Jumat, 11 Januari 2013

Jam Senyummu


(Prosa ini ditulis ketika proses pengerjaaan UAS Manajemen Kelas, 11 Januari 2013, 08.45 AM.)

Mungkin ini bukan kali pertama waktu mengukir cerita tentang kamu.
Kebisuan benar-benar bukan hal yang kucintai. Tak pernah sama sekali.
Derak meja, gesekan kertas, dan derit gores alat tulis, serta hembus angin diluar sana
menyenandungkan nada-nada yang kusimpan gemanya sedalam yang aku bisa.
Mereka bergerak bebas diruang hampa, berbenturan dengan momentum-momentum harmoni wajah pemikir yang terpampang dimana-mana
beradu menerjemahkan kata, berlomba menulis tafsir pemahaman mereka.

Aku juga terkungkung dalam tiga perempat waktu yang tertera.
Telisik merdu mereka menggairahkan lamunanku.
beberapa waktu yang lalu, kekekalan hampa bertahta hingga detik ketiga,
yang setiap detiknya menghipnotis semesta memperlambat lalu percepatan berlalunya.
Kau tersenyum, ku tersenyum, dan lorong yang kita lalui menjadi temaram..
Kau memandang, aku memandang, dan sekeliling menjadi benderang..
Saling tertawa seolah tak ada apa-apa, dan keterlambatan masa hanyalah cara Tuhan mencipta bahagia untuk hamba-Nya.

Meski lajunya melambat, tetapi tak bisa dipungkiri akan tetap tiba pula pada akhirnya.
Dan sudut jarum.. menyudahi cerita kita.


0 comments:

 

Blog Template by YummyLolly.com - RSS icons by ComingUpForAir