by Malfactor Tertatih on Tuesday, August 2, 2011 at 9:03pm
Yeah, mom.. 2 minggu lagi putrimu ini mulai menapaki dunia perkuliahan.
Mulai hidup berjauhan dengan sosokmu bu..
Lalu apa ?
Beberapa bulan yang lalu mungkin perasaan ini berbeda.
Aku senang, aku sudah mahasiswa. Bahkan tak sabar untuk segera berangkat.
Mulai merengek minta diizinkan bawa motor, ato cepat-cepat dicarikan tempat kost.
Tapi bu..
Menjelang keberangkatanku ini rasanya aku justru tak ingin cepat-cepat keluar dari zona nyaman yg ibu ciptakan.
Senyummu, omelanmu, atau cara ibu menyiapkan sarapanku.
Ibu..
Bisakah aku berhenti mengkhawatirkanmu ditempat baruku nanti ?
Selama 17tahun aku begitu lekat denganmu.
Selalu bisa dipastikan begitu aku pulang aku bisa langsung menemukan ibu didapur, menyiapkan makan siangku.
Ibu..
Kita tetaplah anak dan ibunya.
Yg slalu berdebat dengan warna baju, menu makan, ato model sepatu.
Sepele sekali ya?
Tapi bu, sekarang aku tau kalau itu sangat berarti.
Apalagi yg akan kuharapkan?
Berangkat kuliah dikota yg berlainan denganmu, memantapkan jodohku, lalu menikah dan tinggal bersama suamiku ?
Berapa sisa waktu yg bisa kubaktikan?
Ibu..
Masih pantaskah aku merengek minta dipeluk diusiaku yg sekarang ini ?
Tapi aku memang ingin begitu..
Bu..
Maafkan putrimu ini..
Tak banyak yg telah kuperbuat untuk membuat ibu tersenyum bangga padaku..
Malah aku slalu membuat ibu kecewa.
Membantah perkataan ibu, melawan permintaan ibu.
Maafkan sikapku selama menjadi putri kecilmu yg manja..
Mengertikah ibu ?
Walau aku tak ingin ibu terlalu mencampuri urusanku, tetapi aku mau ibu slalu perhatian padaku.
Walau aku tak mau ibu sedih aku pergi, tapi aku mau ibu slalu merindukan aku.
Memujiku didepan adik2, atau menelponku untuk segera pulang.
Bisakah hal kekanak-kanakan itu membuat ibu makin menyayangiku ?
Ibu..
Terimakasih sudah mengantarkan putrimu ini digerbang kedewasaan.
Terimakasih sudah menyiapkan semuanya untuk keperluanku..
Terimakasih sudah tulus mengurus hidupku. Bahkan sekecil apapun kebutuhanku.
Aku tau aku masih akan pulang seminggu sekali, ato dua minggu sekali, ato sebulan sekali.
Yg jelas secepatnya aku bisa pulang, aku pasti segera pulang.
Tapi itu tak membuatku berhenti sedih jika memikirkan nantinya tak setiap hari bertemu dengan ibu..
Sampaikan pada ayah dan adik2 ya bu..
Supaya mereka menjaga ibu, untukku.
Aku memang tak pernah mengatakan apaapa padamu bu, tapi percayalah..
Aku sayang ibu. Lebih dari apa yg bisa kuungkapkan.
Doakan aku bu, doakan aku.. Restumu adalah bagian terpenting dihidupku.
Salam sayang,
Putrimu.
Rissa.
Selasa, 11 Oktober 2011
A letter 4 my Mom - The Sun of my world
Posted by Kharissa Widya Kresna at 08.28 0 comments
Labels: Belajar Hidup, Tulisan Bebas
Cinta. Apa maksud Tuhan memberiku cinta?
Ehm..
Kadang aku pengen tanya, kenapa Tuhan beri aku rasa yang sedemikian ini.
Untuk menghibur diri, aku slalu bilang 'ah.. Pasti IA punya maksud tertentu. Jalani saja..'
tapi nyatanya ?
Sampai sekarang aku belum tau persis apa maksudnya.
Ibu bilang, apapun yg diberi-NYA kepada kita adalah untuk menguji kita.
Kalau bukan untuk itu, apa lagi ??
Sudah 20 bulan lebih 7 hari ketika aku menulis ini.
Aku punya cinta. Dan masih kujalani.
Tapi sampai sekarang-pun nyatanya aku masih belajar cara terbaik mencintai seseorang yg IA titipkan sekarang.
Masih belajar apa maksud Tuhan memberiku cinta yg kutujukan pada seseorang-ku sekarang.
Tapi yg perlu untuk di camkan adalah,
aku mensyukuri cinta yg IA berikan & mensyukuri seseorang yg IA titipkan untuk bersamaku.
:)
Awal aku terpaut, susah di deskripsikan. Tepatnya aku tidak tau apa & bagaimana awalnya.
Tiba-tiba saja disuatu malam ketika mati lampu aku terisak mengakui aku menyayanginya.
Inikah maksud Tuhan ? Agar aku menyadari & percaya bahwa tidak ada yg bisa kuingkari ?
Bulan - bulan pertama cukup berat. Perbedaan kami sempat membuat aku dan seseorangku saling menyakiti bahkan sempat memisahkan kami beberapa lama.
Tapi akhirnya egoku luluh.
inikah maksud Tuhan ? Agar aku belajar berkorban demi orang lain ?
Lalu banyak sekali perubahan di diriku karena sikapnya. Mulai dari berhenti kecanduan hujan. Belajar untuk tidak childish. Belajar untuk bersabar. & belajar memahami seseorang-ku.
Inikah maksud Tuhan ? Agar aku belajar menghargai dan mengerti orang lain ?
Pernah juga aku melakukan kesalahan besar. Mendustakan cinta. & mengingkarinya. Tapi akhirnya aku kembali padanya sampai sekarang.
Inikah maksud Tuhan ? Agar aku belajar mengakui kesalahan dan tidak gegabah ?
Dan atas kesalahan besarku itu, dia tetap memaafkan & memberi kesempatan memperbaikinya.
Inikah maksud Tuhan ? Agar aku tau apa arti MAAF dan MENYESAL ?
Kemudian sikap-sikap manisnya yg mendewasakan aku. Tidak romantis, sederhana dan berarti. Sangat berarti.
Inikah maksud Tuhan ? Agar aku merasakan rasanya dicintai setulusnya ?
Juga ketakutanku kehilangannya, dan keinginanku membuatnya ceria.
Inikah maksud Tuhan ? Agar aku belajar menjaga sebaik-baiknya yg kumiliki ?
Karena aku mencintainya, aku membatasi cinta lain yg datang.
Inikah maksud Tuhan ? Agar aku SETIA ?
Kemudian keputusanku mengenalkan seseorang-ku kepada orang tuaku ketika awal aku dan dia melangkah bersama.
Inikah maksud Tuhan ? Agar aku belajar meminta restu orangtua untuk hidupku ?
O ya, ketika seseorang-ku selalu menyuruhku belajar.
Dan aku memang jadi bersemangat karna ingin memenuhi keinginannya.
Inikah maksud Tuhan ? Agar aku belajar berusaha sebaik yg aku bisa agar tidak mengecewakan harapan orang lain ?
Untuk semua kekurangan dan kelebihannya, aku menyukainya dan belajar memaklumi kekurangannya.
Inikah maksud Tuhan ? Agar aku menerima orang lain apa adanya dan mensyukuri yg telah IA beri padaku ?
Lalu sampai malam ini aku merasa amat sangat rindu, tapi seseorang-ku sedang tak punya banyak waktu.
Inikah maksud Tuhan ? Agar aku belajar menghadapi keadaan yg tak selalu seperti yg kuinginkan ?
Untuk segalanya yg ia lakukan untukku.
Inikah maksud Tuhan ? Agar aku mengerti bahwa cinta tidak sekedar kata CINTA. Tapi sikap. Begitukah ?
Dan 1 hal berarti : Setelah semua yg manis dan pahit yg aku lalui dengannya.
Inikah maksud Tuhan ? Agar aku dan dia belajar saling mempertahankan ? Agar aku dan dia belajar bekerjasama menyelesaikan masalah ? Agar aku dan dia belajar mencapai hasil akhir yg indah ?
Terimakasih, Tuhan.. Atas cinta & kepercayaan yg KAU beri, dan membuatku belajar banyak hal.
Dan seseorang-ku, terimakasih. Kamu luar biasa.
:)
Posted by Kharissa Widya Kresna at 08.26 0 comments
Labels: Coretan Kosong
Senin, 25 April 2011
Just About Me, tonight.
Aku dilahirkan & tumbuh menjadi orang yang berbeda dari mereka.
Karena aku terlalu berbeda.
Pada goresan yang sama dengan yang mereka alami, lukaku jauh lebih dalam.
Pada serpihan kecil tawa yang sama dengan yang mereka rasakan, kebahagiaanku terasa jauh lebih besar. Tentu itu hanya berlaku untukku.
Mungkin karena aku terbiasa menjadi orang yang tidak diperhatikan.
Ada atau tidak adanya aku terasa sama saja untuk orang lain.
Tak banyak yang tau seperti apa rasanya menjadi bagian kecil yang tak terlihat, tapi aku tau persis rasanya.
Tersingkir karena berbeda, tersingkir karena tak bisa melakukan hal yang sama, dan tersingkir karena tak begitu berarti.
Itulah kenapa ketika aku merasa menyayangi seseorang, aku cenderung tlalu takut kehilangan mereka.
itu alami, menurutku.
Bagiku, DICINTAI SETULUSNYA oleh seseorang adalah ANUGRAH YANG LUAR BIASA.
Terima kasih pada mereka yang membuatku merasakan itu.
(tapi itu-pun hanya beberapa orang)
Aku pernah tersakiti oleh suatu persahabatan. That's why, aku nggak terlalu pandai percaya pada teman kalo mereka akan membuat hidupku berwarna.
Akibatnya, aku tak punya banyak teman.
Aku pernah kecewa dengan keluarga. That's why aku sering melindungi diri dibenteng yang kusebut kamar.
Dimana ketika kau menangis ato bahkan mencoba bunuh diri, tak akan ada yang tau.
Well, aku terpuruk beberapa lama. Karena kupikir, jika ibuku aja nggak bisa mengerti aku, bagaimana orang lain bisa??
Aku bodoh berpikiran seperti itu?
Bisa juga.
Tapi aku hanyalah anak yang ingin amat sangat dekat dengan ibunya. Aku ingin tak satu tak hal-pun tentang aku yang ibuku tak tau.
Wajar kan?
semoga Allah memberi ibu umur panjang untuk nemenin aku.
Aku pernah juga terluka dalam mencintai seseorang.
Sebenarnya, aku nggak mudah mencintai orang sepenuh hati, dan aku baru 2x merasakannya.
Yang pertama berakhir tragis,
sedangkan yang kedua sedang kujalani
(y Allah, Lindungi ia), aku memberikan semuanya. Semuanya. Tapi bukan dalam bentuk materi. Karena kalo itu aku nggak bisa.
Semoga Allah menjaga kami.
Well, rasanya menggoda banget mencampakkan diriku sendiri saat sedih atau hancur.
Kalian boleh percaya, aku sudah melakukan kenakalan yang mungkin belum pernah kalian lakukan.
Tapi aku bukan orang yang tahan sakit.
Aku bisa tak tidur 3 hari hanya karena marahan dengan orang yg kusayangi.
Aku pernah hujan-hujanan tengah malem 4hari berturut-turut.
Aku pernah hampir bunuh diri.
Gila?
Tidak. Hal seperti itu wajar ketika kau sedang depresi.
Aku udah bilang dari awal kalo perasaanku amat sangat sensitif.
Aku hanya bisa dipahami dengan kesabaran yang lebih. Sayangnya, tak banyak orang yang bisa.
Untuk orang yang bersamaku sekarang, bersabarlah.. Kumohon.
Aku tak tau apa masih ada orang seperti kamu yang bisa kutemui.
Aku sering mengungkapkan hal dengan cara yang salah, walau aku tak pernah bermaksud menyakiti siapa-pun.
Aku sering membuat orang-orang terdekatku marah tanpa sengaja, lalu aku tak bisa berhenti minta maaf, dan justru membuat mereka makin marah.
TAPI AKU TAK PERNAH BERMAKSUD JAHAT.
tolong...
Tapi karena itu semua --aku yakin-- aku akan jauh lebih bisa menghargai hidup & komitmen yang ada didalamnya, lebih dari mereka yang tidak mengalaminya.
Seseorang mengatakan padaku, bukan hasil yang paling penting tapi Proses.
Karena proses membuat kita belajar.
Maaf untuk semua yang ku sebut disini.
Kalian tau ?
Aku mungkin sebuah objek psikologis yang menakjubkan bagi psikiater.
Oh, aku benar-benar butuh pskiater.
Posted by Kharissa Widya Kresna at 09.31 0 comments
Labels: Coretan Kosong
