Aku sudah biasa.
Aku sudah biasa menahan diri untuk beringsut pelan-pelan tanpa sepengetahuan orang lain.
Aku sudah biasa menahan diri untuk tidak menunjukkan ekspresi apa-pun ketika namamu disebut orang lain.
Aku sudah biasa.
Aku sudah biasa menahan diri untuk tidak tenggelam dalam matamu ketika kamu lekat-lekat menatapku.
Aku sudah biasa menahan diri untuk tetap bergeming bahkan ketika kamu menanyakan seberapa pekat perasaanku.
Aku sudah biasa.
Aku sudah biasa menahan diri untuk tidak membiarkan seseorang dengan mudah menyentuh hatiku.
Aku sudah biasa menahan diri untuk bisa berdiri sedekat mungkin denganmu tapi mengambil jarak terjauh dengan hatimu.
Aku sudah biasa.
Maka kamu tak perlu khawatir akan perasaanku.
Aku sudah biasa menawarkan getir sendirian dalam gilas waktu.
Dan sekarang itu semua berguna.
Aku bisa tetap tegak menatapmu mengejarnya, dan Aku tak lagi merasakan apa-apa.
Aku bisa tertawa, sedang kau masih terus bertanya-tanya kenapa aku bisa berlaku seolah tak pernah terjadi apa-apa.
Tidakkah kau menyesalinya?
11032013
Minggu, 21 April 2013
Sudah Biasa
Posted by Kharissa Widya Kresna at 23.26
Labels: Belajar Hidup, Prosa, Tulisan Bebas
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 comments:
Posting Komentar