Menghadapi kenyataan tidak pernah menjadi pilihan.
Karena kita tidak bisa memaksa semuanya berjalan sesuai arah keinginan kita. padahal dalam kiblat yang sesungguhnya terlalu bertentangan.
Menghadapi kenyataan tidak akan pernah menjadi pilihan.
Karena semuanya terlalu cepat terjadi untuk menunggumu siap menghadapinya.
katanya,
kamu tidak akan tau seberapa kuat dirimu, sampai menjadi kuat adalah satu-satunya pilihanmu.
Saya terlalu sering dibilang gagal move on. Dan biasanya saya cuma menjawab dengan senyum dan jawaban klise.
Tapi sebenarnya tidak begitu. saya menulis tentang 'dia' bukan karena gagal move on. Karena memang hingga sekarang hal-hal yang lebih banyak menginspirasi saya adalah segala hal dari 'dia'.
Move On bukan berarti tidak membicarakannya sama sekali. Move On bukan berarti menghapusnya dari segala kehidupan kita. Itu terlalu kejam.
Move On adalah soal berhenti berharap dan memaafkan. Berhenti berharap bahwa dia akan kembali dan mau mengerti betapa kita terluka seolah semua ini salahnya. Memaafkan jika memang tindakannya kurang tepat untuk kita.
Kita tidak pernah tau apakah dia terluka juga atau tidak kan? Kita juga tidak tau apakah dengan rasa amarah kita semuanya akan lebih baik. Jadi, ayo berhenti menjadi pendendam. berikan maaf.. ringankan langkah kita sendiri..
And I know, I'm not alone.. I'm not the only one who is broken..
(Secondhand Serenade- You and I).
hanya orang dewasa yang bisa berfikir seperti itu.
Perpindahan hanyalah masalah perpindahan posisi. iya kan?
Beberapa orang tinggal di hatimu tetapi tidak di hidupmu. Maafkan mereka.
Beberapa orang tinggal di hidupmu tetapi tidak di hatimu. Hargai mereka.
Iya, perpisahan memang bukan persoalan gampang, tapi cukuplah seperti itu saja sulitnya. jangan semakin dipersulit dengan terus-terusan bertanya kenapa kita ditinggalkan dan kenapa itu terjadi.
Beberapa orang memang tercipta untuk kau cintai, tapi tidak untuk mencintaimu. itu biasa terjadi.
Tapi beberapa orang emang diciptakan untuk mencintaimu walau kau tidak pernah mencintainya.
Karena itulah kita belajar untuk tau bagaimana memaafkan dan menghargai orang dalam arti yang sedalam-dalamnya.
memaafkan mereka yang tak bisa membalas cintamu. menghargai mereka yang tetap mencintaimu walau kau tak pernah menoleh pada mereka.
Saya juga berharap note ini tidak hanya sekedar teori. saya juga sedang belajar memaknai dan tidak lagi merengek seperti anak kecil untuk sesuatu yang tidak membahagiakan. bahkan dalam hal menyayangi seseorang.
Ambil langkah. mantapkan berdiri.
Sabtu, 04 Agustus 2012
HADAPI
Posted by Kharissa Widya Kresna at 08.55
Labels: Artikel, Tulisan Bebas
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 comments:
Posting Komentar