Rabu, 08 Agustus 2012

Aku Bicara Melalui Rindu


Malam ini, detak ketukan keyboard memecah rindu.
iya. Rindu.

Tapi bukankah rindu ini sesuatu yang tidak boleh lagi kusenandungkan?
maka aku menyimpan melodinya dalam hati.
berharap meskipun perih, senandungnya tetap dapat kunikmati.
Walau sendiri.

Ah, masihkah kau tau aku tetap sama?
atau kau berpikiran aku sudah jauh bahagia?

Memang aku bahagia. Cukup bahagia karena Dia mendekapku pada saat yang tepat.
atau setidaknya sebelum terlambat.

Aku berusaha semampuku berdiam diri,
meskipun hasrat selalu meracau namamu.
Aku menyentuhmu melalui redup mentari dan sunyi malam hari..
berharap jika bukan kau yang mendengarnya, maka Sang pemiliknya yang hakiki akan membawanya ke ribaan yang semestinya.

Aku menggambar batas hakku, sekarang.
Hingga aku tak melanggarmu dengan perbuatan yang terlarang.

Karena cinta bukan sesuatu yang habis diluruh dengan kata.
Maka aku percaya, kau akan tau pada masanya.
Bahkan tanpa aku membuka mulut untuk bicara.

Malam ini, tenang malam memecah segala benteng kekuatanku.
merasa lemah karena merasa tak punya tempat mengadu setelah kehilanganmu.
Padahal aku tau persis, Dia tak pernah meninggalkanku.

Engkau,
yang kenangannya tak pernah habis kuresapi.
yang baru sekarang caraku mencintaimu kusesali.

Masihkah bayang ini mampu meretas apa yang terlampaui?
Semoga saja kesalahanku menjadi titik tolak yang baru untukku dan untukmu.

Engkau,
Janganlah berubah menjadi yang kurang dari ini..

Derik jangkrik malam ini memecah tabir mataku menjadi rintikan hujan dipipiku.
tapi terasa terlalu kering..
Hingga aku merasakannya bagai bersisik dan terpecah kasar.

Tapi bukankah air ini sudah tidak boleh kubiarkan jatuh pada penyesalan akan dirimu?
Maka aku menyimpan alirannya dalam jiwa,
dan menjadikannya lukisan cinta yang walau dengan luka, mampu membuatku tersenyum ceria.

Aku tak pernah takut lagi untuk mengingatmu.
Apapun tentang siluet kebersamaan kita tak boleh jadi sembilu.
Bukan salah kenangan jika aku terluka..
Salahku menyandarkan cinta pada siapa.

Tapi ah..
Sudahlah.
Rindu ini toh tetap berdetak tanpa aku bisa menahannya.
Datang dan teralun sesukanya.
Maka engkau, yang sekarang sedang terlelap,
semoga debur harap yang kulantunkan tak menjadikan berat langkahmu untuk menjalani hidup yang baru.

Semoga Allah menggantikan tanganku yang belum semestinya menggenggammu dengan sejuta rahmat anugerahnya padamu.
Maafkan aku karena tidak berani berkata 'TIDAK' selama kita bersama.

Maka sekarang biarkan aku menebusnya dengan berusaha untuk membelenggu segala keinginan untuk mendekapmu dalam keegoisan dan kebutaan perasaanku.

Cinta adalah hal yang fitrah.
yang menyenangkan dan membahagiakan.
Jika-pun kita terluka karenanya, bukan salah cinta.
Tapi salah kita yang tak tau cara menyalurkan cinta.

Aku meminta maaf atas kesalahanku yang tak kujelaskan alasannya padamu,
hingga kau membenciku. hingga kau menganggap buruk diriku.
tak apa..
semua ini sudah tak apa bagiku.

Aku meminta maaf karena masih belum mampu meretas hati darimu.
beri aku waktu..
berhenti mencintai tidak pernah mudah bagiku..
karena merasakan mencintai juga tak mudah untukku.

Aku meminta maaf untuk segalanya yang berjalan diluar kontrolku.
tak seharusnya begitu..
tapi...

Desir angin malam membawa hatimu dalam kilas balik bayangmu.
iya. Kamu.

Tapi kamu bukanlah orang yang boleh aku pikirkan atau kucumbui kenangannya setiap waktu.
Maka aku menutup mata,
Agar semua tentangmu walau dengan rasa teriris bisa kutepis.
sedikit demi sedikit.
hingga memori yang tersisa tinggal butiran yang menarik segurat tawa.

Semoga kau bahagia..
#8787

0 comments:

 

Blog Template by YummyLolly.com - RSS icons by ComingUpForAir