Aku terbangun dengan hati yang kosong.
Seolah satu-satunya yang menjadi isinya ditarik keluar dan terburai begitu saja.
Disergap hampa seketika menjadi hal yang menyesakkan dada.
ketika satu-satunya alasan aku menikmati harapan-pun diberodol tanpa basa-basi sebelumnya.
Aku terbangun dengan hati yang kosong.
Seolah satu-satunya yang kutahan menjadi isinya ditumpahkan dan tercecer begitu saja.
Disergap kecewa seketika manjadi hal yang menyempitkan kesabaran.
ketika satu-satunya pertahanan yang kubangun-pun dihancurkan tanpa ampun.
Dan kau,
menjadi satu-satunya bagian yang paling rawan kusentuh.
menyapamu akan menjadi kehancuran yang tak terprediksikan.
namun mengubur keinginan untuk menatap matamu akan menjadi badai yang lebih menakutkan.
Aku terbangun dengan hati yang kosong.
Bahkan merasa kau mencintai-pun hanya mampu kurasakan dalam kelelapan,
kemudian menjadi belati ketika waktu membangunkan.
Aku terbangun dengan hati yang kosong.
Seolah apa yang kurahasiakan darimu menjadi jerat-jerat yang menekan jalan nafas.
Aku terbangun dengan hati yang kosong.
seolah mendekapmu dalam mimpi adalah satu-satunya kesempatan.
dan terbuai didalamnya menjadi hal yang memabukkan.
Maaf,
aku terbangun dengan hati yang kosong.
dengan hati yang diremas hingga habis dayanya.
Namun sisa-sisa kehidupannya masih melafadzkan namamu dengan fasih..
dengan tanpa kehilangan harapannya.
Aku terbangun dengan hati yang kosong.
dan titik hujan dimataku yang menggersang.
dengan keyakinan bahwa kau mungkin jodohku,
sekalipun kau mengharapnya sebagai jodohmu.
Dan waktu,
terasa menjadi durjana untuk hatiku.
Senin, 08 Oktober 2012
Ketika Terbangun
Posted by Kharissa Widya Kresna at 22.45
Labels: Coretan Kosong, Tulisan Bebas
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 comments:
Posting Komentar