Minggu, 21 April 2013

Being in the Middle of Nowhere


Mungkin salahku, semua ini membuatku berfikir aku mempunyai hak atas hidupmu.
Mungkin salahku, semua ini membuatku berfikir aku mempunyai bagian atas hidupku.
Mungkin salahku, semua ini membuatku berharap lebih kepadamu.
Mungkin salahku, aku tak pernah mengatakan apa-apa. Tapi bukan berarti tak merasakan apa-apa.
Aku hanya ingin berada diantara kalian dengan biasa, tanpa harus ikut terkena dampak hubungan kalian yang tak biasa.

Aku hanya lelah berada di tengah-tengah.
Aku tak pernah menyalahkan kalian, aku hanya ingin hidup berdampingan dan menemukan tempat diantara kalian.

Aku hanya lelah berada di tengah-tengah.
Aku tak pernah memarahi kalian atas apa yang kalian lakukan atau kurasakan, jadi tolong, jangan menjadikanku pelarian.

Aku lelah berada di tengah-tengah.
Bisakah kalian mendukungku dan bukannya menyalahkan setiap langkahku?
Bisakah kalian menerimaku tanpa memandang hal-hal selainku?
Bisakah kalian berhenti saling menatap dengan pandangan yang seperti itu?

Aku lelah berada di tengah-tengah.
Aku dekat dengannya bukan berarti aku ini dirinya.
tetap saja aku raga dengan jiwa yang berbeda.

Aku hanya suka berteman dengan siapa saja.
Tak ada siapa lebih penting dengan siapa.
Aku hanya mencoba mengadilkan semuanya.
Berhentilah. Dalam beberapa hal, aku tak ada hubungannya.

Mengapa kalimat sederhana itu susah sekali dimengerti?

23032013

0 comments:

 

Blog Template by YummyLolly.com - RSS icons by ComingUpForAir