Apa jadinya ..
Jika sseorang yg sedang rapuh & sangat terluka spertiku, bertemu dengannya.
Ssorg yg "sangat meneduhkan".
Bukankah aku akan mjadi sangat mudah jatuh hati padanya ??
.
.
.
Tapi memang bgtulah adanya.
Aku mulai merasa apa yg tak ingin aku rasakan.
Aku tak ingin jatuh hati padanya.
Bukan karna tak serius.
Tapi karna aku takut merubah keadaanku yg tlanjur lekat padanya.
Aku takut kehilangannya.
.
.
.
Aku takut..
Takut..
Aku ingin bicara..
Tp aku takut !
Yang kubutuhkan hanya ruang untuk bicara..
Dengan jaminan tak kan ada keadaan yg berubah..
Ketakutan yang tak masuk akal sbenarnya..
.
.
.
Tapi Stakut apapun aku utk mjelaskan smua yg aku rasa,, ternyata tak ckup mampu membendung aku utk bicara.
Aku tak tau mengapa.
Tapi kgelisahan ni terlalu menjepitku.
And foilla.!!
Tiba-tiba
Aku sudah jujur ttg smuanya padanya.
.
.
.
And now.. Lihat apa akibat kjujuranku mngatakan apa yang aku rasa.
Mungkin ini memang suatu ksalahan.
But its true.. Aku gg bsa nahan apapun..
Terlalu lama aku menutup hati..
Namun beberapa hari ni mulai terbuka.
Sampai akhirnya aku memilih suatu kebodohan ini..
Dan jika ini jadi tak baik..
Bukan tak mungkin aku menutupnya kembali untuk waktu yg lebih lama.
Sekedar menyembuhkan luka...
Kamis, 11 November 2010
Sepucuk Surat (part 2)..
Posted by Kharissa Widya Kresna at 03.47
Labels: Coretan Kosong, Tulisan Bebas
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 comments:
Posting Komentar