Senin, 25 April 2011

Just About Me, tonight.

Aku dilahirkan & tumbuh menjadi orang yang berbeda dari mereka.
Karena aku terlalu berbeda.
Pada goresan yang sama dengan yang mereka alami, lukaku jauh lebih dalam.
Pada serpihan kecil tawa yang sama dengan yang mereka rasakan, kebahagiaanku terasa jauh lebih besar. Tentu itu hanya berlaku untukku.

Mungkin karena aku terbiasa menjadi orang yang tidak diperhatikan.
Ada atau tidak adanya aku terasa sama saja untuk orang lain.

Tak banyak yang tau seperti apa rasanya menjadi bagian kecil yang tak terlihat, tapi aku tau persis rasanya.
Tersingkir karena berbeda, tersingkir karena tak bisa melakukan hal yang sama, dan tersingkir karena tak begitu berarti.


Itulah kenapa ketika aku merasa menyayangi seseorang, aku cenderung tlalu takut kehilangan mereka.
itu alami, menurutku.
Bagiku, DICINTAI SETULUSNYA oleh seseorang adalah ANUGRAH YANG LUAR BIASA.
Terima kasih pada mereka yang membuatku merasakan itu.
(tapi itu-pun hanya beberapa orang)

Aku pernah tersakiti oleh suatu persahabatan. That's why, aku nggak terlalu pandai percaya pada teman kalo mereka akan membuat hidupku berwarna.
Akibatnya, aku tak punya banyak teman.

Aku pernah kecewa dengan keluarga. That's why aku sering melindungi diri dibenteng yang kusebut kamar.
Dimana ketika kau menangis ato bahkan mencoba bunuh diri, tak akan ada yang tau.
Well, aku terpuruk beberapa lama. Karena kupikir, jika ibuku aja nggak bisa mengerti aku, bagaimana orang lain bisa??
Aku bodoh berpikiran seperti itu?
Bisa juga.
Tapi aku hanyalah anak yang ingin amat sangat dekat dengan ibunya. Aku ingin tak satu tak hal-pun tentang aku yang ibuku tak tau.
Wajar kan?
semoga Allah memberi ibu umur panjang untuk nemenin aku.

Aku pernah juga terluka dalam mencintai seseorang.
Sebenarnya, aku nggak mudah mencintai orang sepenuh hati, dan aku baru 2x merasakannya.
Yang pertama berakhir tragis,
sedangkan yang kedua sedang kujalani
(y Allah, Lindungi ia), aku memberikan semuanya. Semuanya. Tapi bukan dalam bentuk materi. Karena kalo itu aku nggak bisa.
Semoga Allah menjaga kami.

Well, rasanya menggoda banget mencampakkan diriku sendiri saat sedih atau hancur.
Kalian boleh percaya, aku sudah melakukan kenakalan yang mungkin belum pernah kalian lakukan.

Tapi aku bukan orang yang tahan sakit.
Aku bisa tak tidur 3 hari hanya karena marahan dengan orang yg kusayangi.
Aku pernah hujan-hujanan tengah malem 4hari berturut-turut.
Aku pernah hampir bunuh diri.
Gila?
Tidak. Hal seperti itu wajar ketika kau sedang depresi.
Aku udah bilang dari awal kalo perasaanku amat sangat sensitif.

Aku hanya bisa dipahami dengan kesabaran yang lebih. Sayangnya, tak banyak orang yang bisa.
Untuk orang yang bersamaku sekarang, bersabarlah.. Kumohon.
Aku tak tau apa masih ada orang seperti kamu yang bisa kutemui.

Aku sering mengungkapkan hal dengan cara yang salah, walau aku tak pernah bermaksud menyakiti siapa-pun.
Aku sering membuat orang-orang terdekatku marah tanpa sengaja, lalu aku tak bisa berhenti minta maaf, dan justru membuat mereka makin marah.
TAPI AKU TAK PERNAH BERMAKSUD JAHAT.
tolong...

Tapi karena itu semua --aku yakin-- aku akan jauh lebih bisa menghargai hidup & komitmen yang ada didalamnya, lebih dari mereka yang tidak mengalaminya.
Seseorang mengatakan padaku, bukan hasil yang paling penting tapi Proses.
Karena proses membuat kita belajar.

Maaf untuk semua yang ku sebut disini.

Kalian tau ?
Aku mungkin sebuah objek psikologis yang menakjubkan bagi psikiater.
Oh, aku benar-benar butuh pskiater.

 

Blog Template by YummyLolly.com - RSS icons by ComingUpForAir