Minggu, 21 April 2013

I haven't Write this Before.


Mungkin aku hanya harus mencoba berhenti. Sekuat apa-pun aku menginginkan untuk terus mendaki.
Namun puncakmu berada dalam sebuah ketinggian yang tak terdefinisi.

Mungkin aku hanya harus mencoba mencapai perbatasan. Sekuat apa-pun aku menginginkan untuk terus melanjutkan perjalanan
Namun tempatmu berada dalam sebuah jarak yang tidak bisa terukur pasti dalam satuan yang kugunakan.

Tahukah kau aku mulai putus asa?

Tentu saja aku sering memimpikan untuk kembali berjalan menuju sesuatu, tapi aku tak pernah sedikitpun mengira jika sekarang ini aku hanya ingin mencapaimu.
Tentu saja aku sering memimpikan melukis kembali pelangi dilangitku, tapi aku tak pernah sedikitpun mengira jika sekarang ini aku ingin men-cat-nya menggunakan warnamu.

Terkadang, kita memang berbatas pada daya meski jiwa masih ingin melakukannya.
Dan dayaku tiba dalam batasnya : Hatimu.
Hatimu yang terpaku pada hati selainku.

Padahal aku benci sekali menunggu dan berdiam diri. Itu terlalu menguras energi.

Dia…
Yang slalu kuingat
Takkan pernah hilang
Dari relung jiwa

Mengapa…
Tak pernah dia sadari
Getar rasa di hati
Yang kurasa kini..

Takkan ku bina semua
Rasa cinta ku padanya
Walau apa yang kurasa
Cukup pedih dan membara

Takkan ku paksa dirinya
'tuk memberikan cintanya
Karna ku tau dia takkan bisa
Tinggalkan cintanya...

(Takkan - Ten2Five)

Jika sampai hari ini kamu bertanya-tanya kenapa aku masih saja memandangmu meski kamu tak pernah sedikitpun melirikku,
You live my life, then you'll know what I feel.


12032013

0 comments:

 

Blog Template by YummyLolly.com - RSS icons by ComingUpForAir