Kamis, 11 November 2010

Aku dalam buai permainan Sang Waktu.

Aku merasa jadi pecundang yang dipermainkan Sang Waktu
Disaat aku memaksa hatiku bertahan dalam penantian
Menunggu
Menunggu saat yang tepat tuk mendekap erat hatimu
...
Aku berusaha mengalahkannya untuk bisa bersamamu
Tapi apa ?
Tak ada bias harap yg ia sisakan disana
Lihat aku disini
Mencari sisa kenangan yg terpatri
yang berserakan,
berceceran,
setelah semua terhancurkan
Dan ia hanya tertawa,
seolah aku tak merasakan apa-apa.
Taukah ia?
Aku baru saja kehilangan asa karenanya !
Aku seolah menatap bayangan cermin yang bisu
Ketika kita duduk bersama saat itu
...
Taukah kamu ?
Belum hilang,
Belum hilang segenap rasaku
Belum musnah,
Belum musnah segala hasrat yang tersirat
dan belum sempat,
Belum sempat ku eratkan jemariku menggenggam tanganmu,
Belum sempat ku lingkarkan lenganku memelukmu,
bahkan belum sempat bibirku bertutur betapa aku merindukanmu !
Sang Waktu sudah menghimpitku tuk kembali tersadar ,
Bahwa ku tlah harus meninggalkanmu dengan serpihan hati yang tersebar ,
yang terburai sebelum bisa ku rangkai
Bersama bingkai bingkai indah sentuhanmu
...
Apa yg terjadi tadi
takkan berhasil menguatkanku lagi
untuk berdiri tegak menjalani hari
dan bertahan menanti saat ku dapat bersamamu kembali .

Belajar Hidup

Ni sih kisah nyata anak manusia.
*ups !*
Narasumbernya gg perlu dipublikasikan yaaa...
Sebut aja si A.
( yg tertulis disini diluar faktor eksternal. Hanya ditulis bdasarkan positive thingking & kepercayaan pelaku utama )
.
.
...
Kalian (pernah) punya pacar ??
Sama. Si A juga.
Sekilas info, A ni masih SMA. Usianya juga masih cukup untuk dibilang 'Gadis Kecil'.
Sama lah kayak remaja SMA kebanyakan.
tapi yg membedakan,, si A punya komitmen yg gg jarang banget dimiliki ABG-ABG seperti biasa.
Dan sepertinya cukup untuk ngasih pelajaran sederhana untuk kita..
...
Berawal dari sebuah situs pertemanan,
si A kenal sama si B.
Bukan waktu yg singkat mereka kenal.
yaa,,, mungkin 1taun.
B adalah seseorang yg dewasa, cakep, mapan, & punya segalanya utk dsukai bnyak cwe.
singkatnya, B sangat sempurna dmata A.
Dari situ, si A dan si B mulai dket.
Mulai saling cerita permasalahan masing-masing,
saling support, saling menyarankan saat terpuruk.
sampai akhirnya si B bilang,

'Makasih udah bikin aku bangkit lagi.'

tau apa yg si A rasakan ?
A takut untuk mengakui kalau atinya lebih dari peduli ma B.
A gg bisa jauh dari B.
A bilang,

'Aku takut sayang sama kamu. Aku takut merubah keadaan yg uda deket ini.'

Tak diduga, ternyata mereka bisa melangkah bersama.
Ehm.. Saling sayang.
Disinilah bedanya.
B bilang,

'Aku gg sekedar cari pacar. Aku cari calon istri. Tanpa kamu mintapun, aku uda nunggu kamu. Aku btuh ssorg yg bs berempati ma aku.'

A menjawab ,

' AKU MAU DISAMPINGMU '
...
Begitulah,
awalnya indah banget.
A mrasa inilah keseriusan yg ia cari.
Saling sayang.
Saling ngerti.
Saling memiliki.
A sudah merangkai mimpi indah masa depannya dengan B.
...
Sampai akhirnya,,
Suatu ketika B bilang

' Aku sayang kamu. Kamu bisa bikin aku cinta sama kamu. Mumpung aku masi s4 n masi bsa bilang ma kamu. '

A merasa, pasti ni bukan petanda baik.
Benar aja.
Tanpa diduga,
B bilang kalo tnyata ortunya tak bkal mau nikahin B sama A, dengan alasan HITUNGAN BUDAYA.
Kalo dilanggar,
kematian jadi taruhan.
...
A kontan gg bisa nahan air matanya.
Apalagi ketika B mengeluarkan statement bahwa ia mengharapkan A jadi yang terakhir buat B.

Tapi mereka mampu meredam konflik itu beberapa saat.
Semuanya berjalan seperti biasa.
Semua ?!
Ternyata gg.
A tetap mrasakan suatu ketakutan kalo si B merasa lelah mperjuangkan rasa mereka.
Sdangkan B takut menyakiti A atas kmungkinan tburuk masalah ini.
...
Tak lama,
hubungan mereka memburuk.
Berawal dari intensitas pertemuan mreka yg bkurang,
disuatu malam B bilang

' say, seandainya kamu kuanggap adhek gmana ?'

tak ayal ati A langsung merasakan hal buruk.
Ya.
B berencana melepas A.
...
A terisak. Tak ada sepatah katapun yg bisa ia katakan.
A mrasa dunianya hancur.
Dunianya yg begitu lekat dengan B.

A gg mungkin bisa melepas B.
ia masih ingin menahan B.
Karna cuma B-lah yg ia anggap orang yg mampu mngisi atinya, & mampu meredam sgala gejolak 'psikologis'-nya.
Slain itu, A tak bisa membiarkan B tetap pada janjiny, yg gg akan makan nasi smpai apa yg diinginkannya tercapai.
A tlalu takut B terluka.

A berpikir,

'..kenapa harus aku yg mengalami ini disaat ada hati yg tulus ma aku ?

Kenapa kabar buruk itu datang disaat aku masih mereguk indahnya komitmen di usia hubungannya yg baru aja dimulai ?

Kenapa juga aku terlahir dalam takdir budaya yg seperti ini?

Sekalipun nanti harus ada yg mati, biar aku aja..
Asalkan aku sempat mbahagiakannya.'
...
...
...
...
...
...
Atiku bergetar ngliat A.
Da sesuatu yg berontak.
gg adil kalo 2 hati yg udah saling terpaut harus dipisahkan karena budaya.
gg adil kalo ktulusan hati dlm menyayangi ssorang harus dipupus dengan paksa.
Menikah itu ibadah. Benar kan?
Lalu apa salahnya mereka brencana begitu ?
Kenapa harus dhalangi ?

Ketika A cerita, aku ikut terisak.
Aku tau bgaimana sakitnya ketika ssorang ingin menyerah mpertahankan aku.


Tapi aku juga tak menyalahkan budaya.
Apalagi untuk tidak mempercayainya.

Aku bilang,

'Teruslah berjuang, A. Hidup mati tu ditangan Tuhan. Orang sakit yg Sekarat pun tak bhenti berusaha mdapatkan pengobatan. Apalagi kisahmu yg dperjuangkan demi dua hati manusia. Pasti ada jalan keluar tbaik.
Mungkin emang jalan itu gg diketahui sekarang.
Tapi waktu pasti mjawabnya.
JANGAN BERHENTI BERJUANG.
Jangan menyerah. ini cobaan..'
.
.
.
.
* Buat A dan B,, ini hidup yg harus terus dperjuangkan. Memang sakit , tapi pcayalah, TAK ADA KETULUSAN & KESERIUSAN YANG TAK DIUJI. *

Moga dapet penyelesaian terbaik y guys..
g ada tempat untuk hati yg lemah. :'))

Cz This is Our Friendship, Sob !!!

Hmm.....

Siapa punya sahabat ??
Semua pasti punya.
Apapun bentuknya (Lho ?!)

Sahabat. Sobat.
Siapa sih dia ??
Menurut Wikipedia ,
Persahabatan dimaknai sbg suatu hubungan antar sesama yg mlibatkan pengetahuan, penghargaan, dan afeksi.
Persahabatan itu resiprok sifatnya.
Yaitu perilaku yg berbalasan.
Sahabat adalah orang yg bs merasakan empati terhadap kondisi kita.

Guys..
Hidup kita itu kadang naik, kadang turun.
Bener kan ?
Sama siapa kita berbagi hal yg gg mungkin kita critain ke Ortu atau (mungkin) pacar kamu ??

Sahabat.
Adalah orang yg BEGITU DEKAT dgn DIRI KITA.
yg plg mengerti kita.
Memahami kita.
Dialah yg MENGHABISKAN WAKTU dgn kita. Dengan siapa kita BERBAGI cerita.

Aku juga punya sahabat.
Aku juga pernah punya sahabat.
Pernah.
Karena skg aku ngrasa gg lagi punya.
Pernah.
Karena skg sahabatku tak lagi peduli sama waktu buat bareng sama aku.
Pernah.
Karena skg sahabatku tak pernah bercerita apapun padaku.
Seakan aku gg ada.
Dan hari-hariku sepi.
Aku sakit ati.

Kenapa ??
Karna ia lebih suka memendam semuanya sendiri.
& Aku seolah gg diberi kesempatan utk memahaminya, ato membantu masalahnya.

Ya.
Dulu aku sama ia seperti rajutan.
Erat. Saling menjaga, saling menguatkan.
Tapi skg ?
Kami laksana kata-kata yang punya spasi.
Bahkan seakan punya makna sendiri-sendiri.
T.T

jadi ingat puisi yg pernah kubaca..

"..Wahai diri sahabatku
seandainya kau melihatku,
tersilap langkah tersesat jalan,
gamitlah aku.
Pimpinlah tanganku.
Agar kelak aku mendoakanmu,
Allah merahmati dan mendekapmu.."

....

Aku pernah terjatuh dDepan nisan sahabatku,
sebelum sempat aku minta maaf karna melupakannya atas kesibukanku.
Padahal ia slalu berusaha utk tau keadaanku..
Kamu tau rasanya ?
Sakit.
Lebih dari sakit.

...
Aku gg mau itu terjadi lagi.
gg mau.
Tapi aku tak bisa memaksa sahabatku utk tetap dsampingku,
walaupun kegiatannya seolah mbuatnya berpaling dariku.
Aku hanya ingin ia tetap MENGINGATKU dalam suka dukanya.
Karna semua itu SANGAT BERARTI.
Membuatku merasa PUNYA ARTI & DIBUTUHKAN.


...

Aku pengen jadi sahabat sejatimu.
Orang yg ada saat kamu tertawa,
dan Orang yg ada saat kamu berduka.
mungkin memang iya aku gg bisa bantu scra kongkrit utk menghapus kesedihanmu,
tapi aku akan ikut menangis bersamamu ketika dunia membuatmu menangis..

 

Blog Template by YummyLolly.com - RSS icons by ComingUpForAir