Sabtu, 29 Desember 2012

Gue Gagal Meyakinkan Dia kalau Gue Sayang Dia


Rasa sayang kadang memang menghalangi kita untuk bisa ikhlas. Gue bukannya mau bicara tentang pacar atau semacamnya. Nggak.
Tapi gue mau bicara tentang organisasi dimana gue pernah bernaung dibawahnya.
Pernah, karena sudah berakhir. Dan gue ngerasa gue butuh orang buat tau sebenar-benarnya perasaan gue selama disana.

Gue bukan mahasiswa yang menonjol, atau terlalu sering meneriakkan pergerakan, atau pengurus organisasi yang baik, gue tau.
Tapi ketika lo tanya apa gue sayang sama organisasi gue, gue akan dengan tegas menjawab : iya. Gue sayang.
Tapi sebagaimana kebiasaan gue dalam mencintai sesuatu atau seseorang, mencintai organisasipun gue sama.Mencintai itu gue lakukan secara diam-diam.
Tapi dibalik itu, gue tetep sakit kalo ada yang menghujat, tetep seneng kalo ada yang menyanjung, dan nglakuin apa aja yang bisa gue lakuin didalamnya.

Sedikit nyesek, pas keinget gimana gue cerita sama abang kalo gue juga pengen masuk ke organisasi dimana dia magang.
Sempet putus harapan ketika ngliat anak-anak magang mondar-mandir ikut menyukseskan kegiatan. Ah, siapa gue?
sempet kepikiran juga kalo ah.. udahlah. gue bergabung di skuad organisasi yang lain aja. Gue udah kehilangan kesempatan disini.
Gue mulai ikut oprect sebuah organisasi UKM, dan untungnya, nggak diterima. Gue galau. gue makin sedih.
Gue ngrasa gue bukan orang yang pantes masuk dijajaran organisator.
Tapi dasarnya gue gapeka, gue mau mencoba ikut seleksi lagi.
Sampai akhirnya, abang gue tanpa sadar membuka jalan dengan merekomendasikan gue tampil didepan anak-anak organisasi impian gue itu. Wow.
gue gapernah lupa.
dan Voila!
Pas hari seleksi datang, gue bukannya berangkat seleksi organisasi UKM tapi malah lanjut tidur berangkat seleksi ke organisasi tempat abang gue magang.
Padahal temen sekamar gue yang dulu ikutan seleksi tahap pertama dan gagal juga, hari itu mencoba kembali.

Mungkin itu jalan yang Allah kasih.
berawal dari abang gue yang ngenalin gue ke orang-orang, dan..
hasil ngomong ngomong sama pemimpin organisasi impian gue, ngasih sebuah kepercayaan diri buat ikut seleksi lagi. Dan kali ini, keterima.
What a Shock!
Sebagai mahasiswa baru, gue bangga.
Tapi kemudian berubah nyesek ketika tau, temen-temen se-genk dan abang gue justru nggak masuk.
What a Sad thing, you know.

Gue ulang,
Gue bukan mahasiswa yang menonjol, atau terlalu sering meneriakkan pergerakan, atau pengurus organisasi yang baik, gue tau.
Tapi ketika lo tanya apa gue sayang sama organisasi gue, gue akan dengan tegas menjawab : iya. Gue sayang.
Gue suka berada ditengah mereka dan bikin acara buat temen-temen sesama mahasiswa.
Gue suka rapat bareng mereka, walau gue lebih banyak diem.
hampir selalu malah.
Nah ini, bagian yang ini murni kesalahan gue.
Gue orang pasif, dan selalu begitu. Susah ngerubahnya.
Cuma paling nggak, gue tetep berusaha do my best selama disana.
Menurut gue.

Seenggaknya ketika ada acara walaupun guie bukan pemegang posisi vital, gue selalu berusaha tetep disana. stand by kalau-kalau ada yang butuh bantuan.
Sayangnya dengan sadar gue tau, kehadiran gue nggak terlalu keliatan. Yah.. banyak faktor didalam diri gue yang nyebabin itu semua.
Salah satunya perbedaan aliran berfikir, dan --lagi-- kepasifan gue. Gue terlalu takut dianggap sok, gue terlalu takut sama kritikan pedas senior, dan gue terlalu malas untuk mendekatkan diri sama siapa-siapa disana. Gue terlalu takut sama pengalaman buruk organisasi selama SMA.

Tapi gue nggak bisa mangkir dari banyak hal yang udah gue pelajari dari sana. Gimana-pun, banyak hal yang udah jadi bekal buat gue ngebantu menggelindingkan sebuah organisasi yang sedang berkembang.
Gue sebut aja : Jurnalistik PGSD.
Dan dari Jurnalistik juga gue menyadari kalo berorganisasi nggak cuma soal bikin acara dan pake jas almamater.
tapi juga masalah gimana caranya biar organisasi itu bisa jalan dengan segala masalah yang ada. ya administrasi, ya dana, ya nama besar. ya kelangsungan hidup. ya komitmen. ya pengorbanan. ya kritik, ya saran, ya tekanan, dan.. rasa kekeluargaan.
Gimana caranya biar bisa survive ketika organisasi seperjuangan satu-persatu mulai collaps karena berbagai keterbatasan.
Dari situ juga gue sadar, banyak yang nggak gue tau dari organisasi besar yang gue pake bernaung. Dan gue menyalahkan diri gue sendiri atas ketidaktauan itu. Gue kurang terbuka.
Apalagi ketika organisasi gue diguncang banyak masalah di akhir taun kepengurusan, gue praktis nggak melakukan apa-apa. Padahal gue seharusnya bisa dan mau melakukan yang lebih dari sekedar diam.
Dan satu hal yang bikin gue sadar adalah kesalahan gue yang terbesar : Gue nggak fokus disalah satunya. Selama gue di Jurnalistik, gue terlampau sering meninggalkannya buat hal-hal lain. Dan selama di organisasi yang ini, hati gue yang separuh lagi nggak bisa berhenti memikirkan Jurnalistik. Dan gue mulai kecewa di organisasi yang ini di satu sisi. Hati gue mulai sering perang dengan masing-masing sisinya. Sampai gue mengecewakan dua-duanya.
Gue bertekad memperbaiki.

Dan sekarang, masa gue habis disana.
Gue nggak punya kesempatan memperbaiki. Gue gagal membuat organisasi ini percaya kalo gue sayang sama dia. Katanya, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang juga memikirkan generasi yang akan meneruskannya.
tapi gue pikir itu bukan cuma berlaku buat pemimpin. tapi seluruh orang dalam organisasi ini. Setiap orang disini memikirkan gimana caranya generasi penerus bisa menjalankan organisasi ini dengan lebih baik.
Begitu pula gue.
Kecewa sih iya, tapi sebagaimana pernyataan mereka kalau ada adik-adik penerus yang punya kesempatan berkembang, gue berusaha sadar, bahwa gue nggak maksimal dan organisasi nggak bisa nunggu gue berubah.
ada potensi-potensi lain yang harus dapet kesempatan berkembang.

Seiring itu, keberadaan gue di Jurnalistik terasa makin membahagiakan buat gue pribadi, karena orang-orang didalamnya membuat gue jadi siapa gue yang sebenernya.
Dan seiring tanggung jawab gue disana yang makin besar, Gue harus makin belajar dari pengalaman setahun ini.

Gue minta maaf sama semua pihak, atas semua keterbatasan gue.
Dan pada akhirnya gue berpesan sama siapapun yang ngebaca ini, kalo lo sedang berada dalam suatu organisasi, ya berkembanglah. berkembanglah.
Bukan siapa organisasinya, tapi siapa kamu diorganisasi. :)


0 comments:

 

Blog Template by YummyLolly.com - RSS icons by ComingUpForAir