Sabtu, 04 Agustus 2012

Hanya Jika..


Hanya jika kamu sempat membacanya. Mungkin kamu akan tau bahwa jutaan kata-kata ini masih milikmu. 
Hanya jika kamu sempat membacanya. Mungkin kamu akan tau bahwa setiap apa yang kutulis, ada bayangmu dibaliknya.
Dan hanya jika kamu percaya.. keadaan yang seperti ini tidak akan terasa begitu menyiksa.

Bersembunyi mungkin menjadi keahlian setiap mereka yang mencinta tapi tak berani mengungkapkannya. Atau tidak tersambut baik.
Aku tau apa artinya sekarang. Banyak yang mereka lakukan untuk bersembunyi dari perasaannya.
Beberapa memilih bersembunyi pada setiap karakter kata yang mereka tuliskan.
Dan hanya jika kamu sempat membacanya, kamu mungkin akan menjadi orang yang paling menyesal sudah tidak melihat terangnya ketulusan mereka--orang-orang yang mencintaimu diam-diam-- dalam hidupmu.

Bagi kami--yang mencinta tanpa mengatakan atau menunjukkan apa-apa--, memandangmu yang ceria merupakan kebahagiaan. Tapi tidak ketika kamu tertawa dengan yang lain. Akan selalu ada pikiran 'kenapa bukan aku?'.

Hanya jika kamu sempat membacanya, kamu akan mengerti. Bahwa memiliki sudah bukan harga mutlak untukku. Memiliki adalah suatu keberuntungan. Semacam undian. Karena aku tau, akui tak akan membuatmu mengerti atas apa yang TIDAK PERNAH kuucapkan. Hanya saja aku memang selalu berharap ada kejaiban yang membuatmu mengerti. Dan menolongku untuk membuang jauh-jauh bagaimana rasanya mencinta bayangan.

Hanya jika kamu sempat membacanya, aku selalu menuliskan betapa kamu selalu terlihat sempurna. Walau aku tau, sempurnamu bukan milikku.
Kamu berdandan bukan untukku.
Kamu mengikut gaya dan tampil keren bukan untuk sengaja mempesonaku.
Bisakah kamu berbohong sekali saja kalau itu memang untukku?

Tidak. Kamu ternyata terlalu jujur bahkan untuk berkata 'tidak bisa mencintaiku'.
Tak apa. Aku hanya berharap hanya jika kamu sempat membacanya, kamu tau betapa ada orang yang bahkan rela memendam segalanya hanya agar kamu tetap nyaman. Dan mengabaikan kenyamaman mereka sendiri.

Hanya jika kamu sempat membacanya, mungkin kamu akan mengerti..
betapa kamu masih mengendap jauh didasar hatiku, tanpa aku bisa membuang endapanya. terlalu dalam. sampai aku bahkan tak sampai untuk mencapai dasarnya. dan kau tetap disana. Didasar hatiku. Dalam waktu yang lama.
Dan merindukanmu menjadi satu-satunya rasa sakit yang menyenangkan.

Hanya jika kamu sempat membacanya, mungkin kamu akan mengerti. Betapa setiap detik malam yang kulalui adalah malammu. 
Hanya jika kamu sempat membacanya, mungkin kamu akan mengerti. Betapa setiap tawaku ada kamu. masih ada kamu. bahkan ketika kau berfikir aku bisa hidup tanpamu.
Hanya jika kamu sempat membacanya, mungkin kamu akan mengerti. Iya, aku bisa hidup tanpa keberadaanmu. tapi tidak bayanganmu.

Dan hanya jika kamu membacanya, mungkin kamu akan mengerti. Kenapa aku menunggu. kenapa aku belum mengatakan mencintai orang lain selainmu.
Aku hanya ingin menemukanmu, dan menjalani semuanya bersamamu. Atau menemukan orang yang membuatku menangis seperti menangisimu. Seseorang yang membuatku jatuh dalam perasaan yang dalam, sedalam padamu. Disaat yang tepat dan takdir yang tepat.
Hanya saja.... Kau tak pernah sempat membacanya.
Dan aku merasa, mungkin memang bukan kamu.
dan karena itulah Tuhan tak mengizinkanku mampu meraihmu sekarang. karena kamu tak cukup peduli akan kepedulianku padamu. Hidupmu. yang bahkan aku juga tak tau kenapa..


Dedicate to :
Seorang teman yang tak bisa disebut namanya. KAU-TAHU-SIAPA.

0 comments:

 

Blog Template by YummyLolly.com - RSS icons by ComingUpForAir