Selasa, 31 Januari 2012

GALAU itu sama sekali NGGAK KEREN

Judulnya kontroversial ya?
maaf, ini bukan bermaksud frontal terhadap kaum tertentu. tapi cuma ingin menunjukkan ini lho, yang namanya galau itu nggak selamanya keren. bukan suatu tanda penghargaan membanggakan.
Oke. ayo mulai.

GALAU
What the meaning of 'galau'?

Darimana asal-muasalnya kata 'galau'?
Makna Galau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah perasaan kacau, tidak karuan, atau kalau mau lebih keren istilahnya crowded.
Apa kita mau terus-terusan membiarkan otak kita
sekacau itu dalam jangka waktu yang berkepanjangan?
Bicara soal galau, kita--remaja--sering mengidentikkan suatu perasaan tak tertentu ini dengan ketidak-beruntungan dalam soal asmara. Padahal, kalau boleh saya bilang, galau soal asmara itu kayak narkoba.
sebenernya nggak apa-apa dikonsumsi, asal sesuai aturan. kalau nggak ya.. beginilah. mengakibatkan kerusakan jaringan otak permanen.

Sayangnya, kata galau ini terlalu populer dikalangan remaja. Bahkan sudah seperti indikator tidak tertulis ke-Gaul-an seorang remaja.
Lihat saja dari seberapa sering kata ini digunakan.
Bingung sedikit, galau.
Sedih sedikit, galau.

Saya tahu, dan sepenuhnya sadar bahwa berkeluh kesah dan sedih itu hak setiap orang. itu wajar dan naluriah. tidak selamanya manusia itu bahagia. tidak selamanya manusia itu sukses dan berada di atas. ada kalanya manusia berada di titik kulminasi dan jatuh tersungkur. dan saat itulah manusia terdiam dan berpikir bagaimana caranya keluar dari suasana seperti ini. manusia hanyalah manusia. saat kita tak tahu lagi harus berbuat apa, menangis adalah jalan terang untuk mengeluarkan semuanya. berkeluh kesah dan berbagi kepenatan kepada orang lain.

Menurut saya, galau adalah perasaan yang tak menentu, kacau, bingung, ketakutan, resah, putus asa, kesal, kecewa. Semua perasaan itu bercampur menjadi satu dan inilah yang disebut galau. Karena begitu kompleksnya perasaan yang dirasakan, sesorang yang mengalami kegalauan sering kali tak mengerti apa yang sebenarnya ia rasakan dan bagaimana cara mengungkapkannya kepada orang lain.

Disaat seseorang galau dia akan cenderung murung, menyendiri, emosional, perasa, tak nafsu makan, tak bisa tidur, bahkan ada yang sakit parah hanya karena kegalauannya. Orang yang sedang galau akan terus menerus memikirkan masalahnya tanpa ada tindak nyata untuk menyelesaikan masalah tersebut. Pada akhirnya ia akan semakin tenggelam dalam kegalauannya tanpa mampu melawan perasaan itu.

Galau dan terus meratapi nasib, membuat kita kurang bersyukur atas apa saja yang telah dituliskan menjadi milik kita. Baik yang sudah kita sadari ataupun yang belum kita sadari.
Parahnya adalah ketika virus Galau ini berlanjut menjadi penyakit putus asa.

Ini bahaya. percayalah kawan, ini bahaya.
Apa yang akan terjadi jika kita putus asa?
kita akan STAGNAN. non-Progresif. Justru kita menuju ke suatu hal yang regresif.
yang ada masalah kita bukannya selesai malah makin kompleks. Dan kita makin terpuruk.
Kasarnya, Galau berlebihan itu memperparah keadaan.
Ya. memang tak bisa dipungkiri juga bahwa dalam beberapa kasus, galau menyebabkan kebangkitan semangat yang luar biasa.
Ya. memang benar jika bangsa kita membutuhkan generasi yang galau.
tapi galau yang seperti apa?
yang jelas bukan galau karena cinta-cintaan atau apalah yang berlebihan gitu yaa..
itu sih Ababil (ABG labil,Red).
Tapi dalam hal yang kita bicarakan ini, GALAU itu sama sekali NGGAK KEREN.
Justru sama parahnya kayak HIV/AIDS yang menggerogoti diri kita pelan-pelan dan nggak kasat mata.
Tau-tau sudah parah.
Contohnya gini:
kita galau karena berantem sama pacar. Terus nggak nafsu makan ato ngapa-ngapain. Ujung-ujungnya kuliah cuma duduk dan presensi. Pas IP keluar hasilnya jeblok.
Nah lho, masalah sama pacar nggak selesai, IP nggak maksimal, Orangtua bakal kecewa pula.
Yang ada apa? Kita makin galau. Dan akan terjadi siklus 'lingkaran setan' kayak gitu lagi. Dan kita makin terpuruk.
Jelas kan?

Obat Galau itu apa?

Nggak tau. jujur nggak tau.
dalam penanganan galau tiap orang itu berbeda. anda bisa komunikasikan dengan pihak-pihak yang anda percaya.
Tapi dari beberapa sumber yang saya himpun dari pengalamna pribadi dan saran teman-teman, berikut ini adalah alternatif 'pengobatan' galau:
  • Pikirkan hal-hal yang konkrit (rasional) saja. Sebaiknya hindari memikirkan hal-hal yang hanya ada dalam angan (ilusi).Kembangkan pandangan positif dalam diri. Barpandangan positif berarti memandang segala sesuatu dari segi yang baik, segi yang menggembirakan dan menyenangkan hati.Hindari pandangan negatif dengan cara membuang jauh-jauh pransangka buruk, perasaan cemas, rasa khawatir dan rasa curiga. Jika perasaan negatif tersebut muncul segeralah lupakan dan alihkan perhatian kepada hal-hal yang menyenangkan.
  • Usahakan jangan terlalu banyak waktu kosong diluar waktu istirahat. Isilah waktu kosong diluar waktu istirahat. Isilah kesibukan dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat, seperti bercanda, membaca, memasak, jalan-jalan, bersepeda santai, berkebun atau membuat ketrampilan.
  • Yakini bahwa setiap masalah merupakan ujian dari Tuhan YME untuk menguji kesabaran kita. Jika kita mampu melewatinya, niscaya kita akan menjadi makhluk yang lebih baik lagi.Setiap masalah merupakan tahap menuju kedewasaan. Yakinkan hal ini pada hati kita. Asumsikan bahwa masalah yang melanda kita akan menjadikan kita lebih dewasa dan bijak dalam menjalani hidup. Ingat, “Kedewasaan bukan diukur dari usia kita, tapi dari cara kita menyikapi kehidupan dan masalah kita. Suatu masalah tidak akan selesai jika kita hanya meratapinya.
  • Butuh suatu tindakan nyata untuk menyelesaikan masalah meskipun terkadang butuh waktu yang tak singkat. Talk less, do more
  • Jadikan orang tua sebagai tempat pertama untuk mengeluh. Minta pendapat mereka tentang bagaimana cara menyelesaikan masalah yang kita alami. Orang tua kita telah mengalami berbagai fase kehidupan, dan tentunya keputusan yang mereka ambil akan lebih bijak dari apa yang kita pikirkan
  • Dekatkan diri dengan Tuhan. Hal ini akan membuat kita merasa tenang. Perlahan kita akan menyadari bahwa kita tak sepantasnya membuang waktu di dunia hanya untuk sesuatu yang useless, seperti galau ini
  • Cari kisah nyata tentang oran orang hebat yang dapat melewati tantangan yang ia alami. Dengan membaca, melihat atau mendengar kisah-kisah tersebut, kita akan termotivasi untuk melewati masalah dengan baik tanpa harus bersedih
  • Uraikan apa yang kita rasa ke dalam sebuah tulisan, lagu, drama dsb. Hal ini akan mengurangi rasa galau yang kita alami. Kita dapat menyalurkan bakat kita sekaligus mencurahkan isi hati kita
  • Pergilah ke tempat yang disukai, yang dapat memberikan ketenangan, kebahagiaan dan menghilangkan beban pikiran untuk sementara waktu. Selain itu lakukan hal-hal yang disukai. Hal ini akan memicu kita untuk melupakan masalah yang terjadi
Tentu saja ini juga bukan proses yang sekali coba langsung menyembuhkan lho ya..
kalau kata KSR (Korps Sukarela), ini adalah terapi PSP (Psychosocial System Program) bagi para korban bencara galau.
kalau saya bilang, para korban galau ini menjadi priotitas pertama yang harus diselamatkan para relawan.
kenapa? karena jika generasi bangsa ini terpuruk dalam kegalauan, mau kemana negara kita?
karena kalau kita terpuruk dalam kegalauan, mau kemana prestasi kita?
karena kalau kita terpuruk dalam kegalauan, mau kemana kebanggaan orang tua kita?
Sesungguhnya, kegalauan tidak memberikan banyak manfaat untuk kita. Sebaliknya, banyak dampak negatif yang ditimbulkan rasa galau. Bagi kita remaja-remaja, galau bukanlah sesuatu kebiasaan yang boleh dipelihara. Kita, seharusnya mengisi hari-hari kita dengan semangat meraih prestasi dan kebahagian. Isilah hari-hari dengan canda tawa, karena waktu terus berputar dan takkan dapat berputar kembali.
So, tanyakan.

0 comments:

 

Blog Template by YummyLolly.com - RSS icons by ComingUpForAir