(Ini hasil temuan di sebuah buku diary. Dengan gubahan seperlunya agar tidak terlalu vulgar)
***
ya Rabb..
hamba-MU ini bukan orang yang baik. tapi semoga saja hamba tidak menulis ini dari tempat yang jauh darimu.
ya Rabb, hamba sedang mencinta. sudah dalam tempo yang cukup lama. bertahun-tahun waktu hamba habiskan untuk menjaganya tetap disisi. dengan segala polemik dan ujian dari-Mu, namun hingga saat ini hamba belum pernah sedetikpun melupakan dia, baik dalam suka maupun duka. baik dalam keadaan yang diketahuinya maupun tidak.
ya Rabb,
maafkan hamba yang memilih mencintainya. namun seorang kakak berkata bahwa tak ada pilihan yang salah.
maka hamba beranikan diri untuk tetap mencintainya.
ya Rabb..
maafkan hamba yang sudah memilih jalan seperti ini. Hamba memilihnya ya Rabb. dengan harapan cinta hamba bersambut manis, dan hamba mampu untuk membawanya lebih dekat dengan-MU.
maafkan hamba yang memilih cara yang tidak KAU sukai untuk mencintainya.
tapi hamba berfikir bahwa semoga dengan cara seperti ini hamba mampu masuk kedalam hatinya dan menanamkan asma-MU padanya. agar dia mengingatmu. agar dia tau bahwa hamba mencintainya dengan seluruh hidup hamba.
hamba tidak tau, jika ini dosa, hamba bersujud memohon ampunan-MU ya Rabb..
Kami belum halal, ya Rabb..
hamba tau benar. tapi hamba sudah berani untuk tetap menahan tangannya. mungkin memang karena kelemahan hamba, kelemahan hati hamba berhadapan dengan cinta.
tapi bukankah cinta itu karunia-MU yang fitrah?
maafkan cara hamba yang menodai fitrah dari-MU ya Rabb..
hamba hanya-lah orang yang awam atas ajaran-MU, dan hanya tau bahwa cinta adalah perasaan sayang kepada makhluk ciptaan-MU.
Maafkan hamba-MU yang kerdil ini ya Rabb..
hamba tidak tahu apakah ini suatu kebodohan, atau apalah.
tapi jika diluar sana banyak orang yang mencari pasangan yang sangat baik, maka biarkan hamba untuk tetap disampingnya jika memang dia calon imam hamba.
teguhkan hati hamba untuk terus mengingatkannya dan membawanya dengan perlahan untuk semakin mendekat ke arah-MU.
ya Rabb, engkau maha mengetahui.
Dan Kau-pun tau bahwa hamba sudah mencoba meninggalkannya. dengan berfikir bahwa kami akan kembali dipertemukan dalam kuasa-MU yang tak pernah kuduga.
Tapi hingga detik ini, setelah tahun-tahun ini hamba lewati dam masih saja hamba belum bisa mematikan rasa cinta ini. Dan kami masih bersama. Mungkinkah KAU memang mengutusku untuk mengingat-Mu dag mengingatkannya akan Engkau melalui cinta ini?
ya Rabb, hamba mencintainya. Dan hamba mencintai-MU.
maafkan hamba membagi cinta ini ya Rabb..
maafkan hamba karena berharap hati hamba yang mencintai-MU mampu membawa hamba kembali dalam pelukan-MU dan terhindar dari murka-MU.
padahal hamba tau benar, terlalu banyaK kesalahan hamba pada-Mu.
maafkan hamba yang begitu egois.
tapi tolong hamba ya Rabb.. beri hamba kekuatan untuk menjalani cinta ini. untuk membawa Calon imam hamba kelak terus menyebut-Mu.
Hamba tidak menginginkan orang selain dia.
berkali-kali hamba katakan itu padanya.
hamba akui dia tidak sempurna, bahkan pernah melenceng dari-MU.
Begitu-pun hamba.
maka kuatkan hamba, izinkan cinta ini menjadi jalan kami untuk kembali menatap lurus pada-MU.
ya Rabb..
cinta itu suci, maka maafkan hamba menodainya dengan cara yang seperti ini. maka maafkan hamba karena tidak menjaganya dengan baik.
Maka maafkan hamba karena melukai perasaanya atas nama cinta.
tapi Kau tau, bahwa tak pernah ada sedikitpun kebohongan ketika hamba mengatakan,
'Aku sayang kamu, Mas..'
ya Rabb, hamba hanya orang awam. begitu-pun dia yang kucintai.
Hamba bukan orang yang religius, begitu-pun dia yang kucintai.
hamba bukan pula orang yang baik dan ber-hak atas surga-MU, dan mungkin begitu-pun dia yang kucintai.
Tapi sesungguhnya Engkau tetap ada dalam hatiku, dan hamba yakin, begitu pula dihati dia yang kucintai.
Hamba meminta maaf atas segala kesalahan hamba pada-MU, dan pada dia yang kucintai, dalam hati yang mencinta ini.
Kuatkan-lah kami. Panggillah kami dengan cinta-MU ya Rabb..
***
(Sebuah diary, tertanggal di suatu hari yang berarti)
Jumat, 08 Juni 2012
Sepucuk Surat dari Hamba-Mu yang Mencinta
Posted by Kharissa Widya Kresna at 08.16
Labels: Belajar Hidup, Tulisan Bebas
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 comments:
Posting Komentar