Dalam derapnya, ada tekad tersilau lelap
Dalam tegapnya, ada tegar termakan gelap
Lalu kita menuntut sebuah harap
'Berikan maaf, tolong berikan maaf..'
Pada padang ketika mendung datang
Pada ilalang tergoyang udara gersang
Kita membiarkan pinta berkumandang
'Berikan tenang, tolong berikan tenang..'
Namun pada saatnya terdekap dunia
Namun pada saatnya terbuai ceria
Sesuatu terlupa (tanpa) disengaja
Maka pantaskah kita datang kembali dalam aduan lemah diri?
Maka pantaskah kita meminta kembali yang kita tinggalkan sendiri?
Jika mencintai-Nya kita selalu alfa?
Sabtu, 04 Agustus 2012
Maka Pantaskah?
Posted by Kharissa Widya Kresna at 08.58
Labels: Puisi - Curahan hati
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 comments:
Posting Komentar