Jumat, 14 Oktober 2011

Sudah Berapa Lama Tidak Hujan, Ya Rabb ?

Sudah berapa lama tidak hujan ?

Aku sudah rindu berlari dibawahnya dan membiarkan air dari sudut mataku menetes bersama hujan.

Sudah berapa lama tidak hujan ?

Sudah terlalu keringkah hati dan jiwa ini untuk terbasahi kembali ?

ingin sekali kulempar semua ini dan berteriak, Aku rindu hujan !

Betapa ingin aku memeluk semua ini untuk meniriskan resahku.

Aku rindu hujan yang membawa rinduku padanya.

Hujan yang membawa semua asaku tentangnya.

Hujan yang membawa bayangnya menemaniku.

Hujan yang menceritakan ketulusannya.

Hujan yang menghapus semua sedih dan keraguanku.

Hujan yang mendinginkan aku ketika berkobar dalam apiku.



dan Hujan lah yang menjadi alasanku bersamanya.

Hujan yang membuatku gelisah dan begitu tenang disaat yang sama.

Hujan yang membuatku sangat lemah dan sangat kuat disaat yang sama.

Hujan yang membuatku sangat kekanakan tapi juga sangat dewasa disaat yang sama.

Dan Hujan...

yang membuatku bertahan ketika aku begitu ingin menyerah.

Karna hujan adalah nafasnya dalam nafasku.

Hujan adalah dirinya dalam diriku.



Hujan yang tenang itu... DIA.

Selasa, 11 Oktober 2011

Sepucuk Surat... (Lagi)

by Malfactor Tertatih on Tuesday, April 26, 2011 at 4:46pm


Listen to me carefully...


Hey, Dear... :)
Apa lagi yang bisa aku tulis ?
nggak terlalu banyak, mungkin. karna justru terlalu banyak senyum yang kau hadirkan, sampai aku nggak tau yang mana yang akan aku ceritakan pada dunia.

Hey, Dear...
Mungkin kita memang sangat berbeda dari pasangan-pasangan lain diluar sana.
seperti saat ini. kamu mungkin bakal jarang banget mengungkapkan sesuatu tentang aku, sedangkan aku menulis milyaran kata dipuluhan note seperti ini, yang semuanya tentang kamu.

Hey, Dear...
kau itu unik.
setauku, tak banyak mahluk berjenis kelamin pria yang perasaannya peka kayak kamu.
Aku belum pernah tau ada cowok yang super cuek diluar, tapi ternyata punya firasat kuat tentang pasangannya.



Kamu mungkin satu-satunya cowok yang maksa aku nggoreng telur tengah malem cuma biar aku gendut, padahal aku berusaha keliatan langsing, biar kamu seneng. kalo gitu, aku harus ketawa ato cemberut?
Kamu mungkin juga satu-satunya cowok yang dengan polos ngasih kaos setengah basah sambil bilang,
"karena aku nggak pinter mbungkus, cuma kulipat asal-asalan nggak pa-pa ya.."
Yang akhirnya bikin aku setengah mati nahan airmata, tapi aku nggak bisa berhenti ketawa.
dan yang jelas, kamu satu-satunya cowok yang bisa bikin aku berhenti kecanduan hujan.


dan aku seneng waktu kamu nyuruh aku belajar dengan tegas. padahal aku selalu ngulur-ngulur waktu dan ngajak ngobrolin segala hal biar bisa ratusan kali smsn sama kamu.
Aku selalu seneng :

Karena kamu nggak pernah menutupi apa-apa tentang kamu dari aku.

Karena ketika kamu mimpi aku selingkuh, kamu bilang itu mimpi buruk.

Karena kamu nemenin aku diRumah Sakit.

Karena kamu ngikutin aku ma kakakku ke kantor pos.

Karena kamu selalu tau tiap aku boong.

Karena kamu ngasih motivasi yg luar biasa.

Karena kita nggak sering ketemu padahal rumahmu dibelakang sekolahku.

Karena kamu slalu ngopy-in aku film.

Karena kamu ngliat aku dari semua sisi.

Karena kamu tetep senyum pas liat mukaku yg imut dalam keadaan jelek banget.

Karena kamu ngebiarin aku jadi tetep ngrengek2 manja, tapi ngajarin aku bedain suasana.

Karena kamu nggak pinter ngeluarin kata-kata puitis buat nyenengin aku, tapi mengatakan kalimat sederhana yang dalem banget artinya.

Karena kamu bikin aku mati-matian berusaha ngertiin kamu dengan cara-cara dewasa.

Karena kamu ngebawain 3 lollipop kesenenganku pas aku 5 hari berada bermil-mil jauhnya dari kamu.

Karena kamu satu-satunya orang ngedoain aku cepet dapet KTP diultah ke-17-ku taun ini...

Karena kamu ngasih apa yang aku butuh, bukan apa yang aku pengen.

Karena kamu selalu bikin kejutan pas bilang kamu kangen aku.

Karena kamu bilang sayang ke aku dengan polos dan tanpa ada rayuan sedikit-pun.

Karena kamu mau ijin kerja buat nganterin aku daftar kuliah.

Karena kamu gampang banget ketiduran pas lagi asik ngobrol.

Karena kamu manggil aku `cil` atau `sayem`.

Karena kamu seneng nyabutin bulu halus ditanganku.

Karena kamu mbeliin kaos couple buat aku.

Karena kamu selalu mau ngasih kesempatan buat aku.

Karena kamu percaya aku.

Karena kamu nggak pernah lupa ngasih dopping belajar.

Karena kamu slalu bikin aku khawatir tiap kamu lupa bawa HP.

Karena kamu ngebiarin aku berfikir sendiri.

Karena kamu ada saat aku butuh bantuan.

Dan masih banyak lagi...

Ahhh... aku capek nulis ribuan kata-kata. masih terlalu banyak.
Padahal pada dasarnya makna-nya sama : Aku bersyukur banget punya kamu.

tetaplah begitu, ya...

A letter 4 my Mom - The Sun of my world

by Malfactor Tertatih on Tuesday, August 2, 2011 at 9:03pm


Yeah, mom.. 2 minggu lagi putrimu ini mulai menapaki dunia perkuliahan.
Mulai hidup berjauhan dengan sosokmu bu..
Lalu apa ?
Beberapa bulan yang lalu mungkin perasaan ini berbeda.
Aku senang, aku sudah mahasiswa. Bahkan tak sabar untuk segera berangkat.
Mulai merengek minta diizinkan bawa motor, ato cepat-cepat dicarikan tempat kost.

Tapi bu..
Menjelang keberangkatanku ini rasanya aku justru tak ingin cepat-cepat keluar dari zona nyaman yg ibu ciptakan.
Senyummu, omelanmu, atau cara ibu menyiapkan sarapanku.
Ibu..
Bisakah aku berhenti mengkhawatirkanmu ditempat baruku nanti ?
Selama 17tahun aku begitu lekat denganmu.
Selalu bisa dipastikan begitu aku pulang aku bisa langsung menemukan ibu didapur, menyiapkan makan siangku.

Ibu..
Kita tetaplah anak dan ibunya.
Yg slalu berdebat dengan warna baju, menu makan, ato model sepatu.
Sepele sekali ya?
Tapi bu, sekarang aku tau kalau itu sangat berarti.
Apalagi yg akan kuharapkan?
Berangkat kuliah dikota yg berlainan denganmu, memantapkan jodohku, lalu menikah dan tinggal bersama suamiku ?
Berapa sisa waktu yg bisa kubaktikan?
Ibu..
Masih pantaskah aku merengek minta dipeluk diusiaku yg sekarang ini ?
Tapi aku memang ingin begitu..

Bu..
Maafkan putrimu ini..
Tak banyak yg telah kuperbuat untuk membuat ibu tersenyum bangga padaku..
Malah aku slalu membuat ibu kecewa.
Membantah perkataan ibu, melawan permintaan ibu.
Maafkan sikapku selama menjadi putri kecilmu yg manja..
Mengertikah ibu ?
Walau aku tak ingin ibu terlalu mencampuri urusanku, tetapi aku mau ibu slalu perhatian padaku.
Walau aku tak mau ibu sedih aku pergi, tapi aku mau ibu slalu merindukan aku.
Memujiku didepan adik2, atau menelponku untuk segera pulang.
Bisakah hal kekanak-kanakan itu membuat ibu makin menyayangiku ?

Ibu..
Terimakasih sudah mengantarkan putrimu ini digerbang kedewasaan.
Terimakasih sudah menyiapkan semuanya untuk keperluanku..
Terimakasih sudah tulus mengurus hidupku. Bahkan sekecil apapun kebutuhanku.

Aku tau aku masih akan pulang seminggu sekali, ato dua minggu sekali, ato sebulan sekali.
Yg jelas secepatnya aku bisa pulang, aku pasti segera pulang.
Tapi itu tak membuatku berhenti sedih jika memikirkan nantinya tak setiap hari bertemu dengan ibu..
Sampaikan pada ayah dan adik2 ya bu..
Supaya mereka menjaga ibu, untukku.
Aku memang tak pernah mengatakan apaapa padamu bu, tapi percayalah..
Aku sayang ibu. Lebih dari apa yg bisa kuungkapkan.
Doakan aku bu, doakan aku.. Restumu adalah bagian terpenting dihidupku.


Salam sayang,
Putrimu.
Rissa.

 

Blog Template by YummyLolly.com - RSS icons by ComingUpForAir