Malam ini, setidaknya aku menemukan sudut pandang baru ketika duduk dan berbicara denganmu.
Dan lagi, namamu mengisi dua lembar halaman ini. Aku menulisnya ketika masih berseri-seri.
Malam ini, dengan temaram lampu jalan dan kombinasi riuh kendaraan di Jalan raya, aku memndang siluetmu dalam sisi yang baru.
Aku sudah berhasil menceritakan diriku padamu meski dalam penjelmaan yang berbeda.
Kau tahu? lalu lalang kendaraan yang melaju kencang itu menciptakan sensasi yang kusukai.
Mereka solah saling berpacu demi mencapai tujuan mereka sendiri.
Di jalan yang seramai ini, mereka berjalan sendiri. Melaju tidak peduli terhadap kendaraan lain.
Mereka ramai tapi tak saling ingin mengenal. Mereka riuh tapi tak saling bicara.
Mereka bergegas meninggalkan satu sama lain. Mungkin seperti kita.
Setidaknya sebelum ini aku berfikir bahwa kita akan seperti kendaraan-kendaraan itu.
Tapi malam ini kau buat aku pulang memanggul senyum. karena 7200 detik yang kulalui bersamamu.
Bercerita, terdiam, berkaca-kaca, dan lega menatapmu.
Ajaibnya, semua itu ampuh mengusir jutaan rayap yang menggerogoti hatiku beberapa hari ini.
Aku lega duduk dengan bahu kita yang berdekatan.
Kau menyesap teh hangat dan aku menyeruput kopiku lamat-lamat. Aku suka memandangmu seperti itu.
Aku suka, meski aku duduk memeluk lutut dan berdiam diri, kau tetap duduk disampingku dan menunjukkan sikap tidak peduli.
Namun bagiku, itu cukup. Aku menemukan apa yang kubutuhkan.
Bersamamu, memandang lalu lalang kendaraan tanpa harus merasa ditinggalkan, atau meninggalkan.
Bersamamu, terpaku lampu jalan raya tanpa harus mengumbar banyak kata.
Bagiku, itu cukup sempurna.
Semesta berputar dan ceria untuk kita.
Terimakasih, ya..
- 032013 dengan gubahan seperlunya. -

0 comments:
Posting Komentar