Jumat, 28 Desember 2012

Belum Menemukan Mereka, atau memang Tidak Ada.


Kembali menyusuri lorong kampus, berjalan perlahan ditengah keramaian perbincangan teman-teman sesama mahasiswa.
Sebuah keramaian yang biasa tapi tak ada kebosanan yang menyertainya.
Mungkin memang iya, mempunyai teman adalah sebuah anugrah tersendiri.
Tapi ada juga yang tidak mampu menikmati seperti apa rasanya punya teman.
Saya tidak membual. setiap orang pasti pernah merasa tidak punya teman.
Kapan?
Ketika kamu mempunyai masalah dan tak mampu menceritakannya pada siapa-pun.

Bagaimana rasanya tidak bisa menjadi diri sendiri bahkan dalam lingkungan dimana kau menjalani hidup setiap harinya?
Membosankan. tapi tidak sepenuhnya membosankan juga.
kadang, kita bisa tetap tertawa bersama mereka seolah tidak terjadi apa-apa.
Tapi keadaan seperti ini juga membunuh secara perlahan.
Ketika keadaan meyebalkan itu datang, seperti : ada beberapa hal yang ada didiri kita tidak bisa dikomunikasikan dengan mereka.
dan mereka tidak bisa menangkap bahasa mata kita.

Seperti dimana kamu mempunyai teman yang sama-sama suka ngomong dan berdiskusi. Tapi disisi lain ternyata si teman 'terbatas' untuk kita ajak bicara.
Katakanlah dia punya pacar --atau siapalah-- yang kemudian mencemburui kita.
atau terbatas peraturan bla-bla-bla. atau kemudian ada kabar burung yang membuat kalian canggung.
Seperti juga dimana kamu mempunyai teman yang se-Hobi, hangout bersama, bercanda setiap hari, tapi tidak bisa kau ajak diskusi masalah lain selain suka-suka.

Maka, mungkin memang iya sebuah pernyataan yang berkata : 'Tidak perlu banyak teman. Cukup satu. yang bisa kau pahami dan memahamimu.'


Dimana berada diantaranya, kamu bisa benar-benar menjadi dirimu sendiri. Dimana kamu bisa benar-benar 'memiliki' tanpa harus ada yang menghalangi.
Dimana kamu bisa benar-benar tertawa, menangis, marah, atau menghabiskan waktu bersama tanpa peduli apa yang orang katakan.
Dimana kamu bisa benar-benar berbuat kesalahan dan mendapatkan maaf sama mudahnya.
Dimana kamu bisa benar-benar 'aneh' dan dimaklumi dengan mudahnya.
Dimana kamu bisa benar-benar merasa bahwa hubungan kalian jauh lebih dalam dari sekedar pacar atau saudara.
Dimana kamu bisa benar-benar tidak mengerti apa yang menyatukan kalian walau kalian memang jarang terlihat bersama..
Dimana.... kamu seakan mempunyai dunia yang sama dengan mereka. Benar-benar sama. tanpa kata 'mirip' atau 'layaknya'.

Mungkin, jika masih merasa seperti ini, kita memang hanya belum bisa 'menemukan' mereka.
Atau memang tidak ada...


Senin, 08 Oktober 2012

Ketika Terbangun


Aku terbangun dengan hati yang kosong.
Seolah satu-satunya yang menjadi isinya ditarik keluar dan terburai begitu saja.
Disergap hampa seketika menjadi hal yang menyesakkan dada.
ketika satu-satunya alasan aku menikmati harapan-pun diberodol tanpa basa-basi sebelumnya.

Aku terbangun dengan hati yang kosong.
Seolah satu-satunya yang kutahan menjadi isinya ditumpahkan dan tercecer begitu saja.
Disergap kecewa seketika manjadi hal yang menyempitkan kesabaran.
ketika satu-satunya pertahanan yang kubangun-pun dihancurkan tanpa ampun.

Dan kau,
menjadi satu-satunya bagian yang paling rawan kusentuh.
menyapamu akan menjadi kehancuran yang tak terprediksikan.
namun mengubur keinginan untuk menatap matamu akan menjadi badai yang lebih menakutkan.

Aku terbangun dengan hati yang kosong.
Bahkan merasa kau mencintai-pun hanya mampu kurasakan dalam kelelapan,
kemudian menjadi belati ketika waktu membangunkan.

Aku terbangun dengan hati yang kosong.
Seolah apa yang kurahasiakan darimu menjadi jerat-jerat yang menekan jalan nafas.

Aku terbangun dengan hati yang kosong.
seolah mendekapmu dalam mimpi adalah satu-satunya kesempatan.
dan terbuai didalamnya menjadi hal yang memabukkan.

Maaf,
aku terbangun dengan hati yang kosong.
dengan hati yang diremas hingga habis dayanya.
Namun sisa-sisa kehidupannya masih melafadzkan namamu dengan fasih..
dengan tanpa kehilangan harapannya.

Aku terbangun dengan hati yang kosong.
dan titik hujan dimataku yang menggersang.
dengan keyakinan bahwa kau mungkin jodohku,
sekalipun kau mengharapnya sebagai jodohmu.
Dan waktu,
terasa menjadi durjana untuk hatiku.

Senin, 10 September 2012

DIA TAU


Dia tau. Dia tau aku takut terjatuh.
Dia tau tapi tak ingin beranjak. Malah menghempas semakin deras.
Dia tau, Dia tau aku takut terhanyut.
Dia tau tapi tak berhenti mengalir. Malah mengikis semakin tipis.
Dia tau.

Dia tau. Dia tau aku tak ingin berada dalam dekapnya.
Dia tau tapi tak ingin melepas. Malah memegang semakin erat.
Dia tau, Dia tau aku tak ingin membuang pembatas.
Dia tau tapi tak juga berpisah. Malah meruntuhkannya dengan tanganku.
Dia tau.

Dia tau. Dia tau aku memenjarakan kemungkinan.
Dia tau tapi tak juga melawan. Malah membias tipis sulit ditepis.
Dia tau. Dia tau aku melawan kebersamaan.
Dia tau tapi tak juga membiarkanku sendiri. Malah menjelma dalam bisik mengelitik.
Dia tau.

Dia tau. Dia tau aku ingin bukan ini.
Dia tau tapi tak juga menepi. Malah beredar penuh tanpa peduli.
Dia tau. Dia tau aku tak ingin mencintai.
Dia tau tapi tak berhenti. Malah mencipta semesta disayangi.
Dia tau.

Dia tau. Dia tau aku menolak.
Dia tau tapi tetap membawa gejolak. Malah semakin menjebak.
Dia tau. Dia tau aku ingin berkata 'tidak'.
Dia tau tapi tetap membujuk. Malah semakin meremuk.
Dia tau.

Dia tau. Dia tau aku berusaha mengabaikannya.
Dia tau tapi tetap terjaga bersama. Malah semakin dekat tanpa diduga.
Dia tau. Dia tau aku pintar menepis rasa.
Dia tau tapi tetap tau caranya. Malah aku semakin khawatir karenanya.
Dia tau.

Tapi
DIA tau. DIA tau aku rapuh.
DIA tau tapi tak berhenti membuatku berusaha. Malah membuatku bertanya.
Benarkah DIA tau dalam diamNya?
Benarkah DIA (sudah) tau aku semakin terlena?
Benarkah DIA (ingin) tau bagaimana aku melawan daya?

yang kutau, Dia tau dan tetap berjalan dalam ketakutanku.
Dan DIA tau, aku bimbang. Dalam jalan bermuara DIA atau Dia.
Aku ingin DIA dan Dia tau aku bimbang dalam ketidaktegasanku.
Aku ingin DIA tau aku membutuhkan cara agar Dia berhenti tau.

Dia tau.
DIA-pun tau.
satu-satunya yang kutau adalah D-I-A-T-A-U.

 

Blog Template by YummyLolly.com - RSS icons by ComingUpForAir