Jumat, 28 Desember 2012

Tiada Bekas


Mencintai seseorang terlalu dalam membuat kita tidak bisa mencintai lagi.
Ku pikir itu benar, bagaimana suatu rasa telah membunuh perasaan dan keinginan untuk mencintai orang lain. 
Hanya berharap pada satu orang. Bahkan lebih memilih menahan sakit daripada memberikan kesempatan kepada orang lain untuk menyembuhkannya.

Aku mencintainya. Dalam tahun-tahun yang tak bisa kutulis dalam cerita.
Bahkan ketika semuanya berakhir secara nyata, hingga sekarang aku masih menginginkannya. Merindukan segala sesuatu yang kulalui bersamanya.
Tak perrnah benar-benar meninggalkannya. Segala sesuatu yang kulakukan mengingatkan padanya.

Mencintai seseorang terlalu dalam membuat kita tidak bisa mencintai lagi. 
Kupikir itu benar. bagaimana sebuah rasa mengambil alih kendali. Bahkan ketika kukira aku telah jatuh cinta lagi,
ternyata aku masih mengharapkannya. Rasa yang kuanggap cinta menjadi hambar dihadapan bayangnya.

Seseorang yang dicintai terlalu dalam oleh orang lain, adakah merasa?
Jika iya, aku ingin tau apakah dia merasakan kalau aku belum bisa menggantinya.
Samakah? Adakah harapan bersama?

"Setidaknya, kamu pernah menjadi milikku. Meskipun tak lama hal itu telah membuat ku bahagia..'

Mencintai seseorang terlalu dalam membuat kita tidak bisa mencintai lagi.
kupikir itu benar, karena tak pernah lagi kurasakan mencintai seseorang sedalam mencintainya.
Tak lagi kurasakan keceriaan seperti ketika bercanda dengannya.
Karena tak ada lagi bayang yang kuimpikan tuk ku sentuh seperti dia.

Aku merindukannya. Aku masih mencintainya.


Yuna membaca sekali lagi tulisannya di halaman buku bersampul merah hati, kemudian menuliskan deretan kecil dipojok halaman : Sabtu, 1 Desember 2012.
Tapi hati tetaplah hati.
Kadang kau tak bisa mengaturnya sendiri tanpa campur tangan pemiliknya yang Hakiki..

0 comments:

 

Blog Template by YummyLolly.com - RSS icons by ComingUpForAir