Hujan turun lagi.
Entah karena memang sedang musim hujan, atau memang hujan tengah ikut turut menyuarakan perasaanku, aku tak tau.
yang jelas hujan turun lagi.
Dan kali ini aku tak mau membicarakan kesedihan.
Banyak sekali yang bertanya padaku, kenapa aku terlalu terinspirasi dengan hujan, kenapa aku selalu menulis tentang hujan, atau kenapa ceritaku selalu seputar hujan.
Biasanya aku hanya tersenyum. Tapi sekarang aku sedikit ingin bercerita.
Hujan selalu ada, bahkan ketika aku tidak memintanya kepada Tuhan.
Hujan selalu disana, saat aku memnghadapi bagian-bagian sulit di hidupku.
Hujan pernah membuatku tidak tidur dan mengguyurku selama tiga malam berturut-turut dan membawaku memasuki bangsal disuatu rumah sakit, membuatku terpana akan ketulusan luar biasa yang kuterima.
Hujan pernah menjadi saksi aku tertawa dan mulai percaya padanya, dan kemudian menjadi saksi ketika semuanya berakhir pula.
Hujan selalu disana, membuatku merasakan banyak sekali perasaan ketika detik melodinya terlantun bersama suasananya.
Syahdu.
Sekarang aku mungkin sedang jatuh cinta.
Tapi aku tak ingin memikirkan apakah hujan akan membawa cintaku keakhir yang menyenangkan seperti pelangi yang datang setelah kedatangannya,
atau hujan akan membawanya ke akhir yang menggertakkan seluruh daya seperti petir yang menghancurkan kicau tetesan airnya.
aku tak ingin memikirkan itu.
Aku hanya ingin hujan mengatakan sesuatu yang mungkin takkan pernah kukatakan.
Aku hanya ingin hujan mengatakan tentang kerinduan.
Kerinduanku menyapa kembali cuaca yang cerah dan bunga yang merekah.
Kerinduanku tuk kembali menatap kesegaran dedaunan yang basah.
Hujan selalu disana, membuatku merasakan banyak sekali perasaan ketika harmoninya terdengar oleh jiwaku yang tersentuh relungnya.
Tapi aku tak mau memikirkan bagaimana hujan membawa sejuta kenyataan tak menyenangkan yang harus kuhadapi.
Aku tak mau memikirkan bagaimana hujan membuatku melihat titiknya menghantarkanmu berlari menjauhi.
Aku tak ingin memikirkan itu.
Aku hanya ingin hujan menyapa kembali jiwaku yang bersemi.
Aku ingin hujan menyapa do'a-do'a yang kupanjatkan kepadaNya sepenuh hati.
Aku ingin hujan menyapa mimpi-mimpi yang kuukir bersama mentari.
Do'a-do'a dan mimpi-mimpi yang kutulis dengan menyelipkan namamu diantara untaianya.
Do'a-do'a dan mimpi-mimpi yang aku ingin Tuhan meridhainya.
Aku mungkin sedang jatuh cinta, dan aku ingin, hujan mendengar ceritanya.
Melipatnya menjadi dongeng indah sampai suatu saat kita bisa membacanya, bersama.
Aamiin.

0 comments:
Posting Komentar