Jauh disudut hatimu kau menyayanginya. tapi hatimu sudah dipenuhi oleh kebencian.
Keesokkan harinya kamu mendapat catatan darinya...

".... Dear,
aku mencoba memberitaumu semalam,
tapi kamu gg memberiku peluang untuk bicara.
aku mencoba memberitahumu kabar gembira tapi kau takut tuk mendengarnya.
aku coba tuk tersenyum padamu tapi kau sambut senyumku penuh kebencian.
Sekarang keadaanku terlalu payah dan semakin lemah..
Aku minta maaf karena tak bisa menemuimu hari ini.
Aku tulis surat ini dari rumah sakit. aku udah gg punya waktu.
aku minta maaf karna baru memberitahumu sekarang.
Aku juga minta maaf untuk perselisihan dan kesilafan antara kita.
Kamu sahabat yang baik.
Aku janji akan terus memperhatikan kamu.
Salam kasih sayang..."




Kamupun berlari ke rumah sakit untuk meminta maaf padanya.
tapi hanya ibunya yang ada disitu.
Ibuna menutup mukanya dengan kedua belah tangannya,
dan diapun menangis...
Beliau berlutut dan berdoa supaya ALLAH mengembalikkan anaknya...

***

PERSAHABATAN.
ada kala baik dan buruk. dan kadangkala kamu perlu meminta maaf sebelum orang lain melakukannya dulu..
Sebab siapapun tak tau apa yang terjadi besok..

Hal-hal yg Membuat Saya Menangis Hari ini.

Dari judulnya terlihat cengeng,,
tapi gk pa-pa lah..
Lets Play ...


Kemarin malam (5/3.10), selepas magrib, aku ingat aku pernah berjanji diatas kapal Ferry dari Gilimanuk-Tanjung Priuk, sebuah janji klo aku gk mau jadi seorang yg tak bisa dibanggakan.

Memang aku sering kali merasa aku bukan bagian penting dikeluargaku. Mungkin tu gg benar. Tapi y.. Urat childishku sudah telanjur memvonis perasaanku dgn hal seperti itu.

Ditemani sinar bulan yg terbias lautan, riak kapal, & rangkulan hangat dari Seorang Sahabatku, aku menuturkan betapa atiku benar^ tak mampu menahan airmataku. Ya. Aku menangis bersamanya. Shg terucap janji yg kusebutkan sebelumnya.




Today (6/3.10),
pagi ini aku membuat sedikit konflik dengan ortuku.
Aku terpaksa membicarakan sesuatu.
Tapi tnyata saat yg kupilih gk tepat. Konflik tjadi dan aku dicap sebagai "anak yg tak tau keadaan orangtua".
Menyakitkan.
Aku tau dulu aku pernah melakukan kesalahan besar. Dan tu sangat mengecewakan beliau.
Alhasil aku brangkat skolah dgn berlinang air mata.
Bukti pertama Aku gagal menepati janjiku.

Disekolah,
aku benar^ badmood. Kejadian td pg bdampak fatal. Aku lupa mbawa tugas yg deadline hari ini. Sial.
Tapi ternyata tak kusangka, bapakku kesekolah ngantarin tugasku itu. Bapak sm sX tak tersenyum padaku. Tapi ada 1 ucapannya yg keluar dr bibirnya,
`dichek dulu semuanya. Hidup tu gk cuma utk masalahmu sendiri. Jangan ragu uat bilang klo emg gk mampu. Apalagi sama ortumu sendiri. Hdup gk sendirian. Terus2n sikap kamu yg ky gt. Bapak tunggu jadi apa kamu ntar.`
Aku ngrasa ditampar keras2. Lagi, aku merasa melakukan kesalahan besar. Aku anak yg payah & hanya merepotkan orang tua.
Bukti kedua aku gagal nepatin janjiku.
Dan aku benar^ menangis untk k2 kalinya.

Menjelang plg skolah, aku ketemu sahabatku. ia menanyakan keadaanku & memelukku. Yah, ia memang keibuan. Aku ingat saat mnangis bareng ia. Saat aku ngrasa gk pantas bsahabat dgn mereka d'MBC, Saat aku ngrasa payah diorganisasi. Ingatan tu memaksaku ngrasa jadi orang yg buruk. ia tsenyum n bilang,
`Jangan nyerah. Kita tetep sahabat wlau kamu plg berbeda. Jangan pikirin omgan orang. Sobat2mu tau kok yg kamu lakuin tu positif. Diem sejenak, renungin. Maaf aku gk bs kasih solusi, krn aku jg lum mampu hdapi mslahku sendiri. Slg menyemangati aja. Jangan down. Kami ada buat kamu kok.`
Bukti ketiga aku gagal nepatin janjiku. tu ckup mbuatku tak mampu utk tak berkaca-kaca.

Di bus, aku lg ngobrol2 ma slah seorang sahabatku yang lain, ia jg menanyakan aku kenapa. Ia jg blg aku kelainan jiwa. Bercanda memang. Tp aku jd ingat kata^ ayahku. Aku pgen crita ma sahabatku itu, tapi aku gk tau harus mulai darimana, & aku gk kuasa uat gk mengeluarkan airmata.

Sampai dirumah,
suasana rumah ternyata gg berubah. Aku dsambut senyum hambar, omelan, dan suara nada tinggi bunda.
Beliau bilang,
`Lain kali, kalau ada masalah, bicara dari awal. Jangan ndadak. Bapak ibu pasti nurutin klo positif buat kamu. Tapi y liat2 kemampuan bapak ibu dulu. Jangan cuma diem. Sediem apapun kamu, kamu gk bkal pnh bisa bohongin orangtuamu. Apalagi ibu. Ibu tau kamu lbh dr yg kamu tau.`
ya..Aku sadar Sebenarnya tu luapan kekecewaan beliau padaku, tp dtelingaku tu terdengar seperti "Daftar Kesalahanku".
Ok, air mataku jatuh lagi. X ni dDpan film, biar gk ada yg tau aku nangis.
Lagi, bukti aku gagal nepatin janjiku.

Belum sempat tenang atiku, 1 sms masuk, dari Mas. Intinya ia sdg labil krn gk bs ktemu aku.
ia uga minta aku buktikan prestasi belajarku.
Tapi dengan keadaan seperti ni Aku gk yakin bisa dpet nilai maksimal.
Yaa.. Tu mbuatku sadar klo aku bner2 bkin ksalahan & aku sekarang sangat butuh ia utk menenangkan aku yg lagi "gila".
Oh God,, Aku nangis lagi karena itu.!!



Dan setiap hal yg kulakukan utk memperbaiki kesalahanku, hasilnya malah makin payah. Tak menjadi lebih baik.

Aku nulis catatan ni bukan utk dkasihani,, bukan utk bkin org2 yg mbuat airmataku mrasa bersalah.
Aku cuma pgn crita. Biar lega.

Aku butuh dimengerti, benar-benar dimengerti, dan kembali dibantu berdiri.

Tentang Keindahan & yg Ada dibaliknya..

Hay Sob.. ^o^
sberapa lama kamu merenung hari ini ??
3jam ? 4jam ? 5jam ?
Whatever.
Tapiii udah ngrenungin yg ini lum ??

Sahabatku sekalian, coba renung bentar ke dalam diri,
apa yg kita rasain sekarang ?

Mungkin, di waktu ini kalian ada yg sakit. Mungkin ada yg sedang tertekan. Saya yakin juga ada yg risau, ada yg keliru, marah, sedih, bahkan mungkin ada yg cemburu.
Terserah apa aja..
Tapi aku pengen ngajak kalian mperhatikan alam.


Perhatikan sungai, danau, dan lautan.
Perhatikan juga awan yg berarak.
Hijau hutan & tumbuhan, gunung-gunung yg gagah, taman-taman yg indah,
kita sering terpesona kan ??

Tapi Sob, taukah kalian ?
Kalau dibalik keindahan ini ada ssuatu yg menakutkan ?
Disungai ada buaya yg ganas, ular berbisa, & btang-btang kayu balok yg merintangi.

Dihutan, binatang buas menakutkan banget. Jurang2 curam jg siap merenggut nyawa.
Air-air bisa saja mengganas, tsunami datang, gempa bumi & letusan gunung berapi, juga taufan.
Semuanya ini ditutup rapi dgn pakaian keindahan.
DALAM KECANTIKAN ADA KESENGSARAAN.

Coba pikir deh, kalo gk ada ujian & tekanan dalam hidup, darimana kita tau bedanya arang ma berlian ??

Untuk semua yg lagi merasakan ssuatu yg mengganjal di ati,
jangan lama2 bersedih, kecewa, marah, ato kesal.
Cepet2 bangkit Sob !!
Kumpulin kekuatan & kesabaran yg udah Allah beri ke kalian.

Bersyukur.. Bersyukur.. Bersyukur..

Belajar Bilang `CUKUP` yuk..

Refresh otak dikit ya??
Bukannya mau ceramah ni, tapi gg ada salahnya berbagi kebaikan.

Ehm.. Sering kan kita minta hal-hal yg berbagai macam seolah itu yg terbaik untuk kita.
Persoalannya, taukah kita apa yg terbaik untuk diri kita ??

Kalo miskin, minta kaya.
Kalo dilahirkan pendek ato trlalu tinggi,
terus ngarep ada keajaiban utk jadi manusia sempurna. Yaa,, minimal `just nice`.
Tapi pastikah kalo yg kita minta itu yg terbaik ?

Persoalannya lagi, apakah yg kita dapat sekarang ini tu bukan yg terbaik ?
Apa Allah, Tuhan, Pencipta kita itu zalim atau pilih kasih ?
Bukankah IA itu Maha Adil, Maha Bijaksana, dan Maha Mengetahui ?

Aku Pernah baca disebuah majalah Religi, tentang seseorang yg berdoa diberi keselamatan.
Tetapi Allah mbuat ia jadi sakit. Dari kaya jadi miskin. G berdaya.

Gimana tu ?
ternyata dibalik itu hanyalah ujian kesabarannya. Seandainya imannya kuat, insyaAllah ia selamat diakhirat.
Selamat juga, kan? Bahkan Allah meletakkan ia ke tempat yg lebih tinggi.

...

Bila IA menentukan ssuatu utk kita, yakinlah itu adlh yg terbaik.
Mengapa sulit utk ikhlas pd ketetapanNYA ?
Karna kita gg nrimo. Slalu mrasa milik orang lain lebih baik.
itu bikin kita gg bersyukur.
Slalu ngejar peluang yg lebih baik. Slalu merasa kurang.

Cukup ato nggak itu tgantung pd cukup n nggak-nya kita bersyukur kepadaNYA.


Kalo contoh diatas kurang, boleh hubungi aku. InsyaAllah masih ada bnyak kisah yg bs bikin kamu melek kalo kamu masih jauh beruntung dr mereka2 yg lebih susah dari kamu.

So, masih mau bilang Allah gg adil ??

 

Blog Template by YummyLolly.com - RSS icons by ComingUpForAir