Minggu, 21 April 2013

Aku Menunggu Seseorang yang sedang Menunggu


Aku hanya berharap untuk tidak memintalmu dalam dekapan kata malam ini,
namun semuanya memang sebatas harap yang tak pernah kutaati.

Sesuatu menjadi sangat melelahkan ketika menanti. Kau juga sadari?
Namun tak setiap orang-pun ingin menanti sesuatu yang juga sedang menanti.

Karena dengan begitu setiap detik yang terlampau menjadi berpangkat kuadrat
Dan seluruh sesap masa menjadi sesuatu yang mendatangkan karat.

Meski berkarat, tetap saja perasaan ini memuai dalam padang rumput tempat senyummu mendarat.

Aku tak ingin sedikitpun melalui detik demi detik yang dengan susah payah kudentingkan dengan sebuah pengharapan,
namun pada kenyataannya semua tersungkur dalam sebuah ketikan cerita yang kusongsong penuh angan

Aku hanya ingin memberitahumu,
bahwa setiap kali kau melamun melihatnya. aku melakukan hal yang sama padamu.

Aku hanya ingin memberitahumu,
bahwa setiap jengkal waktu yang kau habiskan untuk menunggunya, kugunakan juga untuk menunggumu

Mengertikah kau?
Bahwa setiap asa yang kugenggam makin terasa tak cukup menopang bongkahan rindu.
Rindu yang kusodorkan padamu, dan kau berikan untuk ratumu.

Padahal kau satu-satunya rajaku.

Terlanjur sekarang. dan petang semakin membayang.
Aku bagai riang yang mendamba benderang,
berpura bahwa gelap bukan sesuatu yang bisa membuatmu menghilang.

Aku menunggumu, dan kau menunggunya.
Garis hati menjadi segitiga bermuda yang menenggelamkan cerita kita.

13032013

0 comments:

 

Blog Template by YummyLolly.com - RSS icons by ComingUpForAir