Aku merasa jadi pecundang yang dipermainkan Sang Waktu
Disaat aku memaksa hatiku bertahan dalam penantian
Menunggu
Menunggu saat yang tepat tuk mendekap erat hatimu
...
Aku berusaha mengalahkannya untuk bisa bersamamu
Tapi apa ?
Tak ada bias harap yg ia sisakan disana
Lihat aku disini
Mencari sisa kenangan yg terpatri
yang berserakan,
berceceran,
setelah semua terhancurkan
Dan ia hanya tertawa,
seolah aku tak merasakan apa-apa.
Taukah ia?
Aku baru saja kehilangan asa karenanya !
Aku seolah menatap bayangan cermin yang bisu
Ketika kita duduk bersama saat itu
...
Taukah kamu ?
Belum hilang,
Belum hilang segenap rasaku
Belum musnah,
Belum musnah segala hasrat yang tersirat
dan belum sempat,
Belum sempat ku eratkan jemariku menggenggam tanganmu,
Belum sempat ku lingkarkan lenganku memelukmu,
bahkan belum sempat bibirku bertutur betapa aku merindukanmu !
Sang Waktu sudah menghimpitku tuk kembali tersadar ,
Bahwa ku tlah harus meninggalkanmu dengan serpihan hati yang tersebar ,
yang terburai sebelum bisa ku rangkai
Bersama bingkai bingkai indah sentuhanmu
...
Apa yg terjadi tadi
takkan berhasil menguatkanku lagi
untuk berdiri tegak menjalani hari
dan bertahan menanti saat ku dapat bersamamu kembali .
Kamis, 11 November 2010
Aku dalam buai permainan Sang Waktu.
Posted by Kharissa Widya Kresna at 03.35
Labels: Puisi - Curahan hati
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 comments:
Posting Komentar