Rabu, 27 Februari 2013

Gap Kita


Halo, kamu.
Iya, kamu.
Kamu yang tertumpuk ribuan lembar cerita lain hidupku.
Kamu yang tergilas jutaan detik perputaran jarumku.

Aku berharap, sekalipun diafragma ini sedang berubah fokusnya kamu tetap menjadi salah satu angle view favoritku.
Salah satu.
Karena kamu bukan satu-satunya lensa yang kupunya,
dan jalan ini bukan satu-satunya tempat indah untuk mengambil sebuah gambar untuk album foto kita.

Maka satu-satunya yang kuharapkan adalah ini bukan tentang sebuah polemik egoisme diri.
Bukan tentang aku yang berotasi sendiri dalam orbitku, atau kamu yang terpaksa berevolusi tanpa aku.
Bukan itu.
Kita masih bersama, hanya sedang tak terlihat berdua.
Bisakah kau memahaminya?

Dan bahkan setiap kata dalam jalinan kalimat ini-pun ada spasi yang memisahkan mereka.
Apalagi kita?
Jika boleh, aku meminta,
Mungkin sekarang--atau kapanpun--kita sedang berada dalam spasi, kuharap itu hanya memisahkan cara penulisan kita. Bukan makna siapa kita.
Bisa?


0 comments:

 

Blog Template by YummyLolly.com - RSS icons by ComingUpForAir