Nggak bisa berkata apa-apa..
Sakit rasanya ketika menyadari cinta kita diujung jalan.
Ya Rabb,, teguhkan kami menjalani uji-Mu, kuatkan kami meniadakan benci dan menyatukan kekurangan kami..
Sabtu, 13 November 2010
The Saddest Thing Today... (131110)
Posted by Kharissa Widya Kresna at 17.25 0 comments
Labels: Coretan Kosong
Kamis, 11 November 2010
Sepucuk Surat... (part 1)
Well,,
Terimakasih buat 1 tahun yg brarti buat aku.
Aku tau, kisah kita terlalu jauh untuk dikatakan "indah".
Terlalu banyak airmata malah...
(tentu saja itu airmataku)
tapi aku besyukur sudah mengenalmu.
Sebelumnya,
aku nggak kenal apa itu "Kebahagiaan", ato apa itu "Sakit Hati"
(tentu aja aku bicara diluar konteks keluarga).
Sampai akhirnya aku tau 2 rasa itu dari kamu.
Bahagia,,
krn tiap aku terluka kau slalu ada,, memaksaku utk menangis didepanmu,, tapi kamu juga yg menenangkan dan menghapus airmataku...
Sakit hati,,
saat aku menyadari ketika aku melangkah arungi gelapnya hidupku,,, kau tak ada disampingku tuk temani aku.
Terimakasih sudah mengenalkan aku pada 2 rasa yang tak bisa kulupakan itu.
Jujur, selama ini aku menjauh karena ingin kamu ikuti.
Menghilang ingin kamu cari,
menjatuhkan diri karena ingin kamu tangkap,
dan menutup hati karena ingin kamu yang membukanya.
Kita tau, 1 tahun bukan waktu yang singkat untuk dilupakan,
apalagi kita mengawali kisah kita dengan indah, seindah kenangan yang menyertainya.
So, terimakasih karena kamu sudah berkomitmen mengakhiri ini dengan indah pula.
Mungkin sekarang saatnya aku berdiri dan mengucapkan "Selamat Jalan" atau mungkin "Sampai Jumpa Lagi".
Karena aku tak pernah mau mngucapkan "Selamat tinggal" padamu..
Terimakasih..
Terimakasih untuk hidup yang indah,
Terimakasih untuk kenangan yang brarti,
Terimakasih untuk akhir yang tak tlupakan.
Terimakasih untuk semuanya..
Aku tau kamu bisa,
dan aku-pun pasti bisa.
:)
Posted by Kharissa Widya Kresna at 03.51 0 comments
Labels: Belajar Hidup, Coretan Kosong, Tulisan Bebas
^ SAHABAT ^
Malam tadi, kamu dan sahabatmu bertengkar. kamu membuat keputusan untuk tak mau berbicara padanya.
Keesokan harinya dia tersenyum padamu tapi kamu mengatupkan bibir untuknya,
Dia menceritakan perkara yang baik tentangmu krpada teman^nya.
sebaliknya, kamu menyebarkan kabar angin mengenainya.
Dia mencoba mendekatimu dan menegurmu. Tapi kamu tak peduli dan mendorongnya menjauh.
Kamu merasa ia sahabat yang paling buruk.
Diapun menulis catatan tentangmu dan menuliskan saat^ indah bersamamu.
Sebaliknya, kmu menulis saat^ buruk bersamanya.
Jauh disudut hatimu kau menyayanginya. tapi hatimu sudah dipenuhi oleh kebencian.
Keesokkan harinya kamu mendapat catatan darinya...
".... Dear,
aku mencoba memberitaumu semalam,
tapi kamu gg memberiku peluang untuk bicara.
aku mencoba memberitahumu kabar gembira tapi kau takut tuk mendengarnya.
aku coba tuk tersenyum padamu tapi kau sambut senyumku penuh kebencian.
Sekarang keadaanku terlalu payah dan semakin lemah..
Aku minta maaf karena tak bisa menemuimu hari ini.
Aku tulis surat ini dari rumah sakit. aku udah gg punya waktu.
aku minta maaf karna baru memberitahumu sekarang.
Aku juga minta maaf untuk perselisihan dan kesilafan antara kita.
Kamu sahabat yang baik.
Aku janji akan terus memperhatikan kamu.
Salam kasih sayang..."
Kamupun berlari ke rumah sakit untuk meminta maaf padanya.
tapi hanya ibunya yang ada disitu.
Ibuna menutup mukanya dengan kedua belah tangannya,
dan diapun menangis...
Beliau berlutut dan berdoa supaya ALLAH mengembalikkan anaknya...
***
PERSAHABATAN.
ada kala baik dan buruk. dan kadangkala kamu perlu meminta maaf sebelum orang lain melakukannya dulu..
Sebab siapapun tak tau apa yang terjadi besok..
Posted by Kharissa Widya Kresna at 03.48 0 comments
Labels: Artikel, Belajar Hidup, Kepedulian - Kemanusiaan, Tulisan Bebas
Sepucuk Surat (part 2)..
Apa jadinya ..
Jika sseorang yg sedang rapuh & sangat terluka spertiku, bertemu dengannya.
Ssorg yg "sangat meneduhkan".
Bukankah aku akan mjadi sangat mudah jatuh hati padanya ??
.
.
.
Tapi memang bgtulah adanya.
Aku mulai merasa apa yg tak ingin aku rasakan.
Aku tak ingin jatuh hati padanya.
Bukan karna tak serius.
Tapi karna aku takut merubah keadaanku yg tlanjur lekat padanya.
Aku takut kehilangannya.
.
.
.
Aku takut..
Takut..
Aku ingin bicara..
Tp aku takut !
Yang kubutuhkan hanya ruang untuk bicara..
Dengan jaminan tak kan ada keadaan yg berubah..
Ketakutan yang tak masuk akal sbenarnya..
.
.
.
Tapi Stakut apapun aku utk mjelaskan smua yg aku rasa,, ternyata tak ckup mampu membendung aku utk bicara.
Aku tak tau mengapa.
Tapi kgelisahan ni terlalu menjepitku.
And foilla.!!
Tiba-tiba
Aku sudah jujur ttg smuanya padanya.
.
.
.
And now.. Lihat apa akibat kjujuranku mngatakan apa yang aku rasa.
Mungkin ini memang suatu ksalahan.
But its true.. Aku gg bsa nahan apapun..
Terlalu lama aku menutup hati..
Namun beberapa hari ni mulai terbuka.
Sampai akhirnya aku memilih suatu kebodohan ini..
Dan jika ini jadi tak baik..
Bukan tak mungkin aku menutupnya kembali untuk waktu yg lebih lama.
Sekedar menyembuhkan luka...
Posted by Kharissa Widya Kresna at 03.47 0 comments
Labels: Coretan Kosong, Tulisan Bebas
Sepucuk Surat.. (part 3)
Nah ya..
1 lagi keadaan yang "salah" mnrutku.
Suatu dampak kputusan bodohku, seperti yang kubilang di suratku sebelumnya.
Mungkin memang aku yg bodoh.
Aku yg bharap trlalu tinggi.
Atau aku yg gg bisa mngerti ?!
"Keadaan yg salah" kubilang,
kenapa?
Krna semuanya jauh berbeda.
Dasar bodoh !!
Dari awal kan aku sudah tak ingin mrasakan jatuh ati ?!
Aku takut mrubah keadaan awal yg sudah amat dekat n tbuka.
1 tahun aku hidup dalam bayang semu.
Sok tegar, Sok tak terpengaruh.
Tapi sbenarnya hatiku munafik !!
Nyatanya Aku rapuh !!
1 tahun pula aku mnutup hati.
Sok gg btuh cinta, sok ceria.
Tapi lagi-lagi, hatiku munafik !!
Sebenarnya Aku Lemah !!
Keadaan yg Memuakkan kan?
Lalu aku tak tau bgaimana ia masuk dKhdupanku.
Aku tau hatiku mrasakan ssuatu.
Tp tnyata mulutku terdesak untuk berkata, "Aku takut Sayang sama kamu".
Lalu keadaan mjawab, aku dan ia selangkah lebih maju, bersama.
Tapi aku tak tau awalnya.
Mungkin dsinilah ksalahanku...
Aku mulai mpercayakan hatiku.
Aku mulai mjaganya untukku.
Walaupun sbenarnya aku & ia tau, aku tak seperti yg diinginkannya.
inilah ketakutanku.
Mungkinkah ia mjalani smuanya krna tak mau mngcewakanku ?
Mungkinkah ia mlalui waktu bsamaku krna takut melukaiku ?
Aku tak pernah mau mmaksanya..
Aku tak pernah mau mnyiksanya..
Tapi jika memang begitu keadaannya,
Lalu apa yg harus kulakukan sekarang ?
Wajarkah jika hatiku meragu ?
Posted by Kharissa Widya Kresna at 03.45 0 comments
Labels: Coretan Kosong
Biarkan Bunga Rumput itu Tetap Menari.
Menari dialunan permainan sang waktu
Serapuh batang rerumputan layu
Sekering udara gurun yang beradu
Saat kau dan aku bertemu
Dan kau selalu bilang,
` Takkan kubiarkan bunga rumput itu tetap menari
Jika sang angin membuainya terlalu tinggi
Jika Mentari janjikan sinarnya sendiri
Tapi sbenarnya semua itu tak ada arti.. `
Kamu juga selalu bilang,
` Takkan kubiarkan bunga rumput itu tetap menari
Jika Leluasanya mbuatnya berpaling dari sini
Jika lambaiannya isyaratkan salam utk pergi
Dan mredupkan keindahan ilalang yg jua hampir mati.. `
Tapi , Kusadari itu hanya mimpi
Ketika kau katakan padaku kau tak rela mLepasku dari diri,
tapi nyatanya kau tak datang kembali
Aku bilang,
` Biarkan bunga rumput itu tetap menari
Karena harapnya tlah terkhianati
Karena kelopaknya tlah terhempas dari pelangi
Leluasanya tak mampu menahanmu disini
Lambaiannya isyaratkan kau pergi
Sang angin tlah mbawamu berlari
Mentari pun tak sanggup dpandangnya lagi
Pada bunga rumput itu tertinggal janji
Tapi sang pejanji tlah mengingkari
Shg batangnya tak mampu tegak Lagi
dan meski hati tak kuasa melihatnya berjuang hindari mati,
kumohon...
Biarkan Bunga Rumput itu tetap Menari.
Posted by Kharissa Widya Kresna at 03.43 0 comments
Labels: Puisi - Curahan hati
Hal-hal yg Membuat Saya Menangis Hari ini.
Dari judulnya terlihat cengeng,,
tapi gk pa-pa lah..
Lets Play ...
Kemarin malam (5/3.10), selepas magrib, aku ingat aku pernah berjanji diatas kapal Ferry dari Gilimanuk-Tanjung Priuk, sebuah janji klo aku gk mau jadi seorang yg tak bisa dibanggakan.
Memang aku sering kali merasa aku bukan bagian penting dikeluargaku. Mungkin tu gg benar. Tapi y.. Urat childishku sudah telanjur memvonis perasaanku dgn hal seperti itu.
Ditemani sinar bulan yg terbias lautan, riak kapal, & rangkulan hangat dari Seorang Sahabatku, aku menuturkan betapa atiku benar^ tak mampu menahan airmataku. Ya. Aku menangis bersamanya. Shg terucap janji yg kusebutkan sebelumnya.
Today (6/3.10),
pagi ini aku membuat sedikit konflik dengan ortuku.
Aku terpaksa membicarakan sesuatu.
Tapi tnyata saat yg kupilih gk tepat. Konflik tjadi dan aku dicap sebagai "anak yg tak tau keadaan orangtua".
Menyakitkan.
Aku tau dulu aku pernah melakukan kesalahan besar. Dan tu sangat mengecewakan beliau.
Alhasil aku brangkat skolah dgn berlinang air mata.
Bukti pertama Aku gagal menepati janjiku.
Disekolah,
aku benar^ badmood. Kejadian td pg bdampak fatal. Aku lupa mbawa tugas yg deadline hari ini. Sial.
Tapi ternyata tak kusangka, bapakku kesekolah ngantarin tugasku itu. Bapak sm sX tak tersenyum padaku. Tapi ada 1 ucapannya yg keluar dr bibirnya,
`dichek dulu semuanya. Hidup tu gk cuma utk masalahmu sendiri. Jangan ragu uat bilang klo emg gk mampu. Apalagi sama ortumu sendiri. Hdup gk sendirian. Terus2n sikap kamu yg ky gt. Bapak tunggu jadi apa kamu ntar.`
Aku ngrasa ditampar keras2. Lagi, aku merasa melakukan kesalahan besar. Aku anak yg payah & hanya merepotkan orang tua.
Bukti kedua aku gagal nepatin janjiku.
Dan aku benar^ menangis untk k2 kalinya.
Menjelang plg skolah, aku ketemu sahabatku. ia menanyakan keadaanku & memelukku. Yah, ia memang keibuan. Aku ingat saat mnangis bareng ia. Saat aku ngrasa gk pantas bsahabat dgn mereka d'MBC, Saat aku ngrasa payah diorganisasi. Ingatan tu memaksaku ngrasa jadi orang yg buruk. ia tsenyum n bilang,
`Jangan nyerah. Kita tetep sahabat wlau kamu plg berbeda. Jangan pikirin omgan orang. Sobat2mu tau kok yg kamu lakuin tu positif. Diem sejenak, renungin. Maaf aku gk bs kasih solusi, krn aku jg lum mampu hdapi mslahku sendiri. Slg menyemangati aja. Jangan down. Kami ada buat kamu kok.`
Bukti ketiga aku gagal nepatin janjiku. tu ckup mbuatku tak mampu utk tak berkaca-kaca.
Di bus, aku lg ngobrol2 ma slah seorang sahabatku yang lain, ia jg menanyakan aku kenapa. Ia jg blg aku kelainan jiwa. Bercanda memang. Tp aku jd ingat kata^ ayahku. Aku pgen crita ma sahabatku itu, tapi aku gk tau harus mulai darimana, & aku gk kuasa uat gk mengeluarkan airmata.
Sampai dirumah,
suasana rumah ternyata gg berubah. Aku dsambut senyum hambar, omelan, dan suara nada tinggi bunda.
Beliau bilang,
`Lain kali, kalau ada masalah, bicara dari awal. Jangan ndadak. Bapak ibu pasti nurutin klo positif buat kamu. Tapi y liat2 kemampuan bapak ibu dulu. Jangan cuma diem. Sediem apapun kamu, kamu gk bkal pnh bisa bohongin orangtuamu. Apalagi ibu. Ibu tau kamu lbh dr yg kamu tau.`
ya..Aku sadar Sebenarnya tu luapan kekecewaan beliau padaku, tp dtelingaku tu terdengar seperti "Daftar Kesalahanku".
Ok, air mataku jatuh lagi. X ni dDpan film, biar gk ada yg tau aku nangis.
Lagi, bukti aku gagal nepatin janjiku.
Belum sempat tenang atiku, 1 sms masuk, dari Mas. Intinya ia sdg labil krn gk bs ktemu aku.
ia uga minta aku buktikan prestasi belajarku.
Tapi dengan keadaan seperti ni Aku gk yakin bisa dpet nilai maksimal.
Yaa.. Tu mbuatku sadar klo aku bner2 bkin ksalahan & aku sekarang sangat butuh ia utk menenangkan aku yg lagi "gila".
Oh God,, Aku nangis lagi karena itu.!!
Dan setiap hal yg kulakukan utk memperbaiki kesalahanku, hasilnya malah makin payah. Tak menjadi lebih baik.
Aku nulis catatan ni bukan utk dkasihani,, bukan utk bkin org2 yg mbuat airmataku mrasa bersalah.
Aku cuma pgn crita. Biar lega.
Aku butuh dimengerti, benar-benar dimengerti, dan kembali dibantu berdiri.
Posted by Kharissa Widya Kresna at 03.42 0 comments
Labels: Artikel, Belajar Hidup, Kepedulian - Kemanusiaan
Sepucuk Surat.. (Balasan)
Menemuimu diujung pagi.
Harus kuakui, Selama ini Hanya ada 1 kata yg dirasakan hidupku,
KECEWA.
Kecewamu karenaku.
ya.. Cuma itu.
Bahkan setelah lama kita berpisah,
berjalan berlawanan arah.
Malam itu, saat itu,
satu-satunya hal yang kuingat hanya tatapan perihmu,
kamu bilang,
`..cuma kamu yg punya kesempatan mbawaku keluar, tapi kamu gg melakukannya. Aku tau, aku mengerti keadaanmu. Aku hanya ingin 1 tindakan yg berarti darimu. Agar aku gg kehilangan kenanganmu. Cuma itu. Kumohon..`
tepat didepanku, tak kuasa aku mlihat air matamu & kata-kata permohonanmu.
tapi apa yg kulakukan??
Aku hanya menunduk & perlahan menggelengkan kepala.
Membuatmu terpaku menatapku tak percaya,, detik kemudian kusadari isakanmu mulai terdengar menjauh.
...
itu kesalahanku.
Mungkin Kesalahan terbesarku yg pernah ada.
Menolak 1-1nya cara untuk BERSAMAMU.
Karena itu kubiarkan kamu berlari mjauhiku.
Kubiarkan kamu gg menyapaku. & Aku juga gg berusaha hubungi kamu.
Kenapa?
Karena Aku tau,,
aku sepenuhnya tau,
kamu kecewa atas sikapku.
& gg da apapun yg bisa kulakukan utk menebusnya.
Jadi aku sengaja mbiarkanmu marah padaku.
Tak apa, asal itu bisa buat kamu lega.
...
ya.. Kamu pernah bilang,,
` .. Waktulah yg memisahkan satu peristiwa dari peristiwa lain agar tak terjadi pada saat yg bersamaan..`
itu yg kulakukan.
AKU GG MAU MENYAYANGIMU, SEKALIGUS MENYAKITIMU DALAM WAKTU YANG SAMA.
aku sudah banyak menghancurkan hatiku, bahkan hatimu. Hanya dengan berusaha melepaskanmu.
1 hati telah hancur,
hatiku.
1 hati telah kuhancurkan,
hatimu.
Kau kira aku mampu menyakiti lagi hati yang lain,
?
gg.
Setiap kututup mata,
hanya ribuan kata bersalah & wajah-wajah mereka yg terbayang.
WAJAH-WAJAH LAIN YANG JUGA SANGAT MENYAYANGIMU.
Kamu akan sadar btapa sulitnya keadaan ini.
Dimana kamu rasakan,
impian tidak lagi terasa menyenangkan kalo gg da harapan akan terwujud.
Kamu juga yg blg begitu.
Aku gg bisa bharap bisa mbwa senyummu bsamaku, jika aku tau, harapanku itu mhancurkan harapan orang lain.
Aku gg bisa.
Andai aku bisa sedikit egois,
aku pasti mendekapmu untukku sendiri,
tanpa harus memikirkan mereka yg terluka.
...
Tapi,,
Tak ada yg menandingi perasaan saat kamu kembali ketempat yg tidak berubah, untuk mdapatkan hal-hal yg telah kau ubah sendiri.
Berjalanlah ketempat kita bjanji slalu bsama,,
dan yg kan kau temui dsana hanya janji untuk tetap seia sekata tanpa harus slalu bersama.
Siapa yg mengubah?
KITA.
karena kita gg bisa menyalahkan keadaan, kenapa kita gg bisa terus bersama.
Dengar,,
ditangan yang lain, kita akan menemukan jari yang berbeda.
itulah kenapa kita harus memilih untuk berpisah.
KARNA KITA TERCIPTA UNTUK HIDUP YG BERBEDA.
Bulan dan matahari juga gg akan ketemu dalam 1 waktu kan??
gg da keadaan yang salah, gg da.
gg juga Aku, Kamu, atau Kita.
Maaf aku mbuatmu kecewa. Maaf aku mbuatmu terluka.
Maaf juga aku mgelapkan warnamu ddpan dunia, ato mpersempit pandanganmu dmata mereka.
Sadarkah kau??
Disini aku juga mrasakan luka yg sama,
MELUPAKANMU.
Maafkan aku.
ingatlah,
Kau hanya bisa melihat hingga sejauh lampu mobilmu sanggup menerangi jalan, tapi kau bisa sampai ditujuanmu dgn cara itu.
...
Love,
Aku.
diujung Senja peraduanku.
Posted by Kharissa Widya Kresna at 03.40 0 comments
Labels: Belajar Hidup, Coretan Kosong, Tulisan Bebas
Harusnya
Harusnya kau ingat kata-kataku ini, cahayaku..
Bahwa aku slalu menyisakan ruang dihatiku, untukmu
Karna aku takkan sanggup ucapkan kata yg begitu menyiksa
Dan aku takkan sanggup jua, bila harus kehilanganmu..
Harusnya kau dengar kata-kataku ini, cahayaku..
Kan ku teriakkan namamu,
Agar sang mendung tak tutupi sinarmu tuk terangi gelap hampanya hatiku..
Agar sang bintang menolongku mengatakan padamu,
Betapa aku ingin slalu menahanmu..
Harusnya kau tau kata-kataku ini, cahayaku..
Takkan ada yg mampu melebihimu meracuni hatiku..
Takkan ada yg mampu mengingkari hidupku yg lekat akan bayangmu,
Hingga ku tak bisa lepas darimu..
(Dariku Diujung Senja)
- Malfactor-
Posted by Kharissa Widya Kresna at 03.37 0 comments
Labels: Puisi - Curahan hati
Aku dalam buai permainan Sang Waktu.
Aku merasa jadi pecundang yang dipermainkan Sang Waktu
Disaat aku memaksa hatiku bertahan dalam penantian
Menunggu
Menunggu saat yang tepat tuk mendekap erat hatimu
...
Aku berusaha mengalahkannya untuk bisa bersamamu
Tapi apa ?
Tak ada bias harap yg ia sisakan disana
Lihat aku disini
Mencari sisa kenangan yg terpatri
yang berserakan,
berceceran,
setelah semua terhancurkan
Dan ia hanya tertawa,
seolah aku tak merasakan apa-apa.
Taukah ia?
Aku baru saja kehilangan asa karenanya !
Aku seolah menatap bayangan cermin yang bisu
Ketika kita duduk bersama saat itu
...
Taukah kamu ?
Belum hilang,
Belum hilang segenap rasaku
Belum musnah,
Belum musnah segala hasrat yang tersirat
dan belum sempat,
Belum sempat ku eratkan jemariku menggenggam tanganmu,
Belum sempat ku lingkarkan lenganku memelukmu,
bahkan belum sempat bibirku bertutur betapa aku merindukanmu !
Sang Waktu sudah menghimpitku tuk kembali tersadar ,
Bahwa ku tlah harus meninggalkanmu dengan serpihan hati yang tersebar ,
yang terburai sebelum bisa ku rangkai
Bersama bingkai bingkai indah sentuhanmu
...
Apa yg terjadi tadi
takkan berhasil menguatkanku lagi
untuk berdiri tegak menjalani hari
dan bertahan menanti saat ku dapat bersamamu kembali .
Posted by Kharissa Widya Kresna at 03.35 0 comments
Labels: Puisi - Curahan hati
Belajar Hidup
Ni sih kisah nyata anak manusia.
*ups !*
Narasumbernya gg perlu dipublikasikan yaaa...
Sebut aja si A.
( yg tertulis disini diluar faktor eksternal. Hanya ditulis bdasarkan positive thingking & kepercayaan pelaku utama )
.
.
...
Kalian (pernah) punya pacar ??
Sama. Si A juga.
Sekilas info, A ni masih SMA. Usianya juga masih cukup untuk dibilang 'Gadis Kecil'.
Sama lah kayak remaja SMA kebanyakan.
tapi yg membedakan,, si A punya komitmen yg gg jarang banget dimiliki ABG-ABG seperti biasa.
Dan sepertinya cukup untuk ngasih pelajaran sederhana untuk kita..
...
Berawal dari sebuah situs pertemanan,
si A kenal sama si B.
Bukan waktu yg singkat mereka kenal.
yaa,,, mungkin 1taun.
B adalah seseorang yg dewasa, cakep, mapan, & punya segalanya utk dsukai bnyak cwe.
singkatnya, B sangat sempurna dmata A.
Dari situ, si A dan si B mulai dket.
Mulai saling cerita permasalahan masing-masing,
saling support, saling menyarankan saat terpuruk.
sampai akhirnya si B bilang,
'Makasih udah bikin aku bangkit lagi.'
tau apa yg si A rasakan ?
A takut untuk mengakui kalau atinya lebih dari peduli ma B.
A gg bisa jauh dari B.
A bilang,
'Aku takut sayang sama kamu. Aku takut merubah keadaan yg uda deket ini.'
Tak diduga, ternyata mereka bisa melangkah bersama.
Ehm.. Saling sayang.
Disinilah bedanya.
B bilang,
'Aku gg sekedar cari pacar. Aku cari calon istri. Tanpa kamu mintapun, aku uda nunggu kamu. Aku btuh ssorg yg bs berempati ma aku.'
A menjawab ,
' AKU MAU DISAMPINGMU '
...
Begitulah,
awalnya indah banget.
A mrasa inilah keseriusan yg ia cari.
Saling sayang.
Saling ngerti.
Saling memiliki.
A sudah merangkai mimpi indah masa depannya dengan B.
...
Sampai akhirnya,,
Suatu ketika B bilang
' Aku sayang kamu. Kamu bisa bikin aku cinta sama kamu. Mumpung aku masi s4 n masi bsa bilang ma kamu. '
A merasa, pasti ni bukan petanda baik.
Benar aja.
Tanpa diduga,
B bilang kalo tnyata ortunya tak bkal mau nikahin B sama A, dengan alasan HITUNGAN BUDAYA.
Kalo dilanggar,
kematian jadi taruhan.
...
A kontan gg bisa nahan air matanya.
Apalagi ketika B mengeluarkan statement bahwa ia mengharapkan A jadi yang terakhir buat B.
Tapi mereka mampu meredam konflik itu beberapa saat.
Semuanya berjalan seperti biasa.
Semua ?!
Ternyata gg.
A tetap mrasakan suatu ketakutan kalo si B merasa lelah mperjuangkan rasa mereka.
Sdangkan B takut menyakiti A atas kmungkinan tburuk masalah ini.
...
Tak lama,
hubungan mereka memburuk.
Berawal dari intensitas pertemuan mreka yg bkurang,
disuatu malam B bilang
' say, seandainya kamu kuanggap adhek gmana ?'
tak ayal ati A langsung merasakan hal buruk.
Ya.
B berencana melepas A.
...
A terisak. Tak ada sepatah katapun yg bisa ia katakan.
A mrasa dunianya hancur.
Dunianya yg begitu lekat dengan B.
A gg mungkin bisa melepas B.
ia masih ingin menahan B.
Karna cuma B-lah yg ia anggap orang yg mampu mngisi atinya, & mampu meredam sgala gejolak 'psikologis'-nya.
Slain itu, A tak bisa membiarkan B tetap pada janjiny, yg gg akan makan nasi smpai apa yg diinginkannya tercapai.
A tlalu takut B terluka.
A berpikir,
'..kenapa harus aku yg mengalami ini disaat ada hati yg tulus ma aku ?
Kenapa kabar buruk itu datang disaat aku masih mereguk indahnya komitmen di usia hubungannya yg baru aja dimulai ?
Kenapa juga aku terlahir dalam takdir budaya yg seperti ini?
Sekalipun nanti harus ada yg mati, biar aku aja..
Asalkan aku sempat mbahagiakannya.'
...
...
...
...
...
...
Atiku bergetar ngliat A.
Da sesuatu yg berontak.
gg adil kalo 2 hati yg udah saling terpaut harus dipisahkan karena budaya.
gg adil kalo ktulusan hati dlm menyayangi ssorang harus dipupus dengan paksa.
Menikah itu ibadah. Benar kan?
Lalu apa salahnya mereka brencana begitu ?
Kenapa harus dhalangi ?
Ketika A cerita, aku ikut terisak.
Aku tau bgaimana sakitnya ketika ssorang ingin menyerah mpertahankan aku.
Tapi aku juga tak menyalahkan budaya.
Apalagi untuk tidak mempercayainya.
Aku bilang,
'Teruslah berjuang, A. Hidup mati tu ditangan Tuhan. Orang sakit yg Sekarat pun tak bhenti berusaha mdapatkan pengobatan. Apalagi kisahmu yg dperjuangkan demi dua hati manusia. Pasti ada jalan keluar tbaik.
Mungkin emang jalan itu gg diketahui sekarang.
Tapi waktu pasti mjawabnya.
JANGAN BERHENTI BERJUANG.
Jangan menyerah. ini cobaan..'
.
.
.
.
* Buat A dan B,, ini hidup yg harus terus dperjuangkan. Memang sakit , tapi pcayalah, TAK ADA KETULUSAN & KESERIUSAN YANG TAK DIUJI. *
Moga dapet penyelesaian terbaik y guys..
g ada tempat untuk hati yg lemah. :'))
Posted by Kharissa Widya Kresna at 03.33 0 comments
Labels: Belajar Hidup, Coretan Kosong
Cz This is Our Friendship, Sob !!!
Hmm.....
Siapa punya sahabat ??
Semua pasti punya.
Apapun bentuknya (Lho ?!)
Sahabat. Sobat.
Siapa sih dia ??
Menurut Wikipedia ,
Persahabatan dimaknai sbg suatu hubungan antar sesama yg mlibatkan pengetahuan, penghargaan, dan afeksi.
Persahabatan itu resiprok sifatnya.
Yaitu perilaku yg berbalasan.
Sahabat adalah orang yg bs merasakan empati terhadap kondisi kita.
Guys..
Hidup kita itu kadang naik, kadang turun.
Bener kan ?
Sama siapa kita berbagi hal yg gg mungkin kita critain ke Ortu atau (mungkin) pacar kamu ??
Sahabat.
Adalah orang yg BEGITU DEKAT dgn DIRI KITA.
yg plg mengerti kita.
Memahami kita.
Dialah yg MENGHABISKAN WAKTU dgn kita. Dengan siapa kita BERBAGI cerita.
Aku juga punya sahabat.
Aku juga pernah punya sahabat.
Pernah.
Karena skg aku ngrasa gg lagi punya.
Pernah.
Karena skg sahabatku tak lagi peduli sama waktu buat bareng sama aku.
Pernah.
Karena skg sahabatku tak pernah bercerita apapun padaku.
Seakan aku gg ada.
Dan hari-hariku sepi.
Aku sakit ati.
Kenapa ??
Karna ia lebih suka memendam semuanya sendiri.
& Aku seolah gg diberi kesempatan utk memahaminya, ato membantu masalahnya.
Ya.
Dulu aku sama ia seperti rajutan.
Erat. Saling menjaga, saling menguatkan.
Tapi skg ?
Kami laksana kata-kata yang punya spasi.
Bahkan seakan punya makna sendiri-sendiri.
T.T
jadi ingat puisi yg pernah kubaca..
"..Wahai diri sahabatku
seandainya kau melihatku,
tersilap langkah tersesat jalan,
gamitlah aku.
Pimpinlah tanganku.
Agar kelak aku mendoakanmu,
Allah merahmati dan mendekapmu.."
....
Aku pernah terjatuh dDepan nisan sahabatku,
sebelum sempat aku minta maaf karna melupakannya atas kesibukanku.
Padahal ia slalu berusaha utk tau keadaanku..
Kamu tau rasanya ?
Sakit.
Lebih dari sakit.
...
Aku gg mau itu terjadi lagi.
gg mau.
Tapi aku tak bisa memaksa sahabatku utk tetap dsampingku,
walaupun kegiatannya seolah mbuatnya berpaling dariku.
Aku hanya ingin ia tetap MENGINGATKU dalam suka dukanya.
Karna semua itu SANGAT BERARTI.
Membuatku merasa PUNYA ARTI & DIBUTUHKAN.
...
Aku pengen jadi sahabat sejatimu.
Orang yg ada saat kamu tertawa,
dan Orang yg ada saat kamu berduka.
mungkin memang iya aku gg bisa bantu scra kongkrit utk menghapus kesedihanmu,
tapi aku akan ikut menangis bersamamu ketika dunia membuatmu menangis..
Posted by Kharissa Widya Kresna at 03.31 0 comments
Labels: Belajar Hidup, Tulisan Bebas
Tentang Keindahan & yg Ada dibaliknya..
Hay Sob.. ^o^
sberapa lama kamu merenung hari ini ??
3jam ? 4jam ? 5jam ?
Whatever.
Tapiii udah ngrenungin yg ini lum ??
Sahabatku sekalian, coba renung bentar ke dalam diri,
apa yg kita rasain sekarang ?
Mungkin, di waktu ini kalian ada yg sakit. Mungkin ada yg sedang tertekan. Saya yakin juga ada yg risau, ada yg keliru, marah, sedih, bahkan mungkin ada yg cemburu.
Terserah apa aja..
Tapi aku pengen ngajak kalian mperhatikan alam.
Perhatikan sungai, danau, dan lautan.
Perhatikan juga awan yg berarak.
Hijau hutan & tumbuhan, gunung-gunung yg gagah, taman-taman yg indah,
kita sering terpesona kan ??
Tapi Sob, taukah kalian ?
Kalau dibalik keindahan ini ada ssuatu yg menakutkan ?
Disungai ada buaya yg ganas, ular berbisa, & btang-btang kayu balok yg merintangi.
Dihutan, binatang buas menakutkan banget. Jurang2 curam jg siap merenggut nyawa.
Air-air bisa saja mengganas, tsunami datang, gempa bumi & letusan gunung berapi, juga taufan.
Semuanya ini ditutup rapi dgn pakaian keindahan.
DALAM KECANTIKAN ADA KESENGSARAAN.
Coba pikir deh, kalo gk ada ujian & tekanan dalam hidup, darimana kita tau bedanya arang ma berlian ??
Untuk semua yg lagi merasakan ssuatu yg mengganjal di ati,
jangan lama2 bersedih, kecewa, marah, ato kesal.
Cepet2 bangkit Sob !!
Kumpulin kekuatan & kesabaran yg udah Allah beri ke kalian.
Bersyukur.. Bersyukur.. Bersyukur..
Posted by Kharissa Widya Kresna at 03.28 0 comments
Labels: Artikel, Belajar Hidup, Kepedulian - Kemanusiaan
The End
Yaa...
Aku nangis..
emang.
gg boong deh..
Tapiiii,,
tanganku ternyata gg bisa berhenti menulis.
Ehm.. Memang dengan gemetaran nahan rasa sih..
"..Saat ku mengingatmu
Ku coba tuk tak menangisi kepergianmu
Walau aku tak pernah tau
Dengan apa kutiriskan perih dihatiku.
Sesuatu ikut terenggut dari jiwaku
Seiring ku kehilangan sejuta bayangmu
Tapi akhirnya,,
kulepas kau dengan rasa terluka
Sulit memang tuk ku lakukan
Namun yakinku Tuhan memampukan
Hanya tak putus harapan
yang slalu disertai permohonan
ku biarkan kau berlari mengejar mimpi
Lalu ku awali lagi hidup ini
Biarlah kenanganmu menjadi doaku,
Tuk iringi segala langkahmu.."
Awalnya aku marah..
Kenapa tak ada yg mampu mhiburku ketika ku terluka..
Tapi kini aku sadar,
semua itu karna memang hatiku terlanjur tak bisa dihibur...
Thanks.. untuk penggalan dunia yg kau hadirkan untukku.
Thanks.. untuk Belahan alam semesta yg kau tunjukkan padaku.
Thanks.. untuk amukan hujan yg kau tundukkan untukku.
Dan Maaf,, untuk serpihan nelangsa yg kupersembahkan untukmu..
".. Adakah kau rasakan,
debur ombak menyapa denyut nadi
Saat hati kita saling bertautan,
untuk pertama kali.
Kasih, bila sungguh tak mampu ku melepas genggamanmu,
biarkan aku mengingatnya sepanjang waktu
Seperti bintang dalam kelam,
yang tak jemu bertutur tentang indahnya malam.."
.
.
.
-Dariku-
(( yg meniadakan benci, meretaskan cinta dipelupuk matahari ))
Posted by Kharissa Widya Kresna at 03.26 0 comments
Labels: Coretan Kosong, Puisi - Curahan hati
Karna Ku Tau Ini Cinta
Inspiring from one of my friend,
(( dedicate to : sobatku, & seseorang yg gg bisa ditag disini ))
Terlalu dalam
Memang terlalu dalam
Bahkan untuk tertulis disini
Jutaan kata-pun tertunduk dhadapan rasa ini...
Terlalu besar
Memang terlalu besar
Bahkan untuk terungkap disini
Dunia-pun trasa kerdil dhadapan rasa ini...
Terlalu lekat
Memang terlalu lekat
Bahkan untuk mninggalkan disini
Lalu aku jatuh saat ingin menjauh dr rasa ini...
Kadang kurasa cumbuimu dlm mimpi
Sebab cintaku yg sederhana tersilaf dhidupmu yg begitu tinggi
(tuk kuraih)
Namun tiap kucoba tutup mata
Bayangmu tlalu nyata tuk ku dustai...
Tersesak stiap kulawan hati
Tsungkur lebur jika kuputuskan pergi
Kini harapku tetap tinggal bersamaku
Kamu, nafasmu, beserta detail tentangmu
Juga harapku angin bawa kabar ini padamu,
Karna ku tau ini cinta.
Posted by Kharissa Widya Kresna at 03.22 0 comments
Labels: Puisi - Curahan hati
Belajar Bilang `CUKUP` yuk..
Refresh otak dikit ya??
Bukannya mau ceramah ni, tapi gg ada salahnya berbagi kebaikan.
Ehm.. Sering kan kita minta hal-hal yg berbagai macam seolah itu yg terbaik untuk kita.
Persoalannya, taukah kita apa yg terbaik untuk diri kita ??
Kalo miskin, minta kaya.
Kalo dilahirkan pendek ato trlalu tinggi,
terus ngarep ada keajaiban utk jadi manusia sempurna. Yaa,, minimal `just nice`.
Tapi pastikah kalo yg kita minta itu yg terbaik ?
Persoalannya lagi, apakah yg kita dapat sekarang ini tu bukan yg terbaik ?
Apa Allah, Tuhan, Pencipta kita itu zalim atau pilih kasih ?
Bukankah IA itu Maha Adil, Maha Bijaksana, dan Maha Mengetahui ?
Aku Pernah baca disebuah majalah Religi, tentang seseorang yg berdoa diberi keselamatan.
Tetapi Allah mbuat ia jadi sakit. Dari kaya jadi miskin. G berdaya.
Gimana tu ?
ternyata dibalik itu hanyalah ujian kesabarannya. Seandainya imannya kuat, insyaAllah ia selamat diakhirat.
Selamat juga, kan? Bahkan Allah meletakkan ia ke tempat yg lebih tinggi.
...
Bila IA menentukan ssuatu utk kita, yakinlah itu adlh yg terbaik.
Mengapa sulit utk ikhlas pd ketetapanNYA ?
Karna kita gg nrimo. Slalu mrasa milik orang lain lebih baik.
itu bikin kita gg bersyukur.
Slalu ngejar peluang yg lebih baik. Slalu merasa kurang.
Cukup ato nggak itu tgantung pd cukup n nggak-nya kita bersyukur kepadaNYA.
Kalo contoh diatas kurang, boleh hubungi aku. InsyaAllah masih ada bnyak kisah yg bs bikin kamu melek kalo kamu masih jauh beruntung dr mereka2 yg lebih susah dari kamu.
So, masih mau bilang Allah gg adil ??
Posted by Kharissa Widya Kresna at 03.21 0 comments
Labels: Artikel, Belajar Hidup, Kepedulian - Kemanusiaan, Tulisan Bebas
Sepucuk Surat.. (part 4)
Se-sepele apapun itu,
bahkan hal kecil sperti ketika aku ngrengek2 minta ditemenin nungguin kendaraan umum,
bukan karna aku manja & sengaja ngrepotin kamu, tapi karna aku nyari waktu buat bisa ngliat kamu. Walopun cuma hitungan menit.
Se-gg penting apapun itu,
bahkan ketika aku bikin status di dunia maya,
bukan karna aku pengen nyari perhatian orang lain, tapi karna aku pengen share biar kamu tau apa yg aku rasain ke kamu.
Se-sepele apapun itu,
Bahkan ketika aku bilang ` I.M.U , I.L.U , ato I just waiting for U. `,
bukan karna aku boong cuma untuk nyenengin kamu, tapi karna emg itu yg aku rasain.
Se-menyebalkan apapun itu,
Bahkan ketika aku maksa kamu buat dengerin rengekanku,
bukan karna aku gg ngerti keadaanmu yg lagi capek, tapi karna emg gg ada orang lain yg bisa kujadikan t4 berteduh.
& Se-menyakitkan apapun itu,
bahkan ketika mereka gg jaga jarak sama aku walau mereka tau aku udah sama kamu,
bukan berarti aku melakukan hal yg sama ke mereka, tapi karna aku tau mereka gg akan ganggu fokus aku ke kamu.
Karena aku tau mereka udah langsung berhenti mharap lebih begitu tau aku gg lagi bisa dharapkan. Pemikiran anak2 yg masih berintrik cinta2an sederhana : just for fun.
Sedangkan org2 yg ngarepin kamu gg akan semudah itu bhenti ngejar kamu walaupun kamu nyuekin mereka & kamu bilang kalo atimu udah ada yg punya.
Karna orientasinya bukan lagi cinta monyet, Tp pemikiran tingkat dewasa yg aku gg tau seberapa rumitnya hal itu.
Aku gg bisa melakukan hal besar buat kamu.
Tapi aku berusaha melakukan hal2 kecil agar kamu bisa menyusunnya menjadi makna yg lebih besar.
Aku,
diujung senja peraduanku.
Posted by Kharissa Widya Kresna at 03.17 0 comments
Labels: Coretan Kosong, Tulisan Bebas
A story of This day.
Rinduku terpenjarakan amarah
Membuatku tak mampu menyentuhmu
Pula ketika sikapmu seolah menyentakkan asa-ku tanpa arah
Yang begitu ingin mendekap tubuhmu dan menelusuri hatimu
Hanya tuk menerka,
Apa yg kau rasa juga sama ?
Namun jika tembok kekakuan itu terlalu tebal membalut kita,
Apa daya usahaku tuk teriakkan rasa ?
Walau-pun ku coba tuk menghancurkannya,
Agar ku bisa guratkan senyummu seperti semula
Percuma
Tetap tak kutemukan celah
Tuk melarikan cinta,memeluk tubuhmu, meluapkan seluruh gelisah
Terburai sebelum sanggup kugapai
dan Kau tau pasti,
Betapa menyesakkannya keadaan seperti ini.
Posted by Kharissa Widya Kresna at 03.16 0 comments
Labels: Puisi - Curahan hati
