Besok negara kita Ulang Tahun loh..
sekedar mengingatkan aja sih.. kali aja ada yang belum tau.
Kenapa saya bilang Ulang Tahun dan bukannya peringatan Kemerdekaan?
Karena saya setuju dengan banyak statement yang mengatakan negara Indonesia belum sepenuhnya merdeka.
Tenang saja. disini kita nggak akan membicarakan sejarah negara yang penuh dengan peristiwa dan tanggal-tanggal penting--yang bahkan hingga usia saya yang ke-18 tahun ini--belum benar-benar dimengerti.
Padahal sejak SD kita sudah dijejali pelajaran sejarah bangsa kita tercinta ini.
Sudah bisa ditebak jika mendekati hari besar negara kita ini seluruh jejaring sosial akan penuh dengan ucapan nasionalisme dari seluruh warga Indonesia.
Itu baik sekali kan? tandanya masih banyak warga se-negara yang ingat betapa berharga hari bertanggal 17 Agustus itu.
tentunya kita semua berharap itu tidak sekedar kata-kata tanpa makna.
Indonesia.
Setiap kali mendengar nama itu yang terlintas dipikiran saya adalah suatu negara yang complicated. Dimana semua urusannya baik yang kecil maupun yang besar saling membelit dan susah diuraikan.
Mungkin karena otak warga kita yang belum sampai, atau memang karena masalahnya luar biasa hebatnya.
Tadi pagi (16 Agustus 2012), bapak berpesan sebelum pergi.
'Dengarkan pidato kenegaraan SBY di _______ (sensored-, salah satu stasiun televisi swasta). Lihat apa yang beliau sampaikan.'
Dalam pidato tersebut, Bapak Presiden banyak menyinggung isu internasional dan kedudukan Bangsa Indonsia di mata dunia.
Yaa.. itu bagus. hanya saja saya takut kalau masalah di domestik justru 'terlupa' untuk dibahas. padahal, bagaimana-pun urusan dalam negara justru jauh lebih penting.
Setelah bapak Presiden berpidato, segala macam testimoni rakyat muncul. ada yang menghujat, ada juga yang menilai baik. saya justru berfikir kalau masalah yang membeli bangsa kita itu sebenarnya justru masalah-masalah kecil.
Saya jadi ingat bagaimana sikap kita sebagai supporter bola untuk TIMNAS kita.
ketika mereka menang, kita memuja bak pahlawan super.
Giliran ketika mereka down, cercaan pedas justru muncul dari kalangan kita sendiri.
Hei dude, Can't you see?
bahkan dalam ilmu psikologi juga dijelaskan bahwa seseorang yang hidup suatu lingkungan akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter sebanding dengan lingkungannya.
Ketika dipuji secara berlebihan mereka menjadi terlena.
Ketika dihujat habis-habisan mereka akan mendendam dan semakin tebal telinga.
Nah, kita juga salah kan?
Saya pikir itu berbanding lurus dengan sikap pejabat pemerintahan kita.
Semakin kita menghujat, mereka akan lebih tidak peduli terhadap nasib rakyat.
Mungkin mereka--para pejabat itu-- berfikir,
'buat apa rakyat juga diperhatikan? toh citra kita telanjur buruk. Lebih baik melakukan sesuatu yang berguna untuk diri sendiri dan keluarga saja.'
Selain itu kebanyakan dari kita juga cuek dengan keadaan negara.
'ah, kurang kerjaan ngurusi negara.'
'alah, diurusi juga ngapain? toh nggak ada perubahan.'
Lah kalo kita cuek siapa yang ngawasin negara?
mereka justru leluasa melakukan penyimpangan mbak, mas yang cakep-cakep..
Inilah. Negara kita terjajah oleh perilaku kita sendiri.
Apa yang kita tanam akan kita tuai, ingat?
kalau kita nggak mau peduli ya kita nggak akan dipedulikan.
simple.
Kita perlu mendukung perubahan.
salah satunya dengan percaya dan mendukung kebijakan pemerintah.
Tapi disini saya juga tidak membenarkan jika kita terus mendukung seluruh perilaku pejabat.Tidak.
Kita tetap harus tau batasan sampai mana kita harus percaya dan kapan kita harus bergerak meluruskan yang melenceng.
Kita boleh marah dengan pemerintah tapi TIDAK dengan demo anarkis.
Kita boleh kecewa dengan beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab tetapi TIDAK dengan aksi destruktif.
Apa yang bisa diperbaiki dengan cara seperti itu?
Rakyat justru sebal, dan masalah tidak terselesaikan.
Wibawa kita sebagai pemuda pembawa perubahan hancur. Dan kita makin kalah dengan penyimpangan.
Kritik dan saran bisa disampaikan dengan lebih baik.
lewat media masa, lewat musyawarah, atau apa saja yang menarik simpati msyarakat.
Shock terapy boleh juga.
tapi ada tempo dan strateginya. Bukan asal nyeplos kasar dan merusak seenaknya.
Seorang kakak pernah menjelaskan kepada saya kalau dalam suatu golongan pasti akan ada orang yang membawa kebenaran. Sekalipun golongan itu bobrok.
Kemudian kenapa kita tidak percaya jika seseorang yang membawa kebenaran itu ada dinegara kita?
Atau malah sebenarnya tugas itu ADA PADA KITA.
Dukung dan Ingatkan negara kita dengan cara yang benar.
Caranya?
Buat dirimu belajar. Persiapkan bekalmu untuk terjun secara langsung. dan jika pada saatnya kau punya cukup ilmu, bangun kembali negara ini dari dalam.
Ah, kamu pintar berteori.
Silahkan berfikir demikian. Tidak masalah buat saya.
Saya juga belajar, sama dengan ribuan pemuda lainnya.
Pemuda Indonesia,
adalah saya, anda, dan ribuan remaja lain yang punya tanggungjawab.
ya kepada orangtua, ya kepada agama, ya kepada bangsa dan negara.
kan gitu yang diharapkan semua orang ketika lahir.
Pas syukuran kelahiran juga sering diucapkan kalimat itu.
Contoh sederhana :
Mengejar prestasi akademik it's OK.
tapi bukan berarti kita tidak bisa belajar memperbaiki negara.
Coba pikir. bahkan melalui mengejar angka prestasi juga kita bisa belajar berbangsa dan bernegara.
Bahkan ada wacana mata kuliah dan mata pelajaran anti korupsi.
Kita tinggal menguasai materi kuliah dan mampu mengembangkan dan mengimplementasikan.
Kita tinggal menurut sistem pendidikan sambil belajar untuk apa dan bagaimana sistem itu dibuat.
masalah apa yang berkemungkinan timbul.
tinggal menganalogikan ketika nanti kita terjun di dunia yang sebenarnya, kan?
bukankah banyak dari kita yang meraih prestasi akademik dengan mudah?
seharusnya bisa kan?
Nilai akademik dan prestasi adalah bentuk pertanggungjawaban kita pada orangtua
Apa yang kita pelajari dan pengimplementasiannya adalah pertanggungjawaban kepada agama dan negara.
Bukankah kita hidup, belajar, dan nantinya bekerja di negara ini?
apa kita sampai hati melihat negara yang menjadi tempat hidup kita terkikis dan mati?
Kita tidak perlu berspekulasi dengan debat yang ruwet tanpa hasil.
Kalau menurut saya,
Tinggal jalankan kehidupan kita sesuai dengan kepercayaan kita masing-masing.
Toh dalam agama saya (saya muslim) ajarannya sudah mencakup seluruh aspek kehidupan. termasuk politik.
Kalau kita terbiasa hidup dengan sebenar mungkin dijalan-Nya, kita akan terbiasa menjalankan sistem dengan benar. dan mungkin tanpa kita sadari, itu akan menjadi perubahan besar dalam negara kita.
Everything starts from here.
*tunjukdirisendiri
Sekecil apapun itu.
Bahkan perilaku membuang sampah pada tempatnya bisa menolong negara kita dari musibah banjir kan?
dan banyak yang lain.
Perilaku merawat tumbuhan bisa menyelamatkan negara--bahkan dunia-- dari polusi udara kan kerusakan ozon.
Lihatlah. perilaku kita penting.
Jika belum bisa berdebat dan memikirkan tetek bengek urusan pemerintahan. kita toh bisa berjuang untuk negara dengan cara ini.
#kode
Pemuda,
Besok adalah hari jadi untuk perjuanganmu.
Besok adalah tonggak awal tugasmu.
tongkat estafet sudah siap beralih pengendali.
Maka, mari berlari..
Selamat Ulang Tahun untuk Perjuangan Kita.
Selamat Ulang Tahun Indoesia tercinta..
Kamis, 16 Agustus 2012
Selamat Ulang Tahun Indonesiaku.
Posted by Kharissa Widya Kresna at 07.22
Labels: Artikel, Kepedulian - Kemanusiaan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 comments:
Posting Komentar